Harga Seorang Ibu

Apakah Seorang Ibu bisa Dihargai ?? Berapa Anda Mau Beli??

Kami Anak Rohis Masalah Buat Lo...;

Rohis Jadi sorotan Gara-Gara sering dituduh Sarang Teroris

Jadi Akhwat Kudu Kuat

Anda Kuat Dunia Kuat

Film Baru Hina Nabi

Muncul Lagi Maunya Apa Sih??

Negara-Negara Terkorup

9 Desember Adalah Hari Anti Korupsi Sedunia

Thursday, 8 November 2012

KENAPA KUMIS HITLER KOTAK???

     Adolf Hitler mungkin sudah tak asing lagi bagi kita, namun dengan ketidak asingan itu ada satu pertanyaan yang mengganjal yaitu mengapa KUMIS Hitler berbentuk kotak???.

     Bukan tanpa alasan Hitler menjadikan kumisnya berbentuk kotak, Alkisah adalah ketika itu Hitler terjatuh dari loteng setelah serangan udara pertama musuh, karena kumisnya menghalangi untuk mengenakan masker penangkal gas syaraf lalu Hitler memangkas kumisnya menjadi Kotak.
 
     walaupun hitler memotong kumisnya yang kotak itu bukan untuk bergaya namun akhirnya kotak-kotak menjadi gaya,  lihat saja kumis pelawak jojon yag juga kotak, lalu Band Kotak yang terkenal dan tak kalah Hebohnya beberapa waktu lalu   Baju Kotak-Kotak Jokowi juga telah menjadi tren...


Baca Juga :

5 Hal Tentang fiqh Wanita
Gadis 16 th Jadi Brewokan Gara-Gara Salah Minum Obat
Penantian Panjang Untuk Imamku
Dah Jangan Ribut Masalah Tawasul Ni lho Tawasul Yang syar'i

Jangan Ribut Masalah Tawasul ...........


                                              NI DIA TAWASSUL YANG DISYARI'ATKAN
Allah berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri KepadaNya." (Al-Maa'idah: 35)
Qatadah berkata, "Dekatkanlah dirimu kepadaNya, dengan keta'atan dan amal yang membuatNya ridha."
Tawassul yang disyari'atkan adalah tawassul sebagaimana yang diperintahkan oleh Al-Qur'an, diteladankan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan dipraktekkan oleh para sahabat.
Di antara tawassul yang disyari'atkan yaitu:
  1. Tawassul dengan iman:Seperti yang dikisahkan Allah dalam Al-Qur'an tentang hamba-Nya yang bertawassul dengan iman mereka. Allah berfirman,

    "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu), 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu', maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti." (Ali Imran: 193)
  2. Tawassul dengan mengesakan Allah:Seperti do'a Nabi Yunus Alaihis Salam, ketika ditelan oleh ikan Nun. Allah mengisahkan dalam firmanNya:

    "Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, 'Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim. Maka Kami telah memperkenankan do'anya, dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (Al-Anbiyaa': 87-88)
  3. Tawassul dengan Nama-nama Allah:Sebagaimana tersebut dalam firmanNya,
    "Hanya milik Allah Asma'ul Husna, maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma'ul Husna itu." (Al-A'raaf: 180)
    Di antara do'a Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dengan Nama-namaNya yaitu:

    "Aku memohon KepadaMu dengan segala nama yang Engkau miliki." (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan shahih)
  4. Tawassul dengan Sifat-sifat Allah:Sebagaimana do'a Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam,

    "Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya), dengan rahmatMu aku mohon pertolongan." (HR. At-Tirmidzi, hadits hasan)
  5. Tawassul dengan amal shalih:Seperti shalat, berbakti kepada kedua orang tua, menjaga hak dan amanah, bersedekah, dzikir, membaca Al-Qur'an, shalawat atas Nabi Shallallahu'alaihi wasallam, kecintaan kita kepada beliau dan kepada para sahabatnya, serta amal shalih lainnya.

    Dalam kitab Shahih Muslim terdapat riwayat yang mengisahkan tiga orang yang terperangkap di dalam gua. Lalu masing-masing ber-tawassul dengan amal shalihnya. Orang pertama bertawassul dengan amal shalihnya, berupa memelihara hak buruh. Orang kedua dengan baktinya kepada kedua orang tua. Orang yang ketiga bertawassul dengan takutnya kepada Allah, sehingga menggagalkan perbuatan keji yang hendak ia lakukan. Akhirnya Allah membukakan pintu gua itu dari batu besar yang menghalanginya, sampai mereka semua selamat.
  6. Tawassul dengan meninggalkan maksiat:Misalnya dengan meninggalkan minum khamr (minum-minuman keras), berzina dan sebagainya dari berbagai hal yang diharamkan. Salah seorang dari mereka yang terperangkap dalam gua, juga ber-tawassul dengan meninggalkan zina, sehingga Allah menghilangkan kesulitan yang dihadapinya.

    Adapun umat Islam sekarang, mereka meninggalkan amal shalih dan bertawassul dengannya, lalu menyandarkan diri ber-tawassul dengan amal shalih orang lain yang telah mati. Mereka melanggar petunjuk Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan para sahabatnya.
  7. Tawassul dengan memohon do'a kepada para nabi dan orang-orang shalih yang masih hidup.Tersebutlah dalam riwayat, bahwa seorang buta datang kepada Nabi Shallallahu'alaihi wasallam. Orang itu berkata, "Ya Rasulullah, berdo'alah kepada Allah, agar Dia menyembuhkanku (sehingga bisa melihat kembali)." Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menjawab, "Jika engkau menghendaki, aku akan berdo'a untukmu, dan jika engkau menghendaki, bersabar adalah lebih baik bagimu." Ia (tetap) berkata, "Do'akanlah." Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menyuruhnya berwudhu secara sempurna, lalu shalat dua rakaat, selanjutnya beliau menyuruhnya berdo'a dengan mengatakan,

    "Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu, dan aku menghadap kepadaMu dengan (perantara) NabiMu, seorang Nabi yang membawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap dengan (perantara)mu kepada Tuhanku dalam hajatku ini, agar dipenuhiNya untukku. Ya Allah jadikanlah ia pemberi syafa'at kepadaku, dan berilah aku syafa'at (pertolongan) di dalamnya." la berkata, "Laki-laki itu kemudian mela-kukannya, sehingga ia sembuh." (HR. Ahmad, hadits shahih)
Hadits di atas mengandung pengertian bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berdo'a untuk laki-laki buta tersebut dalam keadaan beliau masih hidup. Maka Allah mengabulkan do'anya.
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memerintahkan orang tersebut agar berdo'a untuk dirinya. Menghadap kepada Allah untuk meminta kepadaNya agar Dia menerima syafa'at NabiNya Shallallahu'alaihi wasallam. Maka Allah pun menerima do'anya.
Do'a ini khusus ketika Nabi Shallallahu'alaihi wasallam masih hidup. Dan tidak mungkin berdo'a dengannya setelah beliau wafat. Sebab para sahabat tidak melakukan hal itu. Juga, orang-orang buta lainnya tidak ada yang mendapatkan manfa'at dengan do'a itu, setelah terjadinya peristiwa tersebut. 

Sumber: Buku Jalan Golongan  Yang Selamat Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Clik Ini Untuk Kembali Kehalaman Awal

Awas Hati-Hati Mengkonsumsi Obat

  "Blessing News"       Sekilas melihat foto diatas adalah seorang lelaki padahal ia adalah wanita asal china berusia 16 th bernama nana, dahulu ia dipuji-puji karena kecantikanya dan prestasinya, karena penyakit anemia yang ia derita docter menyarankan agar nana di obati ternyata setelah minum obat ia mengalami efek samping dan salah satunya ialah wajahnya di tumbuhi brewok seperti laki-laki, kini ia tak cantik lagi....."

           Pada tahun 2009 di Binjai seorang ibu tubuhnya melepuh karena meminum obat suplemen, agar aman carilah obat-obatan herbal yang minim akan efek samping.

Sumber: Detik.com
              Kompas.com                                                       --Mengapa Kumis Hitler Kotak?
                                                                                             Ni lho Tawasul Yang Syar'i
                                         
                        Clik Ini Untuk Kembali Ke Menu Utama

Tuesday, 6 November 2012

Tanya Jawab 5 Hal seputar Fiqh Wanita

1.Bolehkah wanita haidh mengikuti pengajian di Masjid ?

Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: "Bolehkah wanita haidh mengikuti pengajian yang diadakan di masjid ?"

Jawaban:
Wanita yang haidh tidak diperbolehkan berdiam di masjid. Apabila hanya lewat saja tidak apa-apa dengan syarat tidak mengotori masjid dengan darahnya yang sedang keluar. Karena tidak boleh berdiam di masjid maka tidak diperbolehkan pula untuk mendengarkan pengajian dan dzikir yang diadakan di masjid, kecuali apabila ada tempat khusus di luar masjid yang dari tempat itu ia bisa mendengar suara yang ada di masjid, dengan pengeras suara misalnya, maka diperbolehkan baginya untuk mendengarkan pengajian. Karena wanita yang haidh tidak dilarang untuk mendengarkan pengajian, dzikir dan bacaan Al-Qur`an berdasarkan hadits Nabi saw bahwa beliau tiduran di kamar `Aisyah sambil membaca Al-Qur`an sementara `Aisyah dalam keadaan haidh. Adapun pergi ke masjid dan berdiam di dalamnya untuk mendengarkan dzikir atau bacaan Al-Qur`an, maka tidak diperbolehkan.

Karena itulah saat beliau diberitahu pada Haji Wada` bahwa Shofiah mendapatkan haidh, beliau berkata: "Apakah ia akan menjadikan kita tertahan?" Nabi saw mengira bahwa Shofiah belum melaksanaka Thawaf Ifadhah. Maka mereka memberitahukan kepada beliau bahwa Shofiah telah melaksanakan Thawaf Ifadhah. Ini menunjukkan bahwa wanita haidh tidak boleh berdiam di masjid dan untuk beribadah di dalamnya. Diriwayatkan pula dari beliau bahwa beliau memerintahkan para wanita untuk keluar ke tempat shalat `Ied untuk melaksanakan shalat `Ied dan memerintahkan para wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat tersebut.

(Fatawa wa Rasailus Syaikh Ibnu Utsaimin, 4/273-274 yang dinukil dalam Al-Fatawa Al-Jami`ah lil Mar`atil Muslimah, edisi bahasa Indonesia "Fatwa-fatwa tentang wanita 3" cetakan Darul Haq) 


2. Perihal Anting Bagi Anak wanita

Assalamu'alaikum wr. wb. Ustadz rahimakumullah, apakah hukumnya menindik (melubangi) telinga dan memakai anting-anting bagi wanita? Saya baru punya anak perempuan, bolehkah saya menindik dan memakaikan anting kepada anak saya? atau bagaimana sebaiknya menurut Islam? Jazakumullah khairan katsiron. Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Para ulama menyatakan bahwa hukum menindik telinga dan memakai anting bagi anak perempuan dibolehkan. Hal tersebut ditunjukan oleh adanya iqrar atau pengakuan dari Rasulullah SAW terhadap kebiasan wanita yang menindik telinga mereka. Dari Ibnu Abbas Ra sesungguhnya Nabi SAW melaksankan sholat Ied dua rakaat dan tidak melakukan sholat lagi, baik sebelum atau sesudahnya. Kemudian beliau disertai Bilal Ra mendatangi jama'ah wanita, lalu memerintahkan mereka untuk bershodaqoh. Kemudian para wanita tersebut melemparkan anting-anting mereka.” (HR Bukhori No. 5544)

Ibnu Al-Qoyyim berkata: "Dan cukup sebagai bukti dibolehkannya hal tersebut adalah bahwa tindakan tersebut diketahu oleh Allah dan rasul-Nya dan adanya pengakuan terhadap hal tersebut. Sebab jika hal tersebut terlarang, tentulah ada ayat atau hadis yang akan mengharamkannya."(Syari’ah online.com)





3. Tentang Amalan Saat Hamil

Assalamu alaikum wr.wb.

Ustadz, dalam beberapa buku tentang kehamilan yang saya baca terdapat amalan-amalan khusus pada saat hamil atau bahkan ada do'a-do'a khusus saat usia kehamilan 4 bulan dimana janin mulai ditiupkan ruh. misalnya membaca al fatihah sekian kali, Al Falaq, an Nas dll ditentukan jumlahnya, kemudian potongan ayat qur'an. apakah yang demikian benar? bagaimana hukumnya jika kita menjalankan amalan tersebut?


Kami belum menemukan amalan atau ibadah khusus yang diajarkan oleh Allah Swt dan Rasul saw untuk wanita yang sedang hamil atau mengandung. Adapun amalan khusus saat hamil yang terdapat di buku-buku biasanya berasal dari pandangan ulama tertentu atau bahkan kebiasaan setempat yang bisa sesuai dengan ajaran Islam dan bisa pula tidak. Di sini dibutuhkan kecermatan dan kehati-hatian dalam melihatnya sehingga tidak jatuh kepada amal yang tidak disyariatkan atau menyimpang.

Secara umum yang sangat penting dilakukan oleh wanita atau isteri hamil (juga suaminya) adalah mendekat dan banyak beribadah kepada Allah Swt. Terutama menjaga ibadah yang bersifat wajib seperti shalat lima waktu. Lalu memperbanyak doa kepada Allah agar diberi anak yang salih atau salihah. Di antara doa yang bisa dibaca adalah:

ربِّ إني نذرت لك ما في بطني محرَّرًا فتقبل مني إنك أنت السميع العليم".
- "ربِّ هبْ لي من لدنك ذريةً طيبةً إنك سميع الدعاء".
- "ربِّ لا تذرني فردًا وأنت خير الوارثين".
- "ربِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ وَلِيًّا، يَرِثُنِي وَيَرِثُ من دعوة الإسلام، واجعله رَبِّ رَضِيًّا".

Atau doa lain yang berasal dari Rasul saw, dari para ulama, atau dari diri kita sendiri selama doa itu baik.
Selanjutnya banyak membaca dan mempelajari cara mendidik anak secara islami disertai perhatian thd kesehatan sang ibu dan janinnya.

Wallahu a'lam bish-shawab. (syari’ah online.com)



4.Perihal Memendekan rambut

 Tanya: Bolehkah wanita memendekkan bagian depan dari rambutnya yang terkadang sampai di atas alis si muslimah? Jazakumullah khairan.

Jawab:

Samahatusy Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullahu berkata: “Kami tidak memandang adanya larangan memotong rambut bagi wanita, yang dilarang adalah menggundulinya. Engkau (wahai saudari) tidak boleh menggundul rambut kepalamu. Namun kalau engkau memotongnya karena terlalu panjang atau terlalu lebat, kami tidak melihat adanya larangan.

Namun hendaknya itu dilakukan dengan cara yang baik yang engkau sukai dan disukai oleh suamimu. Di mana kalian berdua bisa menyepakati bentuk potongan tersebut dengan syarat tidak menyerupai wanita kafir. Karena mungkin bila dibiarkan panjang dan lebat akan sulit membersihkan serta menyisirnya. Bila rambut si wanita lebat lalu ia memotong sebagiannya karena terlalu panjang atau terlalu lebat maka tidak jadi masalah. Atau karena bila dipangkas akan tampak lebih indah sehingga engkau dan suamimu menyukainya, maka kami menganggap hal itu boleh-boleh saja. (sumber: Qur’ansunnah.wordpress.com)

5.Perihal wanita menyembelih hewan

          Bolehkah wanita menyembelih hewan untuk di konsumsi seperti ayam,Kambing atau yang lainya?

Jawab: boleh Hal tersebut berdasarkan kisah seorang wanita budak pengembala kambing yang kambingnya diterkam srigala. Kemudian dia mengambil batu yang tajam untuk menyembelih kambing tersebut, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk memakan sembelihan tersebut.

Monday, 5 November 2012

PENANTIAN PANJANG UNTUK IMAMKU



Oleh : Sofiya Al-Khansa

“Menikahlah denganku,”pintanya dengan serius.

“Kita tidak mungkin menikah.”

“Kenapa? Apa aku tidak indah untuk di pandang? Apa ada yang salah denganku?”

“Tidak ada yang salah dengan dirimu, juga bukan karena kau tidak indah untuk dipandang. Tapi…….”

“Tapi kenapa? Apa yang membuatmu tidak bisa menerimaku.”

Kutarik nafas panjang. “Prastya, alasannya bukan karena kau tidak indah dipandang tapi karena agama kita berbeda. Aku tidak mungkin menikah dengan lelaki yang beda agama denganku. Seorang wanita muslim diharamkan untuk menikah dengan laki-laki non muslim.”

“Kenapa bisa diharamkan? Bukankah menikah itu ibadah?”

“Pelajari tentang islam maka kau akan temukan jawabannya. Maaf prastya aku harus pergi sekarang.”

 

Kutinggalkan ia sendiri di cafe. Kulihat awan hitam semakin tebal. Kulangkahkan kaki lebih cepat, aku takut turun hujan sedangkan tempat berteduh masih jauh. Gerimis mulai turun, aku yakin kali ini akan turun hujan lebat. Aku segera berlari. Tiba disana datang juga sebuah motor untuk berteduh. Rasanya aku tidak asing melihat si pengendara. Benar saja, saat ia membuka helm ternyata dia adalah orang yang aku kagumi selama ini. Aku palingkan wajahku agar dia tidak mengenaliku, tapi terlambat. Tubuhku mulai gemetar. Selalu itu yang terjadi saat aku bertemu dengannya.

 

“Loh Er. Kamu kok sampai disini? Darimana tadi?”

“Tadi habis ketemu teman. Kakak sendiri darimana?”

“Dari kampus kumpul tugas.”

“Oh….”

 

Pembicaraan kami terhenti. Hanya itu saja yang bisa kukatakan, setelah itu diam tanpa kata.

 

Xxxxxxxxx

 

“Kapan kamu akan menikah, dek? Berapa banyak lagi laki-laki yang akan kau tolak saat mereka mengkhitbahmu.”Tanya ayahku dengan lembut.

 

Aku tersenyum mendengar pertanyaan ayah, tapi aku masih tetap bermain dengan laptop kesayangaku. Ayahku memang menginginkanku agar segera menikah, tapi aku belum cocok dengan laki-laki yang datang mengkhitbahku.

 

“Ayah, tadi ada yang datang ke adek. Di juga mengkhitbah adek.”

“Siapa?”

“Prastya.”

“Lalu apa jawabanmu.”

“Adek tolak dia.”

“Aduh dek. Kenapa ditolak?”

“Karna dia beda agama dengan adek yah. Bagaimana rumah tangga adek bisa sakinah, mawaddah, wa rahmah kalau dalam satu kapal ada 2 nakhoda.”

 

Ibuku hanya tersenyum mendengar penjelasaku. Begitupun ayahku. Terkadang mereka heran denganku mengapa aku bisa menjelaskan hal yang belum pernah aku alami.

 

Rembulan bersinar sangat terang. Aku masih duduk di lantai atas rumahku bersama dengan ibuku. Kusandarkan kepala dipangkuannya. Diusapnya kepalaku dengan penuh kasih sayang.

 

“Adakah yang telah mengisi hatimu.”

“Iya ma. Ada. Dia baik, sopan, taat menjalankan ibadah,”

“siapa dia? Biar nanti ayahmu yang datangi dia,”

“Khalid. Mahasiswa jurusan dakwah. Kami bertemu saat adek ospek. Dia yang membantu adek di ospek. Adek menyukainya sejak pertama kali bertemu. Tapi sayangnya kami hanya diam saja ketika bertemu. Entahlah, lidah ini terasa sulit untuk berkata.”

“Ya sudah tunggu apalagi, biar ayahmu yang datangi dia.”

“Tidak. Jangan ma.”

 

Lalu aku pamit kekamar. Handphoneku berbunyi tanda ada pesan masuk. Ternyata dari temanku, dia mengjakku tadabur alam bersama anak-anak yang lain. Aku pun menyanggupinya.

 

Semua perlengkapan sudah siap dibawa. Aku bawa ranselku keluar rumah. Tak lupa sebelum aku pergi aku pamit kepada ayah dan ibuku, lalu kucium mereka. Tiba di tempat yang ditentukan, aku sangat kaget melihat kak  Khalid juga disana. Dia yang mengisi acara, dia juga ternyata yang mengadakannya. Ah….kenapa nur tidak bilang.

 

“Kamu ikut juga Er?”Tanya kak Khalid.

“Iya kak kemarin diajak teman jadi ya ayo.”

“Oiya Er, gimana? Sudah ada yang cocok belum dengan yang datang mengkhitbahmu.”

Aku tersentak kaget. “kok kakak tau adek dikhitbah?”

“Dari kakak sepupumu. Katanya kamu selalu menolak kalau ada yang datang mengkhitbahmu. Ada apa denganmu?”

“Gak papa. Tidak cocok saja. Kalau kakak?”

“Ada sih yang kakak sukai. Tapi entah kenapa kami selalu tertunduk dan diam saat bertemu. Aku ingin datang mengkhitbahnya tapi apa dia mau menerimaku? Aku bukan anak dari kalangan orang kaya.”

“Datangi walinya, nikahi dia insyaallah pintu rejeki akan terbuka untuk kalian.”

 

Kami pun berpisah karena akan melaksanakan sholat ashar. Jujur aku sakit mendengarnya. Orang yang kutunggu ternyata dia telah menunggu orang lain juga.

 

2hari kemudian kakak sepupuku datang kerumah. Dia mengabari kami kalau ada seorang laki-laki yang datang mengkhitbahku lewat pakde.

 

“siapa dia kak?”

“Dia….dia…. Khalid saputra.”

“Khalid….saputra…..?”aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar.

“Orang yang dia tunggu itu dirimu Er, percayalah.”

“Alhamdulillah ya Allah.” Aku langsung sujud syukur.

“Ada apa dek?”Tanya ayah dan ibuku

“Adek….adek akan segera menikah ayah, ibu.”

“Alhamdulillah. Siapa dia.”

“Orang yang adek tunggu selama ini. Khalid Saputra.”

 

Sebuah anugerah tak terduga yang aku dapatkan dihari ini. Terima kasih ya Allah, engkau telah mengabulkan do’aku untuk bersanding dengannya. Seorang laki-laki yang kutungu menjadi imamku. Alhamdulillahirabbil’alamin.

                                                                      Click Untuk Kembali Kemenu Utama






Saturday, 27 October 2012

Spesial Sumpah Pemuda

                                   "3.PEMUDA ISLAM BERMENTAL BAJA"

Sesungguhnya banyak sekali para pemuda-pemuda islam yang bermental baja namun disini penulis hanya akan menuliskan 3 kisah pemuda  saja yang saya ketahui.
1.USAMAH BIN ZAID BIN HARITSAH
Ibunya bernama ummu aiman r.h sedang ummu aiman adalah wanita yang mengasuh rasulullah sewaktu beliau saw masih kecil.
Mengapa kami memilih usamah sebagai pemuda islam yang bermental baja ? karena di usianya yang masih sangat muda belum genap 20 th usamah telah memimpin pertempuran melawan tentara Romawi, sedari kecil usamah ingin turut berjihad fie sabilillah.
            Perang uhud
Waktu terjadi Perang Uhud, Usamah bin Zaid datang ke hadapan Rasulullah saw. beserta serombongan anak-anak sebayanya, putra-putra para sahabat mereka ingin turut pergi berperang di medan uhud namun usamah di tolak oleh rasulullah karena usianya yang masih sangat belia.
 Perang Khandaq

Tak putus asa Dalam Perang Khandaq, Usamah bin Zaid datang lagi bersama kawan-kawan remaja, putra para sahabat. Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah supaya kelihatan lebih tinggi, agar beliau memperkenankannya turut berperang. Rasulullah kasihan melihat Usamah yang keras hati ingin turut berperang. Karena itu, beliau mengizinkannya, Usamah pergi berperang menyandang pedang, jihad fi sabilillah. Ketika itu dia baru berusia 15 th.
         
   Usamah Dalam Perang Hunain

Ketika terjadi Perang Hunain usamah lebih menunjukan kegigihanya dalam berjihad, waktu itu tentara muslimin terdesak sehingga barisannya menjadi kacau balau. Tetapi, Usamah bin Zaid tetap bertahan bersama-sama denga ‘Abbas (paman Rasulullah), Sufyan bin Harits (anak paman Usamah), dan enam orang lainnya dari para sahabat yang mulia. Dengah kelompok kecil ini, Rasulullah berhasil mengembalikan kekalahan para sahabatnya menjadi kemenangan. Beliau berhasil menyelematkan kaum muslimin yang lari dari kejaran kaum musyrikin.
            Usamah Dalam Perang Mu’tah

Dalam Perang Mu’tah, Usamah turut berperang di bawah komando ayahnya, Zaid bin Haritsah. Ketika itu umurnya kira-kira delapan belas tahun. Usamah menyaksikan dengan mata kepala sendiri tatkala ayahnya tewas di medan tempur sebagai syuhada. Tetapi, Usamah tidak takut dan tidak pula mundur. Bahkan, dia terus bertempur dengan gigih di bawah komando Ja’far bin Abi Thalib hingga Ja’far syahid di hadapan matanya pula. Usamah menyerbu di bawah komando Abdullah bin Rawahah hingga pahlawan ini gugur pula menyusul kedua sahabatnya yang telah syahid. Kemudian, komando dipegang oleh Khalid bin Walid. Usamah bertempur di bawah komando Khalid. Dengan jumlah tentara yang tinggal sedikit, kaum muslimin akhirnya melepaskan diri dari cengkeraman tentara Rum.
Seusai peperangan, Usamah kembali ke Madinah dengan menyerahkan kematian ayahnya kepada Allah SWT. Jasad ayahnya ditinggalkan di bumi Syam (SYiria) dengan mengenang segala kebaikan almarhum.

Pengangkatan Usamah dalam Perang Melawan Romawi

            Ketika usamah di angkat oleh rasulullah usianya pun belum genap 20 th sedangkan yang dipimpin pada waktu itu ialah abu bakar, umar dan sahabat senior lainya akhirnyabanyak orang yang meragukan kemampuan usamah sebagai panglima perang, sampai akhirnya rasullah saw berpidato : “Wahai sekalian manusia, saya mendengar pembicaraan mengenai pengangkatan Usamah, demi Allah, seandainya kalian menyangsikan kepemimpinannya, berarti kalian menyangsikan juga kepemimpinan ayahnya, Zaid bin Haritsah. Demi Allah, Zaid sangat pantas memegang kepemimpinan, begitu juga dengan putranya, Usamah. Kalau ayahnya sangat saya kasihi, maka putranya pun demikian. Mereka adalah orang yang baik. Hendaklah kalian memandang baik mereka berdua. Mereka juga adalah sebaik-baik manusia di antara kalian.”
akhirnya pengangkatan itu tak sia-sia Usamah berhasil kembali dari medan perang dengan kemenangan gemilang. Mereka membawa harta rampasan yang banyak, melebihi perkiraan yang diduga orang. Sehingga, orang mengatakan, “Belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh dan berhasil membawa harta rampasan sebanyak yang dibawa pasukan Usamah bin Zaid.
2.Muhammad Al fatih
.
Muhammad Al-fatih sekalipun baru berusia 21 th namun ia adalah seorang sultan turki ustmani dia memiliki kemampuan bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa, jauh bertahun-tahun sebelum beliau lahir rasulullah telah berkata  “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”  [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
 Yang d maksud dalam hadist itu ialah sultan muhammad Al-fatih apa rahasianya sehingga beliau bisa seperti itu karena beliau tidak pernah meninggalkan sholat  wajib dan tahajud.
Suatu hari timbul problem ketika pasukan islam hendak melaksanakan shalat jum’at yang pertama kali di kota konstantinopel.
“Siapakah yang layak menjadi imam shalat jum’at?” tak ada jawaban. Tak ada yang berani yang menawarkan diri ! lalu Muhammad Al Fatih tegak berdiri. Beliau meminta kepada seluruh rakyatnya untuk bangun berdiri.
Kemudian beliau bertanya. “ Siapakah diantara kalian yang sejak remaja, sejak akhil baligh hingga hari ini pernah meninggalkan meninggalkan shalat wajin lima waktu, silakan duduk!!” Subhanalloh……!!! Maha suci Allah ! tak seorangpun pasukan islam yang duduk. Semua tegak berdiri. Apa artinya? Itu berarti, tentara islam pimpinan Muhammad Al Fatih sejak masa remaja mereka hingga hari ini, tak seorangpun yang meninggalkan shalat fardhu. Tak sekalipun mereka melalaikan shalat fardhu.
Lalu Muhammad Al Fatih kembali bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak baligh dahulu hingga hari ini pernah meninggalkan shalat sunah rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan shalat sunah sekali saja silakan duduk!!!”. Sebagian lainya segera duduk. Artinya, pasuka islam sejak remaja mereka ada yang teguh hati, tidak pernah meninggalkan shalat sunah setelah maghrib, dua roka’at sebelu shubuh dan shalat rowatib lainaya. Namun ada yang pernah meninggalkanya. Betapa kualitas karakter dan keimanan mereka sebagai muslim sungguh bernilai tinggi, sungguh jujur, pasukan islam Al Fatih.

Dengan mengedarkan matanya ke seluruh rakyat dan pasukanya Muammad Al Fatih kembali berseru lalu bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak masa akhil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud di kesunyian malam? Yang pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk!!”
Apa yang terjadi…???? Terlukislah pemandangan yang menakjubkan sejarawan barat dan timur. Semua yang hadir dengan cepat duduk!!” Hanya ada seorang saja yang tetap tegak berdiri. Siapakah dia??? dialah, Sultan Muhammad Al Fatih, sang penakluk benteng super power Byzantium Konstantinopel. Beliaulah yang pantas menjadi imam shalat jumat hari itu. Karena hanya Al Fatih seorang yang sejak remaja selalu mengisi butir-butir malam sunyinya dengan bersujud kepada Allah SWT, tidak pernah kosong/absen semalampun.
3.Khalid Al-Miski Khalid Al-Miski
adalah seorang pemuda yang tampan, rajin beribadah, wara’, ikhlas, rajin bekerja, dan amanah. Dia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala.
Salah seorang wanita cantik tertarik pada Khalid Al-Miski yang tampan. Suatu hari, wanita ini memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya. Ia telah merancang tipu-dayanya, lalu Khalid diminta agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan ia akan membeli dagangannya. Ternyata ia segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, “Kamu akan celaka, jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan memper malukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku. “
Khalid berusaha mengalihkan pembicaraan, tetapi tanpa membuahkan hasil. Lalu Khalid memperingatkannya dengan janji dan ancaman Allah. Akan tetapi, setan telah menguasai wanita cantik tersebut dan membutakan mata hatinya. Ketika Khalid yakin bahwasanya ia tidak bisa menye lamatkan diri dari ancaman wanita tersebut, maka ia tampakkan dirinya menyetujui permintaannya dan meminta izin untuk ber benah diri di kamar mandi. Wanita itu bahagia dan setuju.
Khalid masuk ke kamar mandi dan berpikir bagaimana caranya agar dapat terhindar dari godaan ini. Allah memberi petunjuk, sekalipun nanti tubuhnya akan kotor. Tidak masalah, asalkan ia dapat menghindarkan diri dari maksiat yang pasti mendatangkan murka Allah. Kemudian, Khalid melumuri wajah dan tubuhnya dengan tinja, dengan demikian tercium bau tidak enak, kelihatan jelek, dan menjijikkan. Khalid keluar dari kamar mandi, begitu wanita tersebut melihat Khalid kotor dan menjijikkan, ia menghardik dan me nyuruhnya keluar serta mengusir dari rumahnya.
Pemuda tersebut lari dan meninggalkan rumah wanita untuk menyelamatkan diri dan agamanya. Allah Ta’ala mengganti bau busuk dan menjijikkan itu dengan bau yang harum bagaikan minyak miski.
Orang-orang pun dari kejauhan sudah mengetahui kedatangannya, sebelum mereka melihat Khalid, yaitu dengan mencium baunya yang harum. Sejak saat itu orang-orang memanggilnya dengan Khalid Al- Miski.
Inilah seorang Mukmin yang sebenarnya, yang meyakini bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak-geriknya setiap saat sehingga sekalipun di hadapannya seorang wanita yang cantik dan gemulai, namun ia merasa takut kepada Allah. Tidak takut kepada manusia atau undang-undang karena semuanya tidak dapat melihat dan mengawasinya sepanjang waktu. Hanya Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihatlah yang senantiasa memantau gerakannya.
Khalid takut dengan bahaya yang ditim bulkan oleh maksiat, maka ia mencari alasan dengan melumuri kotoran pada tubuhnya, dan justru ini menunjukkan kebersihan batinnya dan ketulusan imannya. Kemudian, Allah mengganti nya dengan bau harum semerbak di dunia dan baginya di akhirat pahala yang besar dan berlimpah. Sekarang ini, di zaman kita hidup, berapa banyak manusia melumuri wajah dan tubuhnya dengan parfum dan wangi -wangian. Akan tetapi, bau busuk perbuatan mereka menjadikan mereka tercemar dan terbongkar keburukannya, walaupun mereka berusaha menutupi aibnya. Disebabkan mereka hanya takut kepada manusia, bukan kepada Allah. Balasan seseorang itu sesuai dengan jenis amalnya.

By: Daffa Al-Fath

Baca Juga :
Spesial Sumpah Pemuda 2 " Video Kapitalisme & Remaja"
Mana Ciuman Untuk ku
Putus Asa, Stres Ini Obatnya  
Tak ku duga masalah itu akan datang 
Penggalangan Dana Online 


ISLAM DI NEGERI FORMOSA

Oleh : Eka Herlina di Taiwan 
Untuk Blessing News 
Jika Jepang memiliki nama panggilan negeri sakura dan China memiliki nama panggilan negeri tirai bambu, begitu juga dengan Taiwan. Taiwan memiliki nama panggilan negeri formosa.Hal itu di karenakan banyaknya tenaga asing yang datang bekerja ke Taiwan. Diantaranya, Vietnam, Philipina, Thailand dan tentu saja Indonesia.
 
Dari ke-4 negara tersebut Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara pengekspor TKA. Banyaknya tenaga kerja Indonesia tidak sebanding dengan tempat dan sarana ibadah disana. Bayangkan saja, hanya ada 6 masjid di Taiwan.
 
Mayoritas orang Taiwan menganut agama kristen dan budha. Dan islam, bagi mereka adalah agama yang datang dari negara antah brantah, agama baru, bukan dari nenek moyang mereka. Hanya sebagian kecil dari orang Taiwan yang mengetahui tentang agama Islam. Dengan hal ini tentu saja ada majikan yang melarang pekerjanya untuk beribadah, bahkan sampai di laporkan kepada agensi ketika mereka minta izin untuk melaksanakan ibadah. Namun ada juga majikan  yang membebaskan pekerjanya untuk beribadah sesuai dengan agamanya.
 
Pada saat hari raya idul fitri maupun idul adha, pihak KDEI di Taiwan bekerja sama untuk menggelar sholat id di stasiun Taipei. Juga menggelar pengajian akbar.  Tentu saja hal ini sangat menggembirakan. Tapi bagi mereka yang tidak ada libur pastinya sangat sedih kerena tidak dapat mengikuti acara tersebut.
 
Semenderita itukah umat islam di Formosa? Seterkekang itukah umat islam di F ormosa? Sekecil itukah umat islam di mata mereka?


Baca Juga :

Hormon Penyebab Jatuh Cinta 

Mana Ciuman Untuku 

Angka 7 dalam Al-Qur'an 

Bapak Kimia Islam 

Biografi sahabat dan Tokoh 
 

ila Online - Just For Fun
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Site Search