Harga Seorang Ibu
Apakah Seorang Ibu bisa Dihargai ?? Berapa Anda Mau Beli??
Kami Anak Rohis Masalah Buat Lo...;
Rohis Jadi sorotan Gara-Gara sering dituduh Sarang Teroris
Jadi Akhwat Kudu Kuat
Anda Kuat Dunia Kuat
Film Baru Hina Nabi
Muncul Lagi Maunya Apa Sih??
Negara-Negara Terkorup
9 Desember Adalah Hari Anti Korupsi Sedunia
Thursday, 28 June 2012
Sejarah Yang Disusun Penjajah Racun Bali Kita
oleh : Prof A,Hasyimi
Bismillahir Rahmanir Rahim.
Telah berlalu masa dan kurun, dalam waktu mana kepada kita
disodorkan buku-buku sejarah Islam, terutama sejarah Islam di Nusantara, yang
dikarang oleh bangsa asing kaum penjajah yang bukan beragama Islam, bahkan
sebagai penjajah mereka berusaha untuk menghancurkan Islam, sekurang-kurangnya
untuk menyelewengkan atau mendangkalkan ajaran-ajaran Islam.
Salahsatu cara yang mereka tempuh untuk maksud-maksud kolonialisme
tersebut, yaitu dengan memutarbalikkan sejarah Islam, bahkan mencampur-adukkan
sejarah Islam dengan israeliat (dongeng-dongeng yang dimaksudkan orang-orang
Yahudi ke dalam ajaran dan sejarah Islam).
Karena itu, adalah wajar kalau kemudian ada orang-orang Islam
sendiri, terutama yang mendapat pendidikan di sekolah-sekolah kaum penjajah,
membenci Islam, memusuhi Islam, mengatakan bahwa Islam menghambat kemajuan dan
mempersubur perbudakan; mereka kemudian menjadi orang-orang sekuler yang
memusuhi agamanya, Agama Islam, bahkan melawan Allah Yang Maha Esa.
Setelah apa yang dinamakan "Sejarah Islam" yang disusun oleh kaum
penjajah itu atau oleh kaki-tangannya, meracuni jiwa dan semangat pemuda-pemuda
Islam di tanah jajahan, maka barulah mereka menciptakan dongeng-dongeng sebagai
ganti dari ajaran Islam yang sebenarnya, sehingga dengan mudah kaum penjajah
menciptakan "agama baru" dalam bentuk aliran-aliran kebatinan, aliran-aliran
kepercayaan, yang kadang-kadang menjelma menjadi tarekat-tarekat; bahkan mereka
menciptakan nabi-nabi baru.
Maka mereka menampilkan para kaki-tangannya menjadi tokoh-tokoh
"aliran kebatinan dan aliran kepercayaan" dengan tugas melemahkan bahkan
menghancurkan ajaran Islam sejati; lahirlah ke arena dunia nabi-nabi kaum
kolonial, seperti Mirza Gulam Ahmad dengan sejumlah khalifahnya, yang diciptakan
oleh penjajah Inggeris dan didukung oleh penjajah Belanda, Perancis dan
sebagainya.
Maka tidak heran kita, kalau kaki-tangan kaum penjajah menulis dalam
apa yang dinamakan "buku sejarah Islam" bahwa Malikus Saleh, Raja Kerajaan Islam
Samudra/Pasai yang terbesar, beliau makan "cacing", yang apabila hal demikian
dibaca oleh pemuda-pemuda kita, jatuhlah martabat Malikus Saleh di mata mereka,
padahal beliau adalah mujahid dan pahlawan yang terbesar pada zamannya.
Tokoh-tokoh penjajah terbesar, seperti Prof. Dr. Snouck Hourgrunye
dan lain-lainnya, tanpa malu-malu menulis sejarah Islam di Indonesia dengan
mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia dalam abad ke XIII M. dan Raja Islam
pertama yaitu Malikus Saleh yang makan cacing itu. Dengan sengaja tokoh-tokoh
utama kaum penjajah itu tidak mau mengakui bahwa Islam telah masuk ke Nusantara
dalam abad pertama hijriyah dan Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara telah
berdiri di Perlak pada awal abad ketiga hijriyah (abad ke IX M.). Pendapat dari
tokoh-tokoh utama kaum penjajah itu diterima bulat-bulat oleh sementara kaum
terpelajar di Nusantara, bahkan tulisan-tulisan otak kaum penjajah yang
berlindung di bawah nama "orientalisten" dijadikan sumber sejarah Islam yang
utama.
Mereka menolak, kalau kita ketengahkan kepada mereka naskah-naskah
tua yang ditulis oleh para Ulama Nusantara sendiri sejak zaman dahulu, seumpama
naskah Idharul Haqq Fi Mamlakat Ferlak karangan Abu Ishak Makarani,
Tazkirah Tabakat Salatin yang ditulis oleh Said Abdullah, Keurukon
Katibul Muluk (Sekretaris Negara) dari Kerajaan Aceh Darussalam,
hanya karena naskah-naskah tersebut tidak pernah disebut-sebut oleh tokoh-tokoh
utama kaum penjajah; Snouck tidak menyebutnya, kata mereka.
Mereka juga tidak akan percaya apa yang ditulis oleh. Sarjana
Sejarah Pakistan , Dr. N.A. Baloch, karena
Baloch tidak mendasarkan karangan pada sumber-sumber "Orientalisten Penjajah".
Dalam bukunya, Advent of Islam in Indonesia, Br. N.A. Baloch antara lain
menulis:
"There ia evidence to the effect that some of the scholarly
nakhudas from Mekran (Buluchistan) had settled down in Sumatra at an early stage. To one of the settled families
belonged the secholar historian Abu Ishaq al-Mekrani al-Fasi (i.e. whose family
originally came from Mekran or Buluchistan but had settled down in Pasai in
Sumatra ) who wrote an important work on the
dinastic history of the rulers of Perlak. This book entitled Kitab Idhar alHaqq
fi Silsilat Raja Ferlak, Which was discovered more recently, shows that the
first Muslem
State in Perlak was founded
as early as 225 H. (847 A.D.)
Maksudnya: Pada suatu waktu dahulu telah terjadi satu
peristiwa yang menyebabkan sejumlah nakhoda terpelajar dari Mekran (Buluchistan)
telah mendarat di Sumatera. Dalam satu rombongan keluarga yang mendarat itu,
ikut seorang ahli sejarah yang bernama Abu Ishaq Al-Makarani AI-Pasi (Yaitu
keluarganya berasal dari Mekran atau Buluchistan yang mendarat di Pasei
Sumatera), beliau telah menulis satu karya yang amat penting tentang sejarah
dinasti para penguasa Perlak. Buku ini dinamakan lahar Al-Haqq fi Silsilat Raja
Perlak, dalam buku mana dicatat bahwa Kerajaan Islam pertama di Perlak didirikan
dalam tahun 225 H. (847 M.)
(Dr. N.A. Baloch: Advent of Islam in Indonesia halaman 17).
Keadaan yang timpang ini, yang sangat merugikan Ummat Islam di Asia
Tenggara, harus kita berantas, harus kita lawan, karena kalau kita biarkan,
pasti ajaran sekularisme dan ajaran anti Tuhan (Atheisme) akan berkembang terus
dan mengancam Islam, bahkan buat di Indonesia akan mengancam kemurnian dan
keselamatan Pancasila.
Ahli-ahli sejarah Islam dari bangsa-bangsa Asia Tenggara sendiri
harus menulis sejarahnya, harus meneliti masuk dan berkembangnya Islam di Asia
Tenggara, kemudian menseminarkannya; kemudian menulis menjadi buku Sejarah Islam
di Indonesia, Sejarah Islam di Malaysia, Sejarah Islam di Singapura, Sejarah
Islam di Philipina, Sejarah Islam di Thailand, Sejarah Islam di Brunei dam
sebagainya.
Menurut hemat saya, naskah-naskah tua masih cukup banyak asal kita
mau mencari dan ia akan dapat membantu kita dalam usaha yang. besar itu. Sudah
waktunya kita meninggalkan tulisan-tulisan kaum penjajah sebagai sumber utama
sejarah Islam di Asia Tenggara, sudah masanya kita menggali sumber yang ada di
bumi kita sendiri.
Ini adalah salahsatu tujuan dari Seminar ini; Seminar Masuk dan
Berkembangnya Islam di Aceh dan Nusantara, disamping tujuan-tujuan yang
lain.
Amatlah membesarkan hati kami, hati kita sekalian, bahwa seminar
masuk dan berkembangnya Islam di Aceh -Nusantara, mendapat dukungan yang luas
dari masyarakat mendapat partisipasi yang hangat dari para ulama, para ahli
sejarah dan para sarjana terkemuka di Rantau Asia Tenggara ini, sehingga dengan
demikian dapat diharapkan seminar ini akan memberi hasil yang memadai
(sekurang-kurangnya).
Perhatian yang cukup besar dari Pemerintah Daerah Propinsi Daerah
Istimewa Aceh, kesungguhan yang tiada bertara dari Pemerintah Daerah Tingkat II
Aceh Timur dan segenap lapisan rakyatnya, bantuan serta dukungan yang berarti
dari Perusahaan Negara PERTAMINA, dan sumbangan yang ikhlas dari para pengusaha,
semua itu telah memberi makna yang sangat bernilai bagi pelaksanaan seminar
ini.
Menjadi kewajiban kita sekalian untuk mensyukuri rahmat Allah yang
berlimpahan itu.
Uraian singkat ini, hanya sekedar menjelaskan arti dan makna
seminar, yang pada saat ini sedang berlangsung upacara pembukaannya.
WABILLAHIT TAUFIK WAL HIDAYAH !
Banda Aceh, September 1980.oleh
PENGARUH GERAKAN IKHWANUL MUSLIMIN by:Dr,Hafiz Al-Ja'bary
Pengaruh Gerakan
di Mesir Dan Lain-Lainnya
Orang-orang yang terpengaruh oleh dakwah Imam Hasan Al-Bana melampaui
jutaan. Daerah organisasinya meluas mencakup setiap jengkal negeri kaum
Muslimin. Di kota-kota, di pusat-pusat kota, di desa-desa dan setiap tempat
schingga menjadi suatu jama'ah yang memiliki kesiapan dan persiapan. Organisasi
yang kuat dan sehat yang tidak dimiliki oleh sebagian pemerintahan yang
berdaulat dan memiliki kekuatan material dan pengalaman
politik.
Dan jama'ah itu di setiap tempat mempunyai suara tung-gal yang mengajak
kepada satu sasaran, dan satu program di bawah bimbingan pimpinan organisasi.
Diselenggarakan ha-laqoh-halaqoh pengajian mingguan, bulanan dan
tahunan.
Oleh karena itu manusia terpengaruh olehnya. Hal itu ditunjang pula oleh
ketenarannya yang baik di setiap tempat dan memantapkan posisinya di hati dan
otak mereka.
Jama'ah ini juga memiliki kctekunan yang terpuji di berbagai lapangan
dalam melayani manusia dan dalam bidang pcrtahanan agama.
Begitu pula pembahasan-pembahasan, makalah-makalah, dan kitab-kitab
jama'ah ini telah memberikan sumbangan positif dari segi penambahan budaya
manusia dengan ajaran-ajaran Islam dan keserasiannya bagi kelestarian dan
pemerintah-an. Sebagaimana juga telah memberikan sumbangan dalam membangunkan
generasi baru yang mencintai Islam dan ber-iman kepadanya sebagai agama yang
sempuma bagi kehidupan dan menolak segala teori-teori palsu dan
semboyan-semboyan cemerlang serta aliran-aliran yang
menghancurkan.
Sesungguhnya Gerakan Al-Ikhwan tidak diragukan lagi merupakan gerakan
Islam masa kini yang terbesar. Dan gerakan ini telah mcmberikan pengaruh besar
kcpada urat-urat nadi pemuda, setelah runtuhnya Daulah Islamiyah dari jalan
cabang-cabangnya yang banyak di setiap tempat yang mantap untuk bangkitnya
kcsadaran Isiam dan seruan keagamaan terbesar.
Ibnu Taimyah
Biografi Ibnu
Taimiyah
Silsilahnya
Syeikhul
Islam Al Imam Abul ‘Abbas namanya adalah Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam
bin ‘Abdullah bin Muhammad bin Khidir bin Muhammad bin Khidir bin ‘Ali bin
‘Abdullah bin Taimiyah Al Harani Ad-Dimasyqi.
Lahir dan
pertumbuhannya
Ia
lahir pada hari Senin 10 Rabi‘ul Awal di Haran tahun 661 Hijriah. Ketika umur 7
tahun dia bersama ayahnya pindah ke Damsyik karena melarikan diri dari serbuan
tentara Tartar.
Ia
tumbuh di lingkungan ilmu fiqh dan ilmu agama. Ayah, kakeknya dan saudaranya
serta sebagian besar pamannya adalah ulama-ulama terkenal. Dalam lingkungan
keluarga ilmiah yang shalih inilah Ibnu Taimiyah tumbuh dan berkembang. Ia mulai
menuntut ilmu dari ayahnya dan ulamaulama Damsyik. Ia menghafal Al-Qur‘an saat
masih kecil, mempelajari Hadits, fiqh, ushul (aqidah), dan tafsir. Ia sejak
kecil dikenal cerdas, kuat hafalannya, dan cepat menerima ilmu. Kemudian ia
memperluas pemahamannya dengan mempelajari berbagai ilmu, mendalaminya, dan
menguasainya sehingga ia memiliki syarat-syarat untuk menjadi mujtahid. Sejak
mudanya ia selalu menjadi imam. Ia dikenal mempunyai keluasan ilmu, akhlak yang
terpuji, dan kepemimpinan sebelum ia mencapai umur 30 tahun.
Karya
ilmiahnya
Dalam
bidang penulisan dan karya ilmiah, Ibnu Taimiyah telah meninggalkan warisan yang
sangat banyak dan berharga bagi umat Islam. Para ulama dan peneliti senantiasa
menimba air yang bersih dari beliau. Di tengah umat Islam sekarang sangat banyak
bertebaran karya-karya beliau berupa buku, risalah, fatwa, berbagai buletin dan
lain sebagainya. Ini yang telah diterbitkan, sedangkan yang masih tetap tak
dikenal dan tersimpan dalam manuscript masih sangat banyak.
Karakteristiknya
Di
samping keilmuan dan kedalaman pengetahuan agama beliau, beliau dikenal sebagai
orang yang suka melakukan amar ma‘ruf dan nahi mungkar. Allah mengaruniai beliau
dengan sifat-sifat terpuji yang sangat dikenal di tengah masyarakat. Beliau
seorang yang sangat dermawan sehingga lebih mendahulukan kepentingan orang yang
mengalami kekurangan makan, pakaian, dan sebagainya daripada dirinya sendiri.
Beliau sangat tekun beribadah, berdzikir, dan membaca Al-Qur‘an. Beliau hidup
jauh dari kemewahan dan kesenangan dan hampir tidak mempunyai simpanan harta
selain yang sangat dibutuhkan. Sifat-sifat seperti ini telah dikenal oleh
orang-orang pada zamannya. Beliau sangat rendah hati dalam penampilan, pakaian,
dan pergaulan dengan orang lain. Beliau tidak pernah mengenakan pakaian bagus
atau pakaian yang sangat jelek dan beliau tidak pernah memberatkan orang-orang
yang ditemuinya. Beliau terkenal berwibawa dan kuat dalam menegakkan kebenaran.
Beliau sangat disegani oleh para penguasa, ulama dan masyarakat umum. Orang yang
melihatnya merasa senang kepadanya, terpengaruh oleh kewibawannya dan
menghormatinya, kecuali orang-orang yang dengki dari kalangan pendukung hawa
nafsu. Ia dikenal sangat sabar, tabah memikul kesulitan dalam memperjuangkan
agama Allah. Ia sangat terbuka, suka mendatangi undangan dan mempunyai
keistimewaan atau karamah yang dapat disaksikan orang banyak. Semoga Allah
memberinya rahmat dan melapangkan tempatnya di alam kubur dan juga tempatnya di
surga.
Wafatnya
Syeikh
Ibnu Taimiyah wafat dalam penjara sebagai seorang tahanan di penjara Qal‘ah di
Damsyik. Beliau wafat pada malam Senin tanggal 20 Dzulqa‘dah tahun 728 Hijriyah.
Penduduk Damsyik keluar meluber dan begitu pula dari kota-kota di sekitarnya
untuk menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kuburan. Berbagai sumber
menyebutkan bahwa ketika wafat, jenazahnya diantarkan oleh khalayak yang
berjumlah sangat besar memenuhi kota. Semoga Allah memberinya rahmat dan
memberikan balasan sebaik-baiknya atas pengabdiannya kepada Islam dan kaum
musli
GALILEO GALILEI 1564-1642
Ilmuwan Itali besar ini mungkin
lebih bertanggung jawab terhadap perkembangan metode ilmiah dari siapa pun
juga. Galileo lahir di Pisa, tahun 1564. Selagi muda belajar di Universitas Pisa
tetapi mandek karena urusan keuangan. Meski begitu tahun 1589 dia mampu dapat
posisi pengajar di universitas itu. Beberapa tahun kemudian dia bergabung
dengan Universitas Padua dan menetap di sana hingga tahun 1610. Dalam masa
inilah dia menciptakan tumpukan penemuan-penemuan ilmiah.
Sumbangan penting pertamanya di bidang mekanika.
Aristoteles mengajarkan, benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang
benda yang lebih enteng, dan bergenerasi-generasi kaum cerdik pandai menelan
pendapat filosof Yunani yang besar pengaruh ini. Tetapi, Galileo memutuskan
mencoba dulu benar-tidaknya, dan lewat serentetan eksperimen dia berkesimpulan
bahwa Aristoteles keliru. Yang benar adalah, baik benda berat maupun enteng
jatuh pada kecepatan yang sama kecuali sampai batas mereka berkurang
kecepatannya akibat pergeseran udara. (Kebetulan, kebiasaan Galileo melakukan
percobaan melempar benda dari menara Pisa tampaknya tanpa sadar).
Mengetahui hal ini, Galileo mengambil langkah-langkah
lebih lanjut. Dengan hati-hati dia mengukur jarak jatuhnya benda pada saat yang
ditentukan dan mendapat bukti bahwa jarak yang dilalui oleh benda yang jatuh
adalah berbanding seimbang dengan jumlah detik kwadrat jatuhnya benda. Penemuan
ini (yang berarti penyeragaman percepatan) memiliki arti penting tersendiri.
Bahkan lebih penting lagi Galileo berkemampuan menghimpun hasil penemuannya
dengan formula matematik. Penggunaan yang luas formula matematik dan metode
matematik merupakan sifat penting dari ilmu pengetahuan modern.
Sumbangan besar Galileo lainnya ialah penemuannya
mengenai hukum kelembaman. Sebelumnya, orang percaya bahwa benda bergerak
dengan sendirinya cenderung menjadi makin pelan dan sepenuhnya berhenti kalau
saja tidak ada tenaga yang menambah kekuatan agar terus bergerak. Tetapi
percobaan-percobaan Galileo membuktikan bahwa anggapan itu keliru. Bilamana
kekuatan melambat seperti misalnya pergeseran, dapat dihilangkan, benda
bergerak cenderung tetap bergerak tanpa batas. Ini merupakan prinsip penting
yang telah berulang kali ditegaskan oleh Newton dan digabungkan dengan
sistemnya sendiri sebagai hukum gerak pertama salah satu prinsip vital dalam
ilmu pengetahuan.
Menara miring Pisa yang dianggap digunakan oleh Galileo mendemonstrasikan hukum-hukum mengenai jatuhnya sesuatu benda
Penemuan Galileo yang paling masyhur adalah di bidang
astronomi. Teori perbintangan di awal tahun 1600-an berada dalam situasi yang
tak menentu. Terjadi selisih pendapat antara penganut teori Copernicus yang
matahari-sentris dan penganut teori yang lebih lama, yang bumi-sentris. Sekitar
tahun 1609 Galileo menyatakan kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak
yang benar, tetapi waktu itu dia tidak tahu cara membuktikannya. Di tahun 1609,
Galileo dengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di Negeri Belanda.
Meskipun Galileo hanya mendengar samar-samar saja mengenai peralatan itu,
tetapi berkat kegeniusannya dia mampu menciptakan sendiri teleskop. Dengan alat
baru ini dia mengalihkan perhatiannya ke langit dan hanya dalam setahun dia
sudah berhasil membikin serentetan penemuan besar.
Dilihatnya bulan itu tidaklah rata melainkan
benjol-benjol, penuh kawah dan gunung-gunung. Benda-benda langit,
kesimpulannya, tidaklah rata serta licin melainkan tak beraturan seperti halnya
wajah bumi. Ditatapnya Bima Sakti dan tampak olehnya bahwa dia itu bukanlah
semacam kabut samasekali melainkan terdiri dari sejumlah besar bintang-bintang
yang dengan mata telanjang memang seperti teraduk dan membaur satu sama lain.
Kemudian diincarnya planit-planit dan tampaklah
olehnya Saturnus bagaikan dilingkari gelang. Teleskopnya melirik Yupiter dan
tahulah dia ada empat buah bulan berputar-putar mengelilingi planit itu. Di
sini terang-benderanglah baginya bahwa benda-benda angkasa dapat berputar
mengitari sebuah planit selain bumi. Keasyikannya menjadi-jadi: ditatapnya sang
surya dan tampak olehnya ada bintik-bintik dalam wajahnya. Memang ada orang
lain sebelumnya yang juga melihat bintik-bintik ini, tetapi Galileo menerbitkan
hasil penemuannya dengan cara yang lebih efektif dan menempatkan masalah
bintik-bintik matahari itu menjadi perhatian dunia ilmu pengetahuan.
Selanjutnya, penelitiannya beralih ke planit Venus yang memiliki jangka serupa
benar dengan jangka bulan. Ini merupakan bagian dari bukti penting yang
mengukuhkan teori Copernicus bahwa bumi dan semua planit lainnya berputar
mengelilingi matahari.
Ilustrasi dari hukum daya pengungkit Galileo dipetik
dari buku Galileo 'Perbincangan Matematik dan Peragaan'
Penemuan teleskop dan serentetan penemuan ini melempar
Galileo ke atas tangga kemasyhuran. Sementara itu, dukungannya terhadap teori
Copernicus menyebabkan dia berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya
habis-habisan. Pertentangan gereja ini mencapai puncaknya di tahun 1616: dia
diperintahkan menahan diri dari menyebarkan hipotesa Copernicus. Galileo merasa
tergencet dengan pembatasan ini selama bertahun-tahun. Baru sesudah Paus
meninggal tahun 1623, dia digantikan oleh orang yang mengagumi Galileo. Tahun
berikutnya, Paus baru ini --Urban VIII-- memberi pertanda walau samar-samar
bahwa larangan buat Galileo tidak lagi dipaksakan.
Enam tahun berikutnya Galileo menghabiskan waktu
menyusun karya ilmiahnya yang penting Dialog Tentang Dua Sistem Penting Dunia.
Buku ini merupakan peragaan hebat hal-hal yang menyangkut dukungan terhadap
teori Copernicus dan buku ini diterbitkan tahun 1632 dengan ijin sensor khusus
dari gereja. Meskipun begitu, penguasa-penguasa gereja menanggapi dengan sikap
berang tatkala buku terbit dan Galileo langsung diseret ke muka Pengadilan
Agama di Roma dengan tuduhan melanggar larangan tahun 1616.
Tetapi jelas, banyak pembesar-pembesar gereja tidak
senang dengan keputusan menghukum seorang sarjana kenamaan. Bahkan dibawah
hukum gereja saat itu, kasus Galileo dipertanyakan dan dia cuma dijatuhi
hukuman enteng. Galileo tidak dijebloskan ke dalam bui tetapi sekedar kena
tahanan rumah di rumahnya sendiri yang cukup enak di sebuah villa di Arcetri.
Teorinya dia tidak boleh terima tamu, tetapi nyatanya aturan itu tidak
dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hukuman lain terhadapnya hanyalah suatu
permintaarn agar dia secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi
berputar mengelilingi matahari. Ilmuwan berumur 69 tahun ini melaksanakannya di
depan pengadilan terbuka. (Ada ceritera masyhur yang tidak tentu benarnya bahwa
sehabis Galileo menarik lagi pendapatnya dia menunduk ke bumi dan berbisik
pelan, "Tengok, dia masih terus bergerak!"). Di kota Arcetri dia
meneruskan kerja tulisnya di bidang mekanika. Galileo meninggal tahun 1642.
Sumbangan besar Galileo terhadap kemajuan ilmu
pengetahuan sudah lama dikenal. Arti penting peranannya terletak pada
penemuan-penemuan ilmiah seperti hukum kelembaman, penemuan teleskopnya,
pengamatan bidang astronominya dan kegeniusannya membuktikan hipotesa
Copernicus. Dan yang lebih penting adalah peranannya dalam hal pengembangan
metodologi ilmu pengetahuan. Umumnya para filosof alam mendasarkan pendapatnya
pada pikiran-pikiran Aristoteles serta membuat penyelidikan secara kualitatif
dan fenomena yang terkategori. Sebaliknya, Galileo menetapkan fenomena dan
melakukan pengamatan atas dasar kuantitatif. Penekanan yang cermat terhadap
perhitungan secara kuantitatif sejak itu menjadi dasar penyelidikan ilmu
pengetahuan di masa-masa berikutnya.
Galileo mungkin lebih punya tanggung jawab daripada
orang mana pun untuk penyelidikan ilmiah dengan sikap empiris. Dialah, dan
bukannya yang lain, yang pertama kali menekankan arti penting peragaan
percobaan-percobaan, dia menolak pendapat bahwa masalah-masalah ilmiah dapat
diputuskan bersama dengan kekuasaan, apakah kekuasaan itu namanya Gereja atau
kaidah dalil Aristoteles. Dia juga menolak keras bersandar pada skema-skema
yang menggunakan alasan ruwet dan bukannya bersandar pada dasar percobaan yang
mantap. Cerdik cendikiawan abad tengah memperbincangkan bertele-tele apa yang
harus terjadi dan mengapa sesuatu hal terjadi, tetapi Galileo bersikeras pada
arti penting melakukan percobaan untuk memastikan apa sesungguhnya yang
terjadi. Pandangan ilmiahnya jelas gamblang tidak berbau mistik, dan dalam
hubungan ini dia bahkan lebih modern ketimbang para penerusnya, seperti
misalnya Newton.
Galileo, dapat dianggap orang yang taat beragama.
Lepas dari hukuman yang dijatuhkan terhadap dirinya dan pengakuannya, dia tidak
menolak baik agama maupun gereja. Yang ditolaknya hanyalah percobaan
pembesar-pembesar gereja untuk menekan usaha penyelidikan ilmu pengetahuannya.
Generasi berikutnya amat beralasan mengagumi Gahleo sebagai lambang pemberontak
terhadap dogma dan terhadap kekuasaan otoriter yang mencoba membelenggu
kemerdekaan berfikir. Arti pentingnya yang lebih menonjol lagi adalah peranan
yang dimainkannya dalam hal meletakkan dasar-dasar metode ilmu pengetahuan
modern.
oleh Michael H. Hart






