Harga Seorang Ibu

Apakah Seorang Ibu bisa Dihargai ?? Berapa Anda Mau Beli??

Kami Anak Rohis Masalah Buat Lo...;

Rohis Jadi sorotan Gara-Gara sering dituduh Sarang Teroris

Jadi Akhwat Kudu Kuat

Anda Kuat Dunia Kuat

Film Baru Hina Nabi

Muncul Lagi Maunya Apa Sih??

Negara-Negara Terkorup

9 Desember Adalah Hari Anti Korupsi Sedunia

Tuesday, 11 September 2012

BUTIRAN HIKMAH DI SEBALIK SEJARAH UDHIYAH EDISI 1 OLEH

Pada artikel kali ini kami sengaja mengangkat tema ini karena  Blessing  News and Friends memiliki  visi yaitu jangan sampek kita memahami  udhiyah ( Qurban ) sebatas ritual tahunan semata atau sebagai alat untuk senang-senang karena kita menikmati  daging kambing,sapi ,kerbau atau unta ( kalau ada he…he) Ok enyak , babe , kakek- nenek,bapak –ibu & akhi ukhti sekalian ( maklumlah ide kan umum untuk semua masyarakat gak pandang usia & suku ) _kita jika ingin memahami dan mendapatkan butiran – butiran hikmah ini maka yang harus kita lakukan ialah mengetahui alur cerita dari sejarah Qurban itu sendiri  , karena memang Qurban ini memiliki Asbab alias sebab nya mengapa ia di syariatkan oleh Allah yang maha rahim…
Maka dengarkanlah kisah ini " E…salah deng bukan dengerin tapi baca kisah ini coz inikan Artikel bukan ceramah .

Mulai serius ni

 . pertama ialah kisah Habil & Qobil. Mereka adalah anak-anak nabi adam Allah mengabadikan kisah ini dalam Al-Qur’an agar menjadi pelajaran bagi_anak cucu_Nabi Adam,termasuk kita semua. Diriwayatkan dari para sahabat di antaranya ialah ibnu abbas & ibnu mas'ud  bahwa Nabi Adam biasa mengawinkan  puteranya  dari  satu  kelahiran  dengan_puteri dari kelahiran yang lain.Karena itu Habil akan dinikahkan dengan saudara  perempuan Qabil yang paling cantik diantara anak-anak perempuan nabi adam as , Qobil menolak keinginan anak nya  karena ia ingin mengawani saudarinya  tersebut maka nabi adam memerintakan mereka berdua untuk memberikan Qurban kepada Allah & bagi siapa yang kurban nya di terima oleh Allah maka ia yang berhak menikahi  Gadis tersebut.maka ketika adam pergi .habil dan qobil mempersembahkan kurbanya ,habil berkurban dengan seekor kambing betina yang Gemuk & Qobil berkurban dengan setumpuk tanaman yang buruk. Sebenarnya memang latar belakang pekerjaan mereka berbeda Qobil adalah petani sedang habil adalah peternak ,namun qobil tidak mengkurbankan hasil tani nya yang baik melainkan  mengkurbankan  tanaman yang buruk , ternyata yang Allah terima ialah Qurban habil  melihat hal itu qobil sangat marah dan berkata  " aku pasti membunuh mu " agar habil tak jadi menikahi gadis tersebut_ Habil menjawab " sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang – orang yang bertaqwa.selanjutnya di kisahkan habil terlambat pulang Nabi adam as memerintahkan qobil untuk mencarinya , ketika mereka bertemu Qobil yang sangat marah berniat membunuh habil ,lalu habil menakut-nakutinya akan dosa dan berkata seperti yang dikisahkan Al-qur'an berikut ini

   
  "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, Aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya Aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam."( QS Al-maidah : 28 )


Habil tak ingin membalas qobil sekalipun sebenarnya habil lebih kuat , lalu qobil memukul habil di bagian kepala nya dengan batu  seketika itu juga habil wafat.


  
Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, Maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.
( QS 5 (Al-maidah :30)

Setelah membunuh saudaranya Qobil bingung ,membawa mayat saudaranya kemana-mana , tak tau apa yang harus di lakukanya , sampai kemudian Allah tabaraka wa ta'ala mengirim kan dua burung gagak yang berkelahi salah satu dari burung itu mati  dan burung gagak yang lain menggali tanah dengan cakar nya untuk menguburkan bangkai burung yang di bunuh nya.
Seperti di jelaskan dalam Qur'an suroh almaidah ayat 31
    
    Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya[410]. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, Mengapa Aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu Aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.

Melihat burung itu Qobil lalu menggali tanah dan menutupi jasad  habil dengan tanah
 ( menguburnya )

Nah…Dari kisah pertama ini apakah kita sudah bisa mengambil I'tibar nya ?? tentunya banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil.

Antara lain "

-Sifat dengki dengan saudara baik sedarah atau se aqidah ketika saudaranya mendapat ni'mat hanyalah akan membawa petaka.

Al-hasan al basriberkata : Wahai bani adam ( manusia ) mengapa engkau mendengki saudara mu ?kalau sesuatu yang di berikan kepada nya itu adalah kemuliaan baginya , maka mengapa engkau dengki kepada orang yang di muliakan oleh Allah ,?

 Orang yang dengki adalah musuh bagi kenikmatan yang Allah berikan ,Dengki di bolehkan kepada 2hal orang yang di beri harta lalu di gunakan untuk Allah & orang yang di beri pemahaman akan al-qur'an lalau di laksanakan nya

                Yang ke selanjutnya ialah , bahwa Qobil adalah orang pertama yang memulai pertumpahan darah , hari ini muncul banyak Qobil – Qobil moderen alias pembunuh –pembunuh baru , Dosa yang di lakukan qobil ini telah di contoh banyak orang artinya Qobil menerima dosa orang –orang yang mencontoh nya.

Siapa yang mengajari keburukan maka jika ada  orang yang meniru keburukan itu maka yang  mencontohkan akan menanggung dosa orang yang meniru tanpa mengurangi dosa peniru tersebut.
 ( Intisari HR muslim )



Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.( QS 4:93 )



3.Qurban yang Allah perintahkan hanyalah untuk membuktikan siapa yang Loyal kepada Allah sekali-kali Daging  kambing dan tanaman itu tak akan sampai kepada Allah yang sampai ialah Ketaqwaan nya

Daging (qurban) dan darahnya itu sekali – kali tidak akan sampai kepada ALLAH, tetapi yang sampai kepada-NYA adalah ketakwaan kamu. (QS. Al-Hajj ayat 37).  .”



Kisah ke 2 adalah kisah Ibrahim & ismail .

Pada suatu ketika Ibrahim membawa hajar sang istri dan ismail  dengan di bonceng di atas untanya tanpa tujuan yang pasti , karena terjadi sesuatu permasalahan di  rumah tangga ibrahim & Allah memang mewahyukan kepada ibrahim untuk pergi.

Setelah berminggu-minggu berada dalam perjalanan jauh yang melelahkan, tibalah Nabi Ibrahim bersama Ismail dan ibunya di Makkah kota suci di mana Kaabah didirikan . Di tempat di mana Masjidil Haram sekarang berada, berhentilah unta Nabi Ibrahim mengakhiri perjalanannya dan di situlah ia meninggalkan Hajar bersama puteranya dengan hanya dibekali dengan serantang bekal makanan dan minuman sedangkan keadaan sekitarnya tiada tumbuh-tumbuhan, tiada air mengalir, yang terlihat hanyalah batu dan pasir kering. Alangkah sedih dan cemasnya Hajar ketika akan ditinggalkan oleh Ibrahim seorang diri bersama dengan anaknya yang masih kecil di tempat yang sunyi senyap dari segala-galanya kecuali batu gunung dan pasir. Ia seraya merintih dan menangis, memegang kuat-kuat baju Nabi Ibrahim memohon belas kasihnya, janganlah ia ditinggalkan seorang diri di tempat yang kosong itu, tiada seorang manusia, tiada seekor binatang, tiada pohon dan tidak terlihat pula air mengalir, sedangkan ia masih menanggung beban mengasuh anak yang kecil yang masih menyusu. Nabi Ibrahim mendengar keluh kesah Hajar merasa tidak tega meninggalkannya seorang diri di tempat itu bersama puteranya yang sangat disayangi akan tetapi ia sadar bahwa apa yang dilakukannya itu adalah kehendak  Allah s.w.t. yang tentu mengandung hikmat yang masih terselubung baginya dan ia sadar pula bahwa Allah akan melindungi Ismail dan ibunya dalam tempat pengasingan itu dari segala kesukaran dan penderitaan. Ia berkata kepada Hajar:

"Bertawakal-lah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepada kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke sini dan Dialah yang akan melindungimu dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini. Sesungguh kalau bukan perintah dan wahyu-Nya, tidak sesekali aku tega meninggalkan kamu di sini seorang diri bersama puteraku yang sangat kucintai ini. Percayalah wahai Hajar, bahwa Allah Yang Maha Kuasa tidak akan melantarkan kamu berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun di atas kamu untuk selamanya, insya-Allah."

Rupa nya kepergian ibrahim meninggalkan hajar & ismail adalah perntah Allah.
Mendengar kata-kata Ibrahim itu segeralah Hajar melepaskan genggamannya pada baju Ibrahim dan dilepaskannyalah beliau menunggang untanya kembali ke Palestina dengan iringan air mata yang bercurahan membasahi tubuh Ismail yang sedang menetak. Sedang Nabi Ibrahim pun tidak dapat menahan air matanya ketika ia turun dari dataran tinggi meninggalkan Makkah menuju kembali ke Palestina di mana isterinya Sarah sedang menanti. Ia tidak henti-henti selama dalam perjalanan kembali memohon kepada Allah perlindungan, rahmat dan barakah serta kurnia rezeki bagi putera dan ibunya yang ditinggalkan di tempat terasing itu. Ia berkata dalam doanya:" Wahai Tuhanku! Aku telah tempatkan puteraku dan anak-anak keturunannya di dekat rumah-Mu (Baitullahil Haram) di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia agar mereka mendirikan salat dan beribadat kepada-Mu. Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan yang lazat, mudah-mudahan mereka bersyukur kepada-Mu."
Cerita nya Gini lho…
Karena sebenar nya dulu istri pertama ibrahim as . yaitu sarah tidak hamil-hamil lalu sarah menyuruh ibrahim menikah dengan hajar , lalu hajar hamil e….sarah merasa gimana gitu… ya wajarlah wanita…lalu hajar & ismail pisah dengan sarah  pergi di antar nabi  ibrahim..karena perpisahan itu permintaan sarah & tuntunan wahyu Allah.

 _ ibrahim pergi sama hajar dan ismail lalu ibrahim kembali lagi kepada sarah & meninggalkan hajar serta ismail di makkah.

Langsung saja singkat Cerita   Diriwayatkan bahwa selagi Hajar berada dalam keadaan tidak berdaya (karena tiada nya bahan makanan )  kecuali dari rahmat Allah dan pertolongan-Nya datanglah kepadanya malaikat Jibril, kemudian diajaklah Hajar mengikutinya pergi ke suatu tempat di mana Jibril menginjakkan telapak kakinya kuat-kuat di atas tanah dan segeralah memancur dari bekas telapak kaki itu air yang jernih dengan kuasa Allah. Itulah dia mata air Zam-zam yang sehingga kini dianggap suci oleh jemaah haji, berdesakan sekelilingnya untuk mendapatkan setitik atau seteguk air dari padanya dan karena sejarahnya mata air itu disebut orang "Injakan Jibril". Ada juga yang mengatakan itu bekas air mata nabi Ismail.
Alangkah gembiranya dan lega dada Hajar melihat air yang mancur itu. Segera ia membasahi bibir puteranya dengan air suci itu dan segera pula terlihat wajah puteranya segar kembali, demikian pula wajah si ibu yang merasa sangat bahagia dengan datangnya mukjizat dari sisi Tuhan yang mengembalikan kesegaran hidup kepadanya dan kepada puteranya sesudah dibayang-bayangi oleh bayangan mati kelaparan yang mencekam dada.
PERINTAH MENYEMBELIH ISMAIL AS
Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada puteranya yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum.
Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah, maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan, seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah, seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oleh tangan si ayah sendiri.
Namun ia sebagai seorang Nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah, menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi sebagai akibat pelaksanaan perintah itu.
Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan firman Allah yang bermaksud: "Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalahnya". Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam (niat) tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya. Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.
Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sangat taat kepada Allah dan bakti kepada orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya:
"Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu, agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya."
Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata: "Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah".
Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang sudah tersedia dan sambil memegang parang di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim yang tergenang air berpindah memandang dari wajah puteranya ke parang yang mengilap di tangannya, seakan-akan pada masa itu hati beliau menjadi tempat pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, parang diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa daya, parang yang sudah demikian tajamnya itu ternyata menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan sebagaimana diharapkan.
Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah perkorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan perkorbanan puteranya. untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, sampai-sampai terjadi seketika merasa bahwa parang itu tidak lut memotong lehernya, berkatalah ia kepada ayahnya:" Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cubalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku. "Akan tetapi parang itu tetap tidak berdaya mengeluarkan setitik darah pun dari daging Ismail walau ia telah ditelangkupkan dan dicuba memotong lehernya dari belakang.
Dalam keadaan bingung dan sedih hati, kerana gagal dalam usahanya menyembelih puteranya, datanglah kepada Nabi Ibrahim wahyu Allah dengan firmannya: "Wahai Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah kami akan membalas orang-orang yang berbuat kebajikkan". Kemudian sebagai tebusan ganti nyawa, Ismail telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih seekor kambing yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau dengan parang yang tumpul di leher puteranya Ismail itu. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap Hari Raya Idul Adha di seluruh pelosok dunia.                                                                                                
“HIKMAH NYA “

Hikmah nya banyak sekali baik bagi kehidupan individu ataupun keluarga , Namun disini tidak akan di jelaskan semua yang jelas bagaimana tingkat kesabaran seorang istri yang di tinggal suami sekaligus seorang ibu , walau di rundung kesusahan namun  ia tetap berharap pada Allah swt , dan berusaha tak kenal putus asa maka pertolongan Allah pun  datang .
“Tegas nya di balik kesulitan ada pasti kemudahan”
Selanjutnya walaupun ismail adalah anak yang sangat di cintai ibrahim namun ketika datang perintah Allah ,yang menurut logika gak masuk akal , yaitu nyembelih anak nya sendiri maka ibrahim memilih cinta nya pada Allah inilah yang di sebut tunduk,patuh,berserah diri  pada Allah tanpa fakir-fikir perintah itu masuk akal atau tidak ,ismail pun demikian merupakan anak yang sholeh  ta’at.itulah anak dambaan ayah dan ibu yang ta’at pada  Dinullah.
  namun Allah mengganti nya dengan kambing , karena semua itu untuk menguji iman, cinta & ta’at nya ibrahim pada Nya  “ wallahu a’lam  bi showab “
Isya Allah bersambung lain waktu …..yach.

Monday, 10 September 2012

Biografi : Chris Gardner Tak pernah berhenti menggapai mimpi

 
Seorang gelandangan yang di tangkap oleh polisi karena tidak bisa Membayar jasa parkir, ditinggal pergi sang istri, dan seorang yang berpendidikan rendah namun kehidupan yang dia alami menjadi kisah tersendiri bagi Chris Garder  dan menjadi ispirasi bagi kita semua.

            Ibunya sebagai seorang guru hidup dalam kondisi tak berkecukupan ayah tirinya sangat kejam terhadapnya bahkan ketika ia masuk akademi militer AS ia merasa bahwa penyiksaan yang di lakukan oleh ayahnya lebih kejam daripada pendidikan militer yang ia jalani.
            Setelah putus sekolah Menengah Atas, Gardner berbohong tentang usia dan bergabung dengan US Navy. Ia berharap untuk menjadi seorang tenaga medis dan bisa keliling dunia, tetapi itu tidak pernah dicapainya. Ia hanya sampai di North Carolina. Namun, pengalaman itu memperkenalkan Gardner ke ahli bedah jantung, yang kemudian mempekerjakan Gardner sebagai asisten penelitian klinis di University of California Medical Centre di San Francisco. Gardner menikmati pekerjaan, tetapi ia hanya memiliki penghasilan $ 7,400 per tahun dan ia ingin lebih.
            Ia berkeinginan menjadi petugas medis namun impian itu sepertinya ketinggian untuk dirinya karena ia merasa  tak sanggup melunasi pinjaman untuk sekolah medis. Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi penjual alat medis, dengan penghasilan $ 16.000 per tahun. Atau 12000000/ bulan kalau perdolar = Rp.9000.
            Pada suatu saat pria kelahiran 9 Februari 1954 ini  bertemu dengan seseorang yang mengendarai mobil Ferrari berwarna merah. Ia sedang mencari tempat parkir. Saya berkata ‘Kamu boleh mendapatkan tempat saya, tetapi saya harus bertanya dua pertanyaan.’ Dua pertanyaan itu adalah: Apa pekerjaan kamu? Dan bagaimana kamu melakukannya? Ternyata orang itu adalah seseorang penjual saham dan penghasilannya adalah sebanyak $80.000 sebulan.”
            Kita melihat Pertanyaan yang di ajukan olehnya adalah pertanyaan seorang yang  hatinya selalu terpaut dengan cita-citanya, kejadian itu membawa kepada revolusi pemikiran baginya,setelah bertemu orang itu  Gardner mempunyai tujuan karir yang jelas dan dia mulai mengetuk pintu pintu, mendaftar sebagai peserta pelatihan di perusahaan penjual saham walaupun untuk itu ia harus hidup hampir tanpa apapun ketika ia belajar. Ketika ia akhirnya diterima di program pelatihan itu, ia meninggalkan pekerjaannya sebagai wiraniaga penjual peralatan kedokteran. Tetapi rencananya hancur berantakan ketika orang yang menawarkan program pelatihan tersebut dipecat, dan Gardner tidak mempunyai pekerjaan dimana ia bisa kembali bekerja. Kemudian ia dimasukan ke penjara karena tidak bisa membayar denda parkir sebanyak $1,200. Isterinya meninggalkannya dan Gardner, walaupun dengan situasi yang sangat sulit, berjuang untuk terus mempertahankan anaknya karena seperti katanya, “Saya membuat keputusan dalam pikiran saya sebagai anak yang masih muda bahwa jika saya mempunyai anak, maka anak anak harus tahu ayahnya, dan anaknya tidak boleh pergi kemanapun.”
Akhirnya setelah berjuang untuk masuk sebagai peserta pelatihan di Dean Witter Reynolds, upahnya yang kecil sebagai peserta pelatihan berarti ia, seperti banyak pekerja yang miskin di Amerika, mempunyai pekerjaan tetapi tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Teman teman kerjanya tidak pernah tahu bahwa ia melewatkan waktu sorenya untuk mencari day care (tempat perlindungan sosial untuk anak atau orang tua), mencari makanan dan tempat yang aman untuk ia dan anaknya tidur. Setelah tinggal di WC terkunci berhari hari di stasiun kereta api di Oakland, Gardner membujuk pendeta Cecil Williams, pendiri program baru untuk perlindungan wanita yang tidak mempunyai rumah di gereja Glide Memorial United Methodist, agar ia dan anaknya bisa tinggal di tempat itu.
Gardner lulus ujian untuk mendapatkan sertifikat pada tahun 1981 dengan sekali coba. Dia datang awal, pulang lambat dan bekerja dengan telepon hari demi hari untuk mendapatkan pelanggan baru.ketekunanya itu berbuah Dia dan anaknya mendapatkan apartemen dan pada tahun 1983 bergabung dengan Bear, Stearns & Company. Setelah menjadi seorang penjual dengan penjualan tertinggi di San Francisco dan kemudian di New York, Gardner keluar dan membuat perusahaan Gardner Rich & Company, Inc., sebuah institusi perusahaan broker yang spesialisasinya pada penagihan hutang, modal dan produk produk turunan transaksi untuk beberapa institusi terbesar, perencanaan pensiun umum dan serikat serikat pekerja. Perusahaannya telah diperluas dengan Christopher Gardner International Holdings dan sekarang mempunyai proyek usaha bisnis yang sedang dilakukan di Afrika Selatan.
Gardner mengulurkan tangannya ke banyak program untuk melayani orang tanpa rumah, memberikan waktunya, pertolongan, dan dana. Terbanyak diantaranya adalah gereja Glide United Methodist di San Francisco dan The Cara Program di Chicago. Di Glide, Gardner menolong pengumpulan dana, menyumbangkan pakaian pakaian dan sepatu sepatu, dan berbicara pada pelayanan pelayanan dan acara acara khusus. Dia juga terlibat di sebuah rencana untuk me revitalisasi dan menyediakan perumahan di sekitar Glide. Di Cara, tempat untuk membantu tuna wisma dan di tempat dengan populasi beresiko tinggi seperti Chicago dengan program program pelatihan bekerja dan penempatan, Gardner berbicara di sesi konseling, membantu dengan penempatan pekerjaan, dan juga menyumbangkan pakaian dan sepatu sepatu.
            Kini kehidupan nya berubah 180 derajat dari gelandangan menjadi Milyader  kaya raya karena dia tidak pernah berhenti berusaha keras.
Cerita yang mengagumkan dari perjuangan Chris Gardner, kepercayaan, jiwa kewirausahaan dan devosi seorang ayah telah melontarkan ia jauh dari kemasyuran yang ia temukan di Wall Street (tempat bursa efek seperti BEJ). Dia telah di wawancarai di acara “Evening News with Dan Rather,” “20/20,” “Oprah,” “Today Show,” “The View,” “Entertainment Tonight,” CNN, CNBC, Fox News Channel dan juga menjadi subjek berita sebagai profil di banyak surat kabar dan majalah termasuk People, USA Today, Associated Press, New York Times, Fortune, Jet, Reader’s Digest, Trader Monthly, Chicago Tribune, San Francisco Chronicle, The New York Post dan the Milwaukee Journal Sentinel. Dia juga menjadi pembicara yang sering dicari.
            Bahkan kisah hidupnya telah di filmkan dengan judul : The Pursuit of Happyness, pada th 2006.

Friday, 7 September 2012

JANGAN BERHENTI SAMPAI DISINI

 
cobalah kita lihat kaki kita gerakan kaki kanan selangkah ke depan, gerakan kaki kiri selangkah ke depan apakah kita masih bisa bergerak ? Alhamdulillah jika kita masih bisa bergerak. Sekarang coba lihat kedua telapak tangan kita apakah masih bisa di gerakan ? Alhamdulillah jika masih bisa bergerak...sekarang cobalah kita untuk mengucapkan kata-kata ini, tolong di ucapkan dengan lisan jangan dengan hati Subhanallah, Walhamdulillah  Allahu akbar..sekali lagi  Subhanallah wal hamdulillah  Allahuakbar.. Alhamdulillah anda telah berdzikir hari ini.
            Mengapa kami menulis demikian karena jika di fikir – fikir ternyata ada yang hilang di bulan ini, di bulan ini masyarakat kehilangan tarawih,kehilangan Tadarus Qur’an, kehilangan amalan-amalan sunnah dan kehilangan kebiasaan baik, hal ini di sebabkan karena  Ramadhan telah meninggalkan kita semua.
            Namun ya sudah menjadi ketentuan Allah jika ramadhan itu hanya sekali selama setahun jika kita mengadakan ramadhan di luar bulan ramdhan malah bisa-bisa  MUI ngamuk lantaran aliran sesat di indonesia nambah..lagi.. he..he.,
            Walaupun ramadhan hanya sekali setahun namun pembuktian keberhasilan ramadhan adalah di sebelas bulan setelahnya jika di  sebelah bulan setelahnya antum bertaqwa maka  tarbiyah ramadhan kemaren telah sukses, maka JANGAN BERHENTI SAMPAI DISINI sholat sunnahnya , baca qur’anya, nahan emosinya, berbuat baiknya marilah kita lanjutkan sampai bertemu ramadhan yang akan datang agar kita benar-benar  La’alakum tataqun.
            Karena ternyata kita masih bisa bergerak, masih memiliki kemauan dan masih bisa berjalan mengambil mushaf qur’an lalu membacanya....INGAT : JANGAN BERHENTI SAMPAI DI SINI.

Rasulullah _ Beribu Ujian Da’wa Tetap Jalan.



Saudara – saudari ku, Sejak  awal-awal rasulullah berjuang untuk menyebarkan islam rasulullah sudah  menghadapi tantangan dari mulai yang bersifat psikologis ataupun yang bersifat fisik.
            Rasulullah Saw seorang yang mulia dikatakan Gila  oleh orang yang tak menyenangi perjuangan beliau _dan mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan kepadanya adz-Dzikr (al-Qur'an), sesungguhnya engkau adalah orang yang benar-benar gila". (Q.S.15/ al-Hijr: 6)
                Merekapun mengatakan beliau tukang Sihir _"Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata :"ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta". (Q.S. 38/Shaad: 4)
                Pernah Rasulullah duduk bersama-sama dengan para sahabat  yang terdiri dari kaum yang Lemah ( mustadh’afun) Lalu orang-orang kafir itu dengan seenaknya sendiri mengatakan orang-orang semacam itukah diantara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?". (Q.S. 6/al-An'am: 53)
                 Para pembenci rasulullah tidak hanya membenci beliau namun juga membenci ajaran beliau dan menghalangi orang lain untuk tidak menerima ajaran islam,  “ Jika Rasulullah saw selesai mengajarkan Al-Qur’an kepada manusia maka  an-Nadhar bin al-Harits salah satu penghalang da’wah rasul datang kemajelis tersebut dan mengisahkan kepada mereka tentang cerita raja-raja Persia, Rustum dan Asvandiar. Setelah itu, dia berceloteh: "Kalau begitu, bagaimana bisa ucapan Muhammad lebih bagus dari ucapanku ini?". Untuk menyaingi  apa yang di sampaikan oleh rasulullah itu.
                Ujian-ujian di atas dirasa oleh kaum kaffirin tidak bisa melemah da’wah rasul maka segera mereka bermusyawarah dan mengambil langkah yang lebih Ekstrim yaitu Menyiksa Para Pengikut rasulullah Saw.
                 Abu Jahal, jika  mendengar seorang laki-laki masuk Islam, berketurunan bangsawan serta memiliki perlindungan (suaka), maka dia mencaci, menghina serta mengancamnya dengan mengatakan bahwa dia akan membuatnya mengalami kerugian materil dan psikologis. Sedangkan bila orang tersebut lemah maka dia menggebuk dan menghasutnya.
            Ustman bin Affan di gulung oleh pamanya dengan tikar lalu Asapi dari bawahnya.
            Mush'ab bin 'Umair, manakala ibundanya mengetahui keislamannya, membiarkan dirinya kelaparan dan mengusirnya dari rumah padahal sebelumnya dia termasuk orang yang hidup berkecukupan. Lantaran tindakan ibundanya tersebut, kulitnya menjadi bersisik layaknya kulit ular.
                Shuhaib bin Sinan ar-Rumy disiksa hingga kehilangan ingatan dan tidak memahami apa yang dibicarakannya sendiri. Astaghfirullah
                Bilal, maula Umayyah bin Khalaf al-Jumahi mengalami perlakuan yang sangat kejam dari majikannya. Pundaknya diikat dengan tali lantas tali tersebut diserahkan kepada anak-anak kecil untuk diseret dan dibawa keliling sepanjang pegunungan Mekkah. Akibatnya, bekas tali tersebut masih nampak di pundaknya. Umayyah, sang majikan selalu mengikatnya kemudian menderanya dengan tongkat. Kadang ia dipaksa duduk di bawah teriknya sengatan matahari. Ia juga pernah dipaksa lapar. Puncak dari itu semua adalah saat dia dibawa keluar pada hari yang suhunya sangat panas, kemudian dibuang ke Bathha' (tanah lapang berkerikil) Mekkah. Setelah itu, ia ditindih dengan batu besar dan ditaruh ke atas dadanya. Ketika itu, berkata Umayyah kepadanya:"Tidak, demi Allah! engkau akan tetap mengalami seperti ini sampai engkau mati atau engkau kafir terhadap (ajaran) Muhammad dan menyembah al-Laata dan al-'Uzza". Meskipun dalam kondisi demikian, ia tetap berteriak: "Ahad, Ahad". Mereka terus menyiksanya hingga suatu hari Abu Bakar melewatinya, lalu membelinya dan menukarkannya dengan seorang anak berkulit hitam. Ada riwayat yang mengatakan: dengan tujuh uqiyyah (satu uqiyyah= 12 dirham atau 28 gram-red) atau lima uqiyyah dari perak, kemudian beliau memerdekakannya.
                'Ammar bin Yasir maula Bani Makhzum sekeluarga radhiallaahu 'anhum ; dia, ayahnya dan ibunya yang masuk Islam tak luput dari penganiayaan. mereka diseret keluar menuju al-Abthah (suatu tempat di Mekkah) oleh kaum Musyrikin yang dipimpin oleh Abu Jahal. Saat itu suhu udara sangat panas dan menyengat. Maka dalam kondisi seperti itulah mereka menyiksa keluarga tersebut. Ketika mereka sedang menjalani siksaan, Nabi Shallallâhu 'alaihi wasallam melintas di hadapan mereka sembari bersabda: "Bersabarlah wahai Ali Yasir (keluarga besar Yasir)! Sesungguhnya tempat yang dijanjikan untuk kalian adalah surga". Yasir, ayahnya meninggal dunia dalam siksaan tersebut sedangkan ibunya, Sumayyah ditusuk oleh Abu Jahal dari arah qubulnya dengan tombak dan meninggal dunia seketika. Dialah syahidah (wanita yang mati syahid) pertama dalam Islam. Setelah itu, kaum Musyrikin tersebut meningkatkan frekuensi siksaan mereka terhadap 'Ammar; terkadang dengan menjemurnya saja, terkadang dengan meletakkan batu besar yang memerah (saking panasnya) diatas dadanya dan terkadang dengan menenggelamkannya alias membenamkan mukanya ke dalam air. Kala itu, mereka berkata kepadanya: "kami tidak akan terus menyiksamu hingga engkau mencaci Muhammad atau mengatakan sesuatu yang baik terhadap al-Laata dan al-'Uzza. Maka, dia pun secara terpaksa menyetujui hal itu. Setelah itu dia mendatangi Nabi sambil menangis dan meminta ma'af atas kejadian tersebut kepada beliau Shallallâhu 'alaihi wasallam. Ketika itu, turunlah ayat: "Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan dari Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)…". (Q.S. 16/an-Nahl: 106).
                Abu Fakihah – namanya Aflah – seorang maula Bani 'Abdi ad-Daar mukanya dijerembabkan oleh kaum Musyrikin ke tanah yang melepuh oleh terik matahari, kemudian diletakkan diatas punggungnya sebuah batu besar hingga dia tak dapat bergerak lagi. Dia dibiarkan dalam keadaan demikian hingga hilang ingatan. Suatu kali, mereka mengikat kakinya dengan tali, lalu menyeretnya dan melemparkannya ke tanah yang melepuh oleh terik matahari seperti yang dilakukan terhadapnya sebelumnya, kemudian mencekiknya hingga mereka mengira dia telah mati. Saat itu, Abu Bakar melewatinya lalu membeli dan memerdekakannya karena Allah Ta'ala.
                Khabbab bin al-Aratt, maula Ummi Anmaar binti Siba' al-Khuza'iyyah disiksa oleh kaum Musyrikin dengan aneka siksaan; rambutnya mereka jambak dengan keras sekali, lehernya mereka betot dengan kasar lalu melemparkannya ke dalam api yang membara kemudian –dalam kondisi demikian- jasadnya mereka tarik sehingga api itu terpadamkan oleh lemak yang meleleh dari punggungnya
                Dari kalangan budak Muslimah, terdapat riwayat Zunairah, an-Nahdiyyah dan Ummu 'Ubais. Tatkala mereka masuk Islam, kaum Musyrikinpun melakukan penyiksaan terhadap mereka sama seperti yang telah dilakukan terhadap para shahabat sebelumnya diatas.
                Dan masih banyak yang lainya..
                Di rasa oleh kaffiri Quroisy cara di atas masih saja tidak dapa melumpuhkan da’wah islam karena rasulullah TAK MENGENAL BERHENTI UNTUK BERDA’WAH  Maka mereka mendatngi paman rasulullah dan mengancam beliau. Mereka berkata "wahai Abu Thalib! Sesungguhnya kami menghargai usia, kebangsawanan dan kedudukanmu. Dan sesungguhnya pula, kami telah memintamu menghentikan gelagat keponakanmu itu, namun engkau tidak melakukannya. Sesungguhnya kami, demi Allah! tidak akan mampu bersabar atas perbuatan mencela nenek moyang kami, membuyarkan impian kami dan mencemooh tuhan-tuhan kami hingga engkau mencegahnya sendiri atau kami yang akan membuat perhitungan dengannya dan denganmu sekaligus. Setelah itu, kita lihat siapa diantara dua kelompok ini yang akan binasa..”
                Apakah dengan berbagai ujian-ujian berat itu rasulullah berhenti untuk berdakwah, berhenti untuk berjuang tidak Tidak dan TIDAK.......rasulullah justru mengatakan dengan kata-kata yang penuh dengan semangat dan motivasi dengan perkataan yang keluar dari hati yang di selimuti cahaya iaman yaitu “"wahai pamanku! Demi Allah! andaikata mereka letakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan agama ini -hingga Allah memenangkannya atau aku binasa karenanya- niscaya aku tidak akan meninggalkannya". Beliau mengungkapkannya dengan berlinang air mata dan tersedu, lalu berdiri untuk berpaling namun ketika itu, pamannya memanggilnya dan menghampirinya sembari berkata: "Pergilah wahai keponakanku! Katakanlah apa yang engkau suka, demi Allah! aku tidak akan pernah selamanya menyerahkanmu kepada siapapun!". Lalu dia merangkai beberapa untai bait (artinya)

               
Demi Allah! mereka semua tidak akan dapat menjamahmu
Hingga aku terkubur berbantalkan tanah
Berterang-teranganlah dengan urusanmu, tiada cela bagimu
Bergembira dan bersuka citalah dengan hal itu.
                Pernah ada sahabat yang datang mengadu kepada rasulullah _ Mengapa rasul tidak memintakan kepada Allah pertolongan untuk kami, mengapa anda tidak mendo’akan kami. Krmudian rasulullah saw menjawab keluhan itu :
“Telah terjadi sebelum kamu penyiksaan kepada seorang lelaki, di gali baginya kuburan di tanah dan di masukan kedalamnya, kemudian di datangkan gergaji untuk di letakkan di atas kepalanya dan di jadikan dua bagian .setelah itu disisir dengan sisir yang terbuat dari besi dengan memisahkan daging dan tulangnya . Namun siksaan tersebut sama sekali tidak mengubah dia dari agama Allah. Demi Allah. Sungguh Allah menginginkan perkara ini sehingga seorang pengendara dari shan’a sampai hadhramaut tidak takut kecuali hannya  kepada Allah,serta tidak takut akan kambingnya kecuali srigala, akan tetapi anda sekalian terburu-buru

Patut pembaca fahami bahwa rasulullah bukan hanya di uji dengan kesusahan namun ia pun pernah di tawari dengan berbagai tawaran duniawi “
Dengarlah! Aku ingin menawarkan beberapa hal kepadamu lantas bagaimana pendapatmu tentangnya?. Semoga saja sebagiannya dapat engkau terima”.
“wahai Abu al-Walîd! katakanlah, aku akan mendengarkannya!”, jawab Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam .
“wahai anak saudaraku! Jika apa yang engkau bawa itu semata hanya menginginkan harta, kami akan mengumpulkan harta-harta kami untukmu sehingga engkau menjadi orang yang paling banyak hartanya diantara kami; jika apa yang engkau bawa itu semata hanya menginginkan kedudukan, maka kami akan mengangkatmu menjadi tuan kami hingga kami tidak akan melakukan sesuatupun sebelum engkau perintahkan; jika apa yang engkau bawa itu semata hanya menginginkan kerajaan, maka kami akan mengangkatmu menjadi raja; dan jika apa yang datang kepadamu adalah jin yang engkau lihat dan tidak dapat engkau mengusirnya dari dirimu, kami akan memanggilkan tabib untukmu serta akan kami infakkan harta kami demi kesembuhanmu, sebab orang terkadang terkena oleh jin sehingga perlu diobati”, katanya - atau sebagaimana yang dia katakan- hingga akhirnya ‘Utbah selesai dan Rasulullah mendengarkannya
Dia menjawab: “ya”.
Beliau berkata: “ Nah, sekarang dengarkanlah dariku!”.
Dia menjawab: “ya, akan aku dengar”.
Beliau membacakan firmanNya (surat Fushshilat dari ayat 1-5) artinya :” Hâ mîm [1]. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang [2]. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam Bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui [3]. Yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan [4]. Mereka berkata: ‘hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya..[5]”.
Kemudian Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam melanjutkan bacaannya.
Tatkala ‘Utbah mendengarnya, dia malah diam serta khusyu’ mendengarkan sambil bertumpu diatas kedua tangannya yang diletakkan dibelakang punggungnya hingga beliau Shallallâhu 'alaihi wasallam selesai dan ketika melewati ayat sajadah, beliau bersujud. Setelah itu, beliau Shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda: “wahai Abu al-Walîd, engkau telah mendengarkan apa yang telah engkau dengar tadi. Sekarang terserah padamu”.

‘Utbah bangkit dan menemui para shahabatnya. Melihat kedatangannya, sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain:

“kami bersumpah atas nama Allah! sungguh Abu al-Walid telah datang kepada kalian dengan raut muka yang berbeda dengan sewaktu dia pergi tadi”.

Itulah rasulullah dia tidak berhenti, tidak mengiyakan tawaran duniawi yang menggiurkan,itulah rasulullah atas pertolongan Nya atas ayat-ayatnya yang senantiasa menguatkan hati rasulullah beliau tidak berhenti berdakwah,
Wahai saudaraku  Berlarilah menuju cita-citamu jangan berhenti  mohonlah pertolongan Allah karena sesungguhnya pertolongan Allah amatlah Dekat .. dekat dan DEKAT SEKALI...
















SEDEKAH & INFAK RECEH (S&IR) Tetap berbagi meski tak bulan puasa lagi..









ini merupakan oleh-oleh dari Allah untuk Blessing News setelah  ramadhan, walau sudah gak bulan puasa lagi namun apa yang di lakukan oleh Inkai smanjo Lam-teng dan Risma Mushola Nurul iman 23 metro yang bergabung dalam blessing News memberikan ispirasi tersendiri, mereka mengumpulkan apa yang hari ini terkesan kecil bahkan tak ada nilainya, dikala rendahnya kesadaran tentang berinfak dan bersedekah juga betapa sulitnya mengajak untuk melaksanakan hal itu, muncul satu kreativitas untuk mengumpulkan Uang receh dan barang gelas atau botol air mineral sisa idul fitri untuk di sumbangkankan kepada yayasan atau organisasi yang memiliki tujuan yang sama dengan blessing news.
Add caption
            Yang notabenya uang logam dan barang bekas itu dianggap sebagai barang yang kurang ada harganya, namun ketika terkumpul hasilnya luar biasa, Dalam 5 hari  saja terkumpul uang sebesar Rp.90.000,- dan uang tersebut langsung di sumbangkan ke Media Ilmu sebuah lembaga pendidikan yag ada di kota metro lampung.
            Planing kedepan pengumpulan ini akan di laksanakan setiap bulan dan insya Allah akan banyak peminat dari rekan-rekan yang lain untuk menyumbangkan recehanya.


ila Online - Just For Fun
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Site Search