Harga Seorang Ibu

Apakah Seorang Ibu bisa Dihargai ?? Berapa Anda Mau Beli??

Kami Anak Rohis Masalah Buat Lo...;

Rohis Jadi sorotan Gara-Gara sering dituduh Sarang Teroris

Jadi Akhwat Kudu Kuat

Anda Kuat Dunia Kuat

Film Baru Hina Nabi

Muncul Lagi Maunya Apa Sih??

Negara-Negara Terkorup

9 Desember Adalah Hari Anti Korupsi Sedunia

Monday, 30 July 2012

Sudah 6000 Jiwa yang melayang akibat pembantaian muslim Rohingya Myanmar

Blessing News(Myanmar )


Pembantaian Umat muslim di rohingya Myanmar  oleh para penganut  Agama Budha sudah sangat keterlaluan, sampai  Juli 2012 Jumlah korban meninggal sudah 6000 Jiwa, Sedangkan menurut PBB jumlah muslim Rohingya mencapai   800000, Namun yang menjadi anehnya President  Myanmar Thein Sein  tidak mengakui  muslim rohingya sebagai warga Negara  Myanmar dan mendukung agar muslim Myanmar mengungsi ke Negara-negara sekitar, demikian juga pemerintah dia atas tragedy bedarah di Myanmar, selain itu juga muslim rohingya  menjadi  penganiayaan , pemerkosaan dan pembakaran, banyak rumah-rumah yang di bakar.

Saturday, 28 July 2012

Pertobatan Cewek Punk Bernama Intan

Intan, Dari Seorang Punk, Kini Menjadi Muslimah Kaffah
Intan, kini menemukan gaya hidup yang sejati yaitu ISLAM
Jum'at, 27 Juli 2012

Hidayatullah.com--Alkisah tahun 2007-2008.  Wanita bernama lengkap Intan Dwi ini mengalami pemberontakan batin. Sebagai akibatnya, gadis kelahiran 24 April 1995 jarang pulang ke rumah. Kalaupun pulang, paling cepat biasanya hanya dua minggu sekali.   Musik punk dan kehidupan jalanan akhirnya menjadi pilihan hidupnya saat itu. Jiwa pemberontakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dirinya.
“Itu gaya hidupnya,” jawab Intan kepada hidayatullah.com saat ditanya tentang alasannya tertarik menjalani hidup sebagai anak punk.
Intan bercerita, selama nge-punk ia tinggal tak menentu. Tidur di jalanan mulai dari jalur Sukabumi, Cibinong hingga Ciawi Puncak Bogor Jawa Barat. Mengamen, bersenang-senang dengan rekan-rekannya sebagai sesuatu yang ia jalani, setelah ia terpengaruh dari gaya hidup band-band punk.  Ia menyebut band seperti Rancid, Ramones hingga Sex Pistols.
Rupanya takdir berkata lain. Titik jenuh menghampirinya di tahun 2010, setelah selama 2009 dia mengalami proses pertempuran batin. Rasa bosannya membuat dia membutuhkan suasana baru dari sekitar mengamen, makan, senang-senang. Intan mulai tersadarkan ketika Allah Subhana Wa Ta’alah mempertemukan dia dengan komunitas bernama Punk Muslim.
“Semua ini karena do’a dari orangtua,” jelas gadis yang bisa bermain gitar ini.
Di Punk Muslim, dia mulai mengikuti pengajian rutin bersama teman-teman barunya.  Mulai dari belajar membaca Al-Qur’an hingga materi-materi akiidah Islamiyah seperti; marifatullah, marifatul rasul dan fiqih wanita dan nilai-nilai agama lainnya.
“Banyak banget perubahan, terutama mungkin dari keluarga lebih memerhatikan, dan tetangga lebih segan ke kita. Sekarang juga semakin banyak teman, semakin menambah wawasan jadi bisa tahu dunia lain juga,” jelasnya di sela-sela Aksi Peduli Rohingya, Kamis (26/07/2012).
Sejak pilihannya untuk meninggalkan punk, Intan bukan hanya meninggalkan atribut punk, tapi dia juga istiqomah dalam menutup aurat. Jilbab panjang hingga ke pinggang. pakaian lebar menemani rok panjang dan kaos kakinya lengkap ke mana-mana.
Sekarang, tak terlihat lagi lekuk-tubuh seperti dulu ketika dia biasa memakai celana jins ketat. Yang tersisa hanya telapak tangan dan wajah yang penuh senyum nan anggun.
Intan mengaku, apa yang telah ia rasakan dalam beragam bentuk pengalaman itu membuatnya sadar betapa cintanya Allah dalam hidupnya melalui hidayah ini.
Ramadhan ini adalah yang ketiga kali dia sudah bersama keluarga, setelah sebelumnya tak pernah menjalankan ibadah puasa dan tak pernah menikmati Ramadhan di rumah secara khusyu'.
Saat ini, Intan selalu memanfaatkan Ramadhan untuk memuhasabah dirinya.
Dari Ramadhan pula, dia belajar membuka mata hati untuk mendekatkan diri pada Allah Subhanahu Wata'ala, karena dengan Ramadhan ia jadi tahu bagaimana menyelami makna hidup.
“Aku mau meneruskan sekolah, lalu kuliah dan pengen lebih mengejar cita-cita dan memperbaiki diri lebih baik lagi dari sebelumnya,” jelas gadis yang bercita-cita menjadi psikolog ini.
Punk Muslim
Sebagaimana diketahui, Punk Muslim adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh Almarhum Budi Chaeroni. Budi yang juga seorang anak punk tiba-tiba mendapatkan hidayah dari Allah. Dalam hidayahnya Budi ingin mengajak teman-teman punk-nya untuk belajar mengaji dan mendekatkan diri pada Islam.
Budi meninggal pada tahun 2007 dalam sebuah kecelakaan motor yang sebabkan dia mengalami pendarahan otak. Setelah kepergian Budi, Punk Muslim tetap berjalan diteruskan oleh sahabat-sahabatnya.
Intan, adalah salah satu dari ragam warna anak-anak punk yang akhirnya bisa mengerti arti Islam dalam hidup. Bukan hanya meninggalkan punk, Intan juga sudah meninggalkan bermusik dan hingga hari ini istiqomah dengan menutup aurat.
Ia telah membuat punk menjadi lebih mengenal Islam dan Muslim, sebelum kata Muslim itu justru membunuh punk itu sendiri dan bagaimana hanya cukup total menjalani hidup sebagai seorang Muslim. Inilah gaya hidup sejati dan terakhia seorang Intan saat ini.
"Islam Is My Life, Is My Way, Is My Attitude!," ujarnya.*

Rep: Thufail Al-Ghifari
Red: Cholis Akbar

Ternyata Dalam Jantung Kita Ada Otak

  Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan ….

Para ilmuwan sekarang baru berbicara tentang otak yang berada dalam jantung (hati) yang terdiri dari 40.000 neuron, yaitu yang kita sebut "akal" yang terdapat di pusat jantung. Akal inilah yang bertugas memandu otak untuk melaksanakan fungsinya. Oleh karena itu Allah menjadikan jantung sebagai sarana untuk memahami. Firman-Nya:

 
(أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ) [الحج: 46]

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

Ayat ini menegaskan bahwa jantung (hati) itu berpikir dan sadar. Anehnya, sebagian ilmuwan akhir-akhir ini baru menemukan hubungan antara hubungan hati dengan kesadaran dan berfikir. Mahasuci Allah.

--------------------

Abduldaem Al-Kaheel

www.kaheel7.com/id

 

Referensi:

1- Pearsall P, Schwartz GE, Russek LG, Changes in heart transplant recipients that parallel the personalities of their donors, School of Nursing, University of Hawaii, www.springerlink.com, 2000.

2- Paul Pearsall, The Heart's Code: Tapping the Wisdom and Power of Our Heart Energy, New York, Broadway Books, 1998.

3- Linda Marks, THE POWER OF THE HEART, www.healingheartpower.com, 2003.

4- Dorothy Mandel, Spirit and Matter of the Heart, Grace Millenium, Winter 2001.

5- Linda Marks, The Power of the Soul-Centered Relationship, HeartPower Press, 2004.

6- Paul Pearsall, Gary E. Schwartz, Linda G. Russek, Organ Transplants and Cellular Memories, Nexus Magazine, April - May 2005.

7- Schwartz GER, Russek, LGS. The Living Energy Universe. Charlottesville, VA: Hampton Roads Publishing, 1999.

8- His Heart Whirs Anew, Washington Post, August 11, 2007.

Biografi Soichiro Honda




Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya.
Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor.
Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.


Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.


“Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.


Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.


Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.


Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.


Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.


Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.


Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar.


Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.


Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.


“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil.


Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.


Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.


Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.


Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Disini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia.


Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.


Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin.













Thursday, 12 July 2012

MENGHITUNG KEGAGALAN


Masih ingatkah ketika kita dahulu belajar berjalan? “ Tidak ingat “ ..ya sama kalau gitu, saya juga gak inget karena masih kecil, maksudnya ialah  ketika dahulu kita kecil atau anak kecil pada umumnya yag sedang belajar berjalan tentu ia tak akan semudah membalikan telapak tangan, dari tengkurab berdiri langsung jalan atau lari, ada tahap yang di lalui salah satu dari tahap itu ialah tahap ia terjatuh-jatuh ketika hendak berjalan   ada banyak kegagalan – kegagalan yang terjadi sebelum bisa berjalan bebas. Dengan demikian kegagalan adalah hal wajar bagi mereka yang bergerak untuk meraih kesuksesan, untuk meraih kejayaan untuk meraih apa yang di cita-citakan hanya orang yang diam saja yang  diam saja yang tak akan merasakan kegagalan seperti apa yang di katakan Charles Kettering
“Saya belum pernah mendengar siapapun yang tersandung ketika sedang duduk. Karena itu jalanlah terus meski Anda tersandung dan jangan berhenti.”
Jika anda atau kita semua tidak ingin menikmati rasa kegagalan maka Diamlah jangan bergerak  untu meraih impian anda.Yang belum pernah tau rasanya gagal membangun bisnis berarti selama ini memang belum pernah bisnis, yang belum pernah gagal cari pendamping karena memang belum pernah cari pendamping yang belum pernah gagal masuk University jangan-jangan memang belum pernah mencoba untuk mendaftar di university tersebut.
                Sejarah mencatat  orang –orang yang sukses adalah mereka yang banyak menemui kegagalan,  Collumbus penemui benua Amerika adalah orang yang gagal menemukan jalan menuju benua Asia, shoiciro Honda penemu motor honda adalah orang yang nilai akademis nya jelek duduk selalu di bangku belakang namun siapa sangka karya nya hari ini mondar – mandir di depan mata kita walau  shoiciro honda sendiri telah wafat, Thomas alfa edison butuh gagal  999 kali untuk berhasil menemukan boklam lampu yang hari ini di pakai manusia  untuk penerangan
                                              
                Intropeksi kegagalan
Sekarang marilah sejanak kita menghitung ke gagalan berapa kali kita telah gagal 1, 2 , 3, 4, 10, 100 tau lebih kegagalan yang kita alami, mari evaluasi kegagalan kita dan kenapa kita gagal sekalipun kegagalan adalah biasa namun harus kita atasi karena kita tak ingin gagal tulen gagal abadi sampai kita mati, evaluasi kegagalan ini lah sebagai  kendaraan yang akan menghantarkan Kita dari  desa kegagalan menuju kota kesuksesan, orang yang akan ber evaluasi akan bergerak untuk membenahi hal-hal yang menyebabkan ia gagal dan akhirnya menuju kepada kesuksesan tersebut.

“Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih baik dan cerdik.” (by: Henry Ford)




INDONESIA NEGARA TERGAGAL KE 68



INDONESIA NEGARA TERGAGAL KE 68

Peringkat gagal tersebut di lansir oleh Dalam kompilasi The Fund for Peace, sebuah lembaga nirlaba berkedudukan di Washington DC, Amerika Serikat, sebenar nya apa yang mereka rilis ini cukup beralasan karena indonesia memang gagal, gagal dalam mencetak manusia-manusia pilihan, Indeks Pembangunan Manusia ( IPM)  Ada pada ranking 124 dari 187 negara, gagal menjaga budaya, sehingga budaya-budaya indonesia sampai di maling oleh orang lain bahkan sampai Cendol & Rendang Juga ikut diakui negara jangan-jangan Sambal trasi dan orek juga ikut ke gondol. Seperti dintopik Top News kegagalan adalah langkah menuju kebangkitan namun jika melihat indonesia kegagalannya adalah kegagalan yang lebih parah karena sebelum nya indonesia di urutan 64 negara teragagal sekarang ada di urutan 68 dari 178 negara,
Semoga kedepan Indonesia bisa Bhaldatun toyyibatun wa rabbun ghofur,

Saturday, 30 June 2012

Khutbah Rasulullah dan Piagam Madinah


Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam memasuki kota Madinah pada bulan Rabi'ul Awal dan menetap di sana. Kemudian pada bulan Shafar tahun berikut beliau mem-bangun masjid dan tempat tinggal beliau. Lalu kaum Anshar yang merupakan penduduk asli kota Madinah berbondong-bondong masuk Islam sehingga tidak tersisa satu rumah pun melainkan penghuninya telah memeluk Islam. Kecuali beberapa kabilah seperti Khatmah, Waqif, Wail dan Umayyah, mereka adalah kabilah dari suku Aus. Mereka tetap bersikeras di atas kemusyrikan.

Khutbah pertama yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam -menurut riwayat yang sampai kepadaku dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan aku berlindung kepada Allah dari mengada-ada atas nama Rasulullah- adalah beliau berdiri di hadapan mereka lalu mengucapkan hamdalah dan memuji Allah Ta'ala kemudian berkata:

"Amma ba'du, wahai sekalian manusia, persiapkanlah bekal untuk dirimu kelak. Demi Allah ketahuilah bahwa masing-masing kalian akan dikejutkan dengan kematian hingga ia meninggalkan kambing-kambingnya tanpa penggembala. Kemudian Allah akan berbicara kepadanya tanpa melalui penerjemah dan tanpa penghalang: "Bukankah rasul-Ku telah datang kepadamu dan menyampaikannya kepadamu? Bukankah Aku telah mencurahkan harta kepadamu dan Aku lebihkan bagimu? Lalu apa yang telah engkau lakukan untuk bekal dirimu?" Ia menoleh ke kanan dan ke kiri namun ia tidak melihat apapun. Lalu ia melihat ke depan namun yang terlihat olehnya hanyalah Neraka jahannam. Maka barangsiapa dapat menjaga wajahnya dari api Neraka meskipun dengan sebiji kurma hendaklah ia lakukan. Bagi yang tidak punya maka cukup dengan perkataan yang elok. Karena setiap kebaikan akan dilipatganda-kan pahalanya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat."
As-Salaamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.

Dalam kesempatan berikutnya Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam berkhutbah:

"Segala puji hanyalah milik Allah semata, saya memujiNya, memohon pertolongan kepadaNya dan berlindung kepadaNya dari keburukan diri kami dan dari kejelekan amal kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah niscaya tidak ada yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan olehNya niscaya tidak ada satu pun yang dapat memberinya hidayah. Saya bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata tiada sekutu bagiNya. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sungguh beruntunglah orang yang Allah hiasi hatinya dengan Kitabullah dan memasukkannya ke dalam Islam setelah kekafirannya serta lebih memilih Kitabullah daripada perkataan-perkataan manusia. Karena sesungguhnya Kitabullah adalah sebaik-baik dan seindah-indah perkataan.

Cintailah apa yang dicintai Allah dan cintailah Allah dengan sepe-nuh hati kalian, janganlah kalian bosan membaca Kalamullah dan dzikrullah. Dan janganlah sampai hati kalian mengeras, karena Allah akan memilih dan mengistimewakan dari setiap apa yang telah dicipta-kanNya. Allah telah menamakannya sebagai amal yang terpilih dan terbaik {Yaitu Allah telah menamakan dzikir dan tilawah Al-Qur'an sebagai amal-amal pilihan yang terbaik, dalilnya firman Allah: "Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya." (Al-Qashash: 68)}
Dan mengistimewakan sebagian hambaNya {Yaitu Allah menamai sebagian hambaNya dengan Mushthafa (hamba pilihan)}.
Cintailah perkataan yang baik dan cintai juga perkara halal dan haram yang telah ditetapkan bagi kalian. Sembahlah Allah semata janganlah berbuat syirik kepada-Nya. Bertakwalah dengan sebenar-benar takwa. Jujurlah karena Allah dalam bertutur kata. Dan hendaklah kalian saling mencintai karena Allah. sesungguhnya Allah pasti marah bila perjanjianNya dilanggar." Was salamu 'alaikum.
Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam menulis sebuah piagam buat kaum Muhajirin dan Anshar berisi perjanjian damai dengan kaum Yahudi di Madinah, Rasulullah membiarkan mereka tetap memeluk agama mereka dan tidak mengusik harta benda mereka. Rasulullah menetapkan beberapa persyaratan kepada mereka, beliau menulis sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim,

Ini adalah kitab yang ditulis oleh Muhammad Nabiyullah buat kaum mukminin muslimin dari kalangan Quraisy dan Yatsrib, orang-orang yang mengikuti dan menyertai mereka serta berjuang bersama mereka. Bahwa mereka adalah umat yang satu. Kaum Muhajirin Quraisy tetap sebagaimana status mereka dahulu (Yakni status sebelum masuk Islam), saling bantu-membantu dalam membayar diyat di antara mereka serta menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin. Bani 'Auf juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu memban-tu dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.

Bani Sa'idah juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.

Bani Al-Harits juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam membayar diyat sebagai-mana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.

Bani Jusyam juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.

Bani An-Najjar juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.

Bani Amru bin 'Auf juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin. Bani An-Nabiit juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin. Bani Al-Aus juga sebagaimana status me-reka dahulu saling bantu membantu dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.

Sesungguhnya kaum mukminin tidak membiarkan saudaranya terlilit utang dan tanggungan yang berat dengan memberikan secara ma'ruf bantuan kepadanya dalam membayar tebusan ataupun diyat. Dan tidak mengikat perjanjian dan transaksi apapun terhadap budak saudaranya sesama mukmin tanpa sepengetahuannya. Sesungguhnya kaum muk-minin mencegah saudaranya yang berbuat jahat atau hendak berbuat zhalim, dosa, pelanggaran dan kerusakan di tengah mereka. Mereka semua saling bahu-membahu dalam mengatasinya. Meskipun pelakunya adalah anak salah seorang dari mereka. Seorang mukmin tidak boleh membunuh saudaranya sesama mukmin karena tuntutan qishash orang kafir dan tidak boleh menolong orang kafir atas kaum mukminin.

Sesungguhnya perlindungan Allah itu berlaku untuk semua lapisan kaum mukminin. Allah melindungi orang yang dilindungi seorang muk-min walaupun derajatnya rendah. Sesungguhnya kaum mukminin saling melindungi satu sama lainnya terhadap orang lain. Dan bahwasanya siapa saja yang mengikuti kami dari kalangan Yahudi maka ia berhak men-dapat pembelaan dan patut diteladani, tidak akan dizhalimi, tidak akan dibiarkan kepada orang yang memerangi mereka. Dan sesungguhnya per-damaian yang dilakukan oleh setiap kaum mukminin itu sama statusnya.

Seorang mukmin tidak boleh mengadakan perdamaian dengan orang kafir di medan pertempuran fi sabilillah kecuali dengan persyaratan yang adil dan sama rata.
Setiap pejuang yang turut berperang bersama kaum muslimin harus saling bahu membahu sesama mereka. Sesungguhnya setiap kaum mukminin harus menuntut balas atas darah saudaranya yang ditumpahkan fi sabilillah. Sesungguhnya kaum mukminin muttaqin berada di atas petunjuk yang terbaik dan paling lurus. Dan sesungguhnya seorang musyrik tidak berhak melindungi harta dan jiwa kaum Quraisy. Dan tidak dapat menghalangi kaum mukminin terhadapnya. Dan barangsiapa membunuh seorang mukmin tanpa hak maka dia harus menanggung hukumannya (qishash atau diyat) kecuali dimaafkan oleh wali yang terbunuh. Dan se-luruh kaum mukminin harus menuntutnya dan tidak halal bagi mereka kecuali mengajukan tuntutan.

Dan sesungguhnya tidak halal bagi setiap mukmin yang menyetujui perjanjian ini dan beriman kepada Allah dan rasulNya serta hari Akhirat untuk membantu atau melindungi pelaku bid'ah. Dan barangsiapa menolong atau melindunginya maka atasnya laknat Allah dan kemurkaanNya pada hari Kiamat. Tidak akan diterima tebusan atau ganti apapun darinya pada Hari Kiamat nanti. Dan apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan RasulNya.

Sesungguhnya kaum Yahudi harus selalu memberikan bantuan materi kepada kaum mukminin untuk berperang. Sesungguhnya Yahudi Bani 'Auf adalah umat yang satu bersama kaum mukminin, kaum Yahudi bebas menjalankan agama mereka dan kaum muslimin juga bebas menjalankan agama mereka, demikian pula dalam urusan budak dan pribadi mereka. Kecuali orang-orang yang berbuat zhalim atau berbuat dosa maka sesungguhnya ia hanyalah membinasakan diri dan hartanya sendiri. Demikian pula perjanjian ini berlaku juga buat:

  • Yahudi Bani Najjar.
     

  • Yahudi Banil Harits.
     

  • Yahudi Bani Saa'idah.
     

  • Yahudi Bani Jusyam.
     

  • Yahudi Banil Aus.
     

  • Yahudi Bani Tsa'labah.

Kecuali orang-orang yang berbuat zhalim atau berbuat dosa maka sesungguhnya ia hanyalah membinasakan diri dan hartanya sendiri.

Dan sesungguhnya suku Jafnah adalah salah satu suku dari kabilah Tsa'labah sama statusnya seperti mereka. Demikian pula Bani Asy-Syuthaibah statusnya sama seperti Yahudi Bani 'Auf. Sesungguhnya kebaikan dan kesetiaan itu harus menjadi penghalang berbuat dosa.

Dan sesungguhnya budak-budak Bani Tsa'labah sama statusnya dengan tuannya. Dan bithanah (orang-orang dekat) Yahudi sama statusnya dengan mereka. Tidak ada seorang pun yang terlepas dari perjanjian ini kecuali dengan seizin Muhammmad Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam. Sesungguhnya tidak boleh meng-halangi tuntutan pembalasan atas sebuah luka. Barangsiapa yang menye-rang sesungguhnya ia hanyalah menyerang diri dan hartanya. Kecuali orang-orang yang berbuat zhalim. Sesungguhnya Allah telah meridhai perjanjian ini.

Orang-orang Yahudi bebas mengurus nafkah mereka demikian pula kaum mukminin bebas mengurus nafkah mereka. Sesungguhnya mereka harus saling tolong menolong atas siapa saja yang menyerang pihak yang terikat dengan perjanjian ini. Dan mereka harus saling menasehati, sesungguhnya kebaikan dan kesetiaan itu harus menjadi penghalang ber-buat dosa. Sesungguhnya seseorang tiada berdosa karena kejahatan orang yang dilindunginya. Dan sesungguhnya pertolongan itu wajib diberikan kepada orang yang teraniaya. Sesungguhnya kaum Yahudi harus selalu memberikan bantuan materi kepada kaum mukminin untuk berperang.( Hal ini berlaku sebelum diwajibkannya jizyah ketika itu Islam masih lemah dan kaum Yahudi ketika itu memiliki bagian dari harta rampasan perang apabila mereka berperang bersama kaum muslimin, dalam perjanjian ini disyaratkan mereka harus memberikan bantuan dalam peperangan)

Dan sesungguhnya kota Yatsrib (Madinah) ini adalah tanah haram bagi pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian ini. Sesungguhnya tetangga itu harus dihormati seperti menghormati diri sendiri, janganlah merugikan tetangga dan janganlah berbuat jahat terhadapnya. Janganlah melanggar batas-batas kecuali dengan izin pemiliknya.

Sesungguhnya masalah atau pertikaian apapun yang terjadi di antara pihak-pihak yang terikat perjanjian dan dikhawatirkan mengancam per-janjian ini maka harus dikembalikan kepada Allah Ta'ala dan Muhammad Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam. Sesungguhnya Allah memelihara isi perjanjian ini dan merestuinya. Janganlah melindungi kaum musyrikin Quraisy dan jangan pula orang yang menolong mereka.

Pihak-pihak yang terikat perjanjian harus saling membantu jika ada pihak luar yang berusaha menyerang Madinah. Jika mereka diajak berdamai maka hendaklah diterima ajakan damai tersebut. Jika mereka mengajak berdamai maka mereka memiliki hak atas kaum mukminin. Kecuali bagi mereka yang memerangi agama. Tiap-tiap orang berhak mendapat bagian sesuai dengan posisinya. Se-sungguhnya Yahudi Bani Aus, budak-budak serta diri mereka juga terikat dengan perjanjian ini. Mereka berhak mendapat perlakuan baik dari pihak-pihak yang terikat dengan perjanjian ini. Sesungguhnya kebaikan dan kesetiaan itu harus menjadi penghalang berbuat dosa. Setiap orang mempertanggung jawabkan perbuatannya masing-masing. Sesungguhnya Allah membenarkan perjanjian ini dan merestuinya. Dan sesungguhnya perjanjian ini tidaklah melindungi orang-orang zhalim atau jahat. Setiap orang bebas keluar masuk Madinah kecuali orang-orang yang zhalim dan jahat. Sesungguhnya Allah melindungi orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa.

Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar

Ibnu Ishaq berkata: "Rasulullah mempersaudarakan para sahabat beliau dari kaum Muhajirin dan Anshar - aku berlindung kepada Allah dari mengatakan apa yang tidak beliau ucapkan-:

"Saling bersaudaralah kalian karena Allah dengan berpasang-pasangan!" Kemudian beliau mengambil tangan Ali bin Abi Thalib, lalu bersabda: "Ini adalah saudaraku!"

Rasulullah, penghulu para nabi, imam orang-orang yang bertak-wa, utusan Rabb semesta alam yang tiada suatu hamba pun yang menya-mainya, dengan Ali bin Abi Thalib adalah dua bersaudara. Hamzah bin Abdul Muthalib singa Allah dan singa rasulNya, paman Rasulullah dengan Zaid bin Haritsah Maula Rasulullah adalah dua bersaudara. Dan kepadanyalah Hamzah memberikan wasiat pada hari perang Uhud bila beliau gugur di medan perang. Ja'far bin Abi Thalib pemilik dua sayap dan Muadz bin Jabal saudara Bani Salamah adalah dua bersaudara.

Abu Bakar Ash Shidiq bin Abi Quhafah dan Kharijah bin Zuhair adalah dua bersaudara. Umar bin Khatthab dan 'Itban bin Malik adalah dua bersaudara. Abu Ubaidah bin Al-Jarah dan Saad bin Muadz adalah dua bersaudara. Abdurrahman bin 'Auf dan Saad bin Ar Rabii' adalah dua bersaudara. Zubair bin Awwam dan Salamah bin Salamah bin Waqqas adalah dua bersaudara. Utsman bin Affan dan Aus bin Tsabit bin Al-Mundzir adalah dua bersaudara. Thalhah bin Abdullah dan Ka'ab bin Malik adalah dua bersaudara. Said bin Zaid Bin 'Amru bin Nufail dan Abi Ibnu Ka'ab adalah dua bersaudara. Mush'ab bin Umair dan Abu Ayyub Khaid bin Zaid adalah dua bersaudara. Abu Hudzaifah bin 'Utbah dan 'Abbad bin Basyar adalah dua bersaudara. 'Ammar bin Yasir dan Hudzaifah Ibnul Yaman adalah dua bersaudara. Abu dzr Al-Ghifari dan Al-Mundzir bin 'Amru adalah dua bersaudara. Hathib bin Abi Balta'ah dan 'Uwaim bin Sa'adah adalah dua bersaudara. Salman Al-Farisy dan Abu Darda' adalah dua bersaudara. Bilal maula Abu Bakar dan Abu Ruwaihah adalah dua bersaudara. Mereka itulah nama-nama yang dise-butkan Rasulullah ketika beliau mempersaudarakan para sahabatnya.

Kisah Adzan

Ketika Rasulullah telah menetap dengan tenang di Madinah bersama para sahabat dari kaum muhajirin dan Anshar, Dien Islam telah kokoh, shalat telah ditegakkan, zakat dan puasa telah diwajibkan, hukum pidana telah diterapkan, haram dan halal telah disyari'atkan, Islam telah tegak di tengah-tengah mereka dan kaum Anshar telah menyerahkan tanah air mereka dan beriman kepada Allah dan RasulNya. Awal mula ketika Rasulullah menetap di kota Madinah, kaum muslimin mengerjakan shalat bersama Rasulullah apabila waktu shalat telah datang tanpa ada panggilan atau seruan. Pada awalnya Rasulullah ingin menjadikan terompet seperti yang digunakan orang-orang Yahudi untuk panggilan ibadah mereka. Akan tetapi kemudian Rasulullah tidak menyukainya. Kemudian beliau memerintahkan agar membuat lonceng yang dipukul untuk me-manggil kaum muslimin mengerjakan shalat.

Dalam keadaan demikian, Abdullah bin Zaid bin Tsa'labah saudara Al-Hariits bin Al-Khazraj mendengar seruan adzan dalam mimpinya. Ia datang menemui Rasulullah dan berkata: 'Wahai Rasulullah, tadi malam aku bermimpi didatangi seseorang, lalu seorang lelaki yang menge-nakan dua potong baju berwarna hijau lewat di hadapanku. Ia membawa lonceng di tangannya. Saya berkata kepadanya: 'Wahai hamba Allah, maukah engkau menjual lonceng itu?'
'Untuk apa?' tanyanya pula.
'Untuk kami jadikan alat memanggil kaum muslimin berkumpul mengerjakan shalat' jawabku.
Lelaki itu berkata: 'Maukah engkau aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada itu?'
'Apa itu?' aku balik bertanya.
Dia menjawab: "Ucapkanlah:
Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar,
Asyhadu allaa ilaaha illallah, Asyhadu allaa ilaaha illallah,
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.,
Hayya 'alash shalah, Hayya 'alash shalah,
Hayya 'alal falaah, Hayya 'alal falaah,
Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Laailaaha illallah."

Ketika Abdullah mengabarkan mimpinya itu kepada Rasulullah, Beliau bersabda: "Sesungguhnya itu adalah mimpi yang haq, pergilah dan temui Bilal, lalu ajarkan lafazh itu agar dia mengumandangkannya. Karena suara Bilal lebih keras daripada suaramu. Ketika Umar bin Khat-thab mendengar Bilal mengumandangkan seruan adzan itu, dia keluar menemui Rasulullah lalu berkata: "Wahai Nabiyullah, demi Allah yang telah mengutus engkau dengan haq, sungguh aku telah mendengar seruan itu dalam mimpiku." Rasulullah bersabda: "Segala puji bagi Allah atas semua itu."

Kisah Tentang Sejumlah Sahabat yang Tertimpa Penyakit

Diriwayatkan dari 'Aisyah radliyallâhu 'anha, dia berkata: "Ketika Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam tiba di Madinah, kota itu adalah sarang wabah penyakit demam. Banyak dari sahabat Rasulullah yang tertimpa wabah itu. Namun Allah Ta'ala meng-hindarkan RasulNya dari penyakit itu. Ketika itu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Amir bin Fuhairah dan Bilal maula Abu Bakar tinggal dalam satu rumah. Mereka semua terserang penyakit demam. Maka aku pun datang untuk menjenguk mereka -peristiwa ini terjadi sebelum turunnya perintah hijab-. Hanya Allah yang tahu tentang beratnya sakit yang mereka alami. Aku pun datang menemui Abu Bakar dan menyapanya: "Bagaimana keadaanmu wahai ayahku?" Abu Bakar menyahut:
"Setiap orang boleh bersenang-senang bersama keluarganya di waktu pagi
Padahal kematian itu lebih dekat dengannya daripada tali sandalnya."
Demi Allah Abu Bakar tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan. Kemudian aku datang menemui 'Amir bin Fuhairah, dan bertanya kepa-danya: "Bagaimana keadaanmu wahai 'Amir?"

Dia menyahut:
Sungguh aku telah merasakan kematian sebelum aku mengalaminya
Sesungguhnya seorang pengecut selalu berteriak dari atas
Setiap orang pasti berusaha sekuat tenaga
Seperti sapi yang melindungi kulitnya dengan tanduknya
Demi Allah 'Amir tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan. Sedang-kan Bilal apabila telah terserang demam itu, ia berbaring di halaman rumah seraya berseru:

"Duhai bisakah aku bermalam semalam saja di Fakh
Sementara di kanan kiriku terdapat idzkhir dan jalil
Duhai bisakah aku singgah di mata air Mijannah
Dan bisakah aku menatap sekali lagi bukit Syaamah dan Thafil."


[Fakh adalah nama sebuah tempat di luar kota Makkah ; Idzkhir dan Jalil adalah nama sebuah tanaman yang harum baunya; Mijannah adalah nama sebuah pasar di zaman jahiliyah di sebelah bawah kota Mekkah lebih kurang satu barid dari Mekkah; Syaamah dan Thafil adalah nama dua buah gunung di Mekkah]

Kemudian aku menceritakan apa yang aku saksikan kepada Rasulullah. Kukatakan kepada beliau: "Mereka tidak menyadari apa yang mereka ucapkan karena parahnya demam yang menyerang."

Mendengar penuturanku itu Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam lantas berdoa:
"Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Mekkah atau bahkan lebih dari itu. Berkahilah mud dan sha'nya (Yaitu barang-barang yang ditimbang dengan mud dan sha'. Satu mud sama dengan dua rithal bagi penduduk Iraq. Dan satu sepertiga rithal bagi penduduk Hijaz. Satu sha' sama dengan empat mud bagi penduduk Hijaz) serta pindahkanlah wabah yang menimpanya ke Mahya'ah. (Mahya'ah adalah Juhfah, yang merupakan miqat penduduk Syam)

Tarikh Hijriyah
Rasulullah tiba di Madinah pada hari Senin, di waktu Dhuha saat matahari mulai naik sepenggalahan (di tengah-tengah ufuk/langit). Yaitu pada tanggal dua belas Rabi'ul Awal. Ketika itu Rasulullah menginjak usia lima puluh tiga tahun, yaitu setelah tiga belas tahun beliau diangkat menjadi rasul oleh Allah Ta'ala. Beliau menetap di sana mulai bulan Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal' Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ra-madhan, Syawal, Dzulqa'dah, Dzulhijah dan Muharam.
(Dari Buku Tahdzib Sirah Ibn Hisyam karya 'Abdus Salam Harun)

|

ila Online - Just For Fun
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Site Search