Pembantaian Umat muslim di rohingya Myanmar oleh para penganut Agama Budha sudah sangat keterlaluan,
sampai Juli 2012 Jumlah korban meninggal sudah 6000 Jiwa, Sedangkan menurut PBB jumlah muslim Rohingya mencapai 800000,
Namun yang menjadi anehnya President
Myanmar Thein Sein tidak mengakui
muslim rohingya sebagai warga Negara Myanmar dan mendukung agar muslim Myanmar mengungsi
ke Negara-negara sekitar, demikian juga pemerintah dia atas tragedy bedarah di Myanmar,
selain itu juga muslim rohingya
menjadi penganiayaan ,
pemerkosaan dan pembakaran, banyak rumah-rumah yang di bakar.
Intan, Dari Seorang Punk, Kini Menjadi Muslimah Kaffah
Jum'at, 27 Juli 2012
Hidayatullah.com--Alkisah
tahun 2007-2008. Wanita bernama lengkap Intan Dwi ini mengalami
pemberontakan batin. Sebagai akibatnya, gadis kelahiran 24 April 1995
jarang pulang ke rumah. Kalaupun pulang, paling cepat biasanya hanya dua
minggu sekali. Musik punk dan kehidupan jalanan akhirnya
menjadi pilihan hidupnya saat itu. Jiwa pemberontakan menjadi bagian
yang tidak terpisahkan dalam dirinya.
“Itu gaya hidupnya,” jawab Intan kepada hidayatullah.com saat ditanya tentang alasannya tertarik menjalani hidup sebagai anak punk.
Intan bercerita, selama nge-punk ia
tinggal tak menentu. Tidur di jalanan mulai dari jalur Sukabumi,
Cibinong hingga Ciawi Puncak Bogor Jawa Barat. Mengamen,
bersenang-senang dengan rekan-rekannya sebagai sesuatu yang ia jalani,
setelah ia terpengaruh dari gaya hidup band-band punk. Ia menyebut band seperti Rancid, Ramones hingga Sex Pistols.
Rupanya
takdir berkata lain. Titik jenuh menghampirinya di tahun 2010, setelah
selama 2009 dia mengalami proses pertempuran batin. Rasa bosannya
membuat dia membutuhkan suasana baru dari sekitar mengamen, makan,
senang-senang. Intan mulai tersadarkan ketika Allah Subhana Wa Ta’alah
mempertemukan dia dengan komunitas bernama Punk Muslim.
“Semua ini karena do’a dari orangtua,” jelas gadis yang bisa bermain gitar ini.
Di Punk Muslim, dia
mulai mengikuti pengajian rutin bersama teman-teman barunya. Mulai
dari belajar membaca Al-Qur’an hingga materi-materi akiidah Islamiyah
seperti; marifatullah, marifatul rasul dan fiqih wanita dan nilai-nilai
agama lainnya.
“Banyak
banget perubahan, terutama mungkin dari keluarga lebih memerhatikan,
dan tetangga lebih segan ke kita. Sekarang juga semakin banyak teman,
semakin menambah wawasan jadi bisa tahu dunia lain juga,” jelasnya di
sela-sela Aksi Peduli Rohingya, Kamis (26/07/2012).
Sejak pilihannya untuk meninggalkan punk, Intan bukan hanya meninggalkan atribut punk, tapi
dia juga istiqomah dalam menutup aurat. Jilbab panjang hingga ke
pinggang. pakaian lebar menemani rok panjang dan kaos kakinya lengkap ke
mana-mana.
Sekarang,
tak terlihat lagi lekuk-tubuh seperti dulu ketika dia biasa memakai
celana jins ketat. Yang tersisa hanya telapak tangan dan wajah yang
penuh senyum nan anggun.
Intan
mengaku, apa yang telah ia rasakan dalam beragam bentuk pengalaman itu
membuatnya sadar betapa cintanya Allah dalam hidupnya melalui hidayah
ini.
Ramadhan
ini adalah yang ketiga kali dia sudah bersama keluarga, setelah
sebelumnya tak pernah menjalankan ibadah puasa dan tak pernah menikmati
Ramadhan di rumah secara khusyu'.
Saat ini, Intan selalu memanfaatkan Ramadhan untuk memuhasabah dirinya.
Dari
Ramadhan pula, dia belajar membuka mata hati untuk mendekatkan diri
pada Allah Subhanahu Wata'ala, karena dengan Ramadhan ia jadi tahu
bagaimana menyelami makna hidup.
“Aku
mau meneruskan sekolah, lalu kuliah dan pengen lebih mengejar cita-cita
dan memperbaiki diri lebih baik lagi dari sebelumnya,” jelas gadis yang
bercita-cita menjadi psikolog ini.
Punk Muslim
Sebagaimana diketahui, Punk Muslim adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh Almarhum Budi Chaeroni. Budi yang juga seorang anak punk tiba-tiba mendapatkan hidayah dari Allah. Dalam hidayahnya Budi ingin mengajak teman-teman punk-nya untuk belajar mengaji dan mendekatkan diri pada Islam.
Budi
meninggal pada tahun 2007 dalam sebuah kecelakaan motor yang sebabkan
dia mengalami pendarahan otak. Setelah kepergian Budi, Punk Muslim tetap berjalan diteruskan oleh sahabat-sahabatnya.
Intan, adalah salah satu dari ragam warna anak-anak punk yang akhirnya bisa mengerti arti Islam dalam hidup. Bukan hanya meninggalkan punk, Intan juga sudah meninggalkan bermusik dan hingga hari ini istiqomah dengan menutup aurat.
Ia telah membuat punk menjadi lebih mengenal Islam dan Muslim, sebelum kata Muslim itu justru membunuh punk itu
sendiri dan bagaimana hanya cukup total menjalani hidup sebagai seorang
Muslim. Inilah gaya hidup sejati dan terakhia seorang Intan saat ini.
"Islam Is My Life, Is My Way, Is My Attitude!," ujarnya.*
Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan ….
Para
ilmuwan sekarang baru berbicara tentang otak yang berada dalam jantung
(hati) yang terdiri dari 40.000 neuron, yaitu yang kita sebut "akal"
yang terdapat di pusat jantung. Akal inilah yang bertugas memandu otak
untuk melaksanakan fungsinya. Oleh karena itu Allah menjadikan jantung
sebagai sarana untuk memahami. Firman-Nya:
Maka
apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati
yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan
itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang
buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.
Ayat
ini menegaskan bahwa jantung (hati) itu berpikir dan sadar. Anehnya,
sebagian ilmuwan akhir-akhir ini baru menemukan hubungan antara hubungan
hati dengan kesadaran dan berfikir. Mahasuci Allah.
1- Pearsall P, Schwartz GE, Russek LG, Changes in heart transplant recipients that parallel the personalities of their donors, School of Nursing, University of Hawaii, www.springerlink.com, 2000.
2- Paul Pearsall, The Heart's Code: Tapping the Wisdom and Power of Our Heart Energy, New York, Broadway Books, 1998.
3- Linda Marks, THE POWER OF THE HEART, www.healingheartpower.com, 2003.
4- Dorothy Mandel, Spirit and Matter of the Heart, Grace Millenium, Winter 2001.
5- Linda Marks, The Power of the Soul-Centered Relationship, HeartPower Press, 2004.
6- Paul Pearsall, Gary E. Schwartz, Linda G. Russek, Organ Transplants and Cellular Memories, Nexus Magazine, April - May 2005.
7- Schwartz GER, Russek, LGS. The Living Energy Universe. Charlottesville, VA: Hampton Roads Publishing, 1999.
8- His Heart Whirs Anew, Washington Post, August 11, 2007.
Cobalah
amati kendaraan yang melintasi jalan raya.
Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor.
Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja
jalanan”.
Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan”
Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar
insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI.
Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di
depan, selalu menjauh dari pandangan guru.
“Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih,
karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang
meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat
mengindap lever.
Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari
ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko,
Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi
cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat
penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.
Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat
berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil,
hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.
Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika
usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model
rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar
berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga
membuatnya rendah diri.
Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart
Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda
teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli
yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah
wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan
membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.
Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia
selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya
larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada
zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam
goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam.
Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh
dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.
Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri
dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa
yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan
oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh
Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar.
Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia
ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya
keluar dari bengkel.
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius.
Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya.
Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia
kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah
pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan
yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya
dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.
“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi
makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan
pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil.
Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan
mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap
penghinaan.
Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya
diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan
pabrik. Malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak
memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok
orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang
meletus, pabriknya terbakar dua kali.
Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas
mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol
yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan
pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba
beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.
Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan
bensin. Disini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak
dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan
terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” -
cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka
berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda
kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari
tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk
Indonesia.
Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam
menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang
dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka
tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda
mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.
Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa
diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun
berasal dari keluarga miskin.
Masih ingatkah ketika kita dahulu
belajar berjalan? “ Tidak ingat “ ..ya sama kalau gitu, saya juga gak inget
karena masih kecil, maksudnya ialah
ketika dahulu kita kecil atau anak kecil pada umumnya yag sedang belajar
berjalan tentu ia tak akan semudah membalikan telapak tangan, dari tengkurab
berdiri langsung jalan atau lari, ada tahap yang di lalui salah satu dari tahap
itu ialah tahap ia terjatuh-jatuh ketika hendak berjalan ada
banyak kegagalan – kegagalan yang terjadi sebelum bisa berjalan bebas. Dengan
demikian kegagalan adalah hal wajar bagi mereka yang bergerak untuk meraih
kesuksesan, untuk meraih kejayaan untuk meraih apa yang di cita-citakan hanya
orang yang diam saja yang diam saja yang
tak akan merasakan kegagalan seperti apa yang di katakan Charles Kettering
“Saya belum pernah mendengar
siapapun yang tersandung ketika sedang duduk. Karena itu jalanlah terus meski
Anda tersandung dan jangan berhenti.”
Jika anda atau kita semua tidak
ingin menikmati rasa kegagalan maka Diamlah jangan bergerak untu meraih impian anda.Yang belum pernah tau
rasanya gagal membangun bisnis berarti selama ini memang belum pernah bisnis,
yang belum pernah gagal cari pendamping karena memang belum pernah cari
pendamping yang belum pernah gagal masuk University jangan-jangan memang belum
pernah mencoba untuk mendaftar di university tersebut.
Sejarah
mencatat orang –orang yang sukses adalah
mereka yang banyak menemui kegagalan,
Collumbus penemui benua Amerika adalah orang yang gagal menemukan jalan
menuju benua Asia, shoiciro Honda penemu motor honda adalah orang yang nilai
akademis nya jelek duduk selalu di bangku belakang namun siapa sangka karya nya
hari ini mondar – mandir di depan mata kita walau shoiciro honda sendiri telah wafat, Thomas
alfa edison butuh gagal 999 kali untuk
berhasil menemukan boklam lampu yang hari ini di pakai manusia untuk penerangan
Intropeksi kegagalan
Sekarang marilah sejanak kita
menghitung ke gagalan berapa kali kita telah gagal 1, 2 , 3, 4, 10, 100 tau
lebih kegagalan yang kita alami, mari evaluasi kegagalan kita dan kenapa kita
gagal sekalipun kegagalan adalah biasa namun harus kita atasi karena kita tak
ingin gagal tulen gagal abadi sampai kita mati, evaluasi kegagalan ini lah
sebagai kendaraan yang akan
menghantarkan Kita dari desa kegagalan menuju kota kesuksesan, orang
yang akan ber evaluasi akan bergerak untuk membenahi hal-hal yang menyebabkan
ia gagal dan akhirnya menuju kepada kesuksesan tersebut.
“Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk
memulai lagi dengan lebih baik dan cerdik.” (by: Henry Ford)
Peringkat gagal tersebut di lansir oleh Dalam
kompilasi The Fund for Peace, sebuah lembaga nirlaba berkedudukan di Washington
DC, Amerika Serikat, sebenar nya apa yang mereka rilis ini cukup beralasan
karena indonesia memang gagal, gagal dalam mencetak manusia-manusia pilihan, Indeks Pembangunan Manusia ( IPM) Ada pada ranking 124 dari 187 negara, gagal
menjaga budaya, sehingga budaya-budaya indonesia sampai di maling oleh orang
lain bahkan sampai Cendol & Rendang Juga
ikut diakui negara jangan-jangan Sambal
trasi dan orek juga ikut ke gondol. Seperti dintopik Top News kegagalan
adalah langkah menuju kebangkitan namun jika melihat indonesia kegagalannya
adalah kegagalan yang lebih parah karena sebelum nya indonesia di urutan 64
negara teragagal sekarang ada di urutan 68 dari 178 negara,
Semoga kedepan
Indonesia bisa Bhaldatun toyyibatun wa rabbun ghofur,
Rasulullah
Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam memasuki kota Madinah pada bulan Rabi'ul Awal dan
menetap di sana. Kemudian pada bulan Shafar tahun berikut beliau mem-bangun
masjid dan tempat tinggal beliau. Lalu kaum Anshar yang merupakan penduduk asli
kota Madinah berbondong-bondong masuk Islam sehingga tidak tersisa satu rumah
pun melainkan penghuninya telah memeluk Islam. Kecuali beberapa kabilah seperti
Khatmah, Waqif, Wail dan Umayyah, mereka adalah kabilah dari suku Aus. Mereka
tetap bersikeras di atas kemusyrikan.
Khutbah pertama yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam
-menurut riwayat yang sampai kepadaku dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan aku
berlindung kepada Allah dari mengada-ada atas nama Rasulullah- adalah beliau
berdiri di hadapan mereka lalu mengucapkan hamdalah dan memuji Allah Ta'ala
kemudian berkata:
"Amma ba'du, wahai sekalian manusia, persiapkanlah bekal untuk dirimu
kelak. Demi Allah ketahuilah bahwa masing-masing kalian akan dikejutkan dengan
kematian hingga ia meninggalkan kambing-kambingnya tanpa penggembala. Kemudian
Allah akan berbicara kepadanya tanpa melalui penerjemah dan tanpa penghalang:
"Bukankah rasul-Ku telah datang kepadamu dan menyampaikannya kepadamu?
Bukankah Aku telah mencurahkan harta kepadamu dan Aku lebihkan bagimu? Lalu apa
yang telah engkau lakukan untuk bekal dirimu?" Ia menoleh ke kanan dan ke
kiri namun ia tidak melihat apapun. Lalu ia melihat ke depan namun yang
terlihat olehnya hanyalah Neraka jahannam. Maka barangsiapa dapat menjaga wajahnya
dari api Neraka meskipun dengan sebiji kurma hendaklah ia lakukan. Bagi yang
tidak punya maka cukup dengan perkataan yang elok. Karena setiap kebaikan akan
dilipatganda-kan pahalanya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali
lipat."
As-Salaamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Dalam kesempatan berikutnya Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam
berkhutbah:
"Segala puji hanyalah milik Allah semata, saya memujiNya, memohon
pertolongan kepadaNya dan berlindung kepadaNya dari keburukan diri kami dan
dari kejelekan amal kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah niscaya tidak
ada yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan olehNya niscaya
tidak ada satu pun yang dapat memberinya hidayah. Saya bersaksi bahwa tiada
Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata tiada sekutu
bagiNya. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sungguh
beruntunglah orang yang Allah hiasi hatinya dengan Kitabullah dan memasukkannya
ke dalam Islam setelah kekafirannya serta lebih memilih Kitabullah daripada
perkataan-perkataan manusia. Karena sesungguhnya Kitabullah adalah sebaik-baik
dan seindah-indah perkataan.
Cintailah apa yang dicintai Allah dan cintailah Allah dengan sepe-nuh hati
kalian, janganlah kalian bosan membaca Kalamullah dan dzikrullah. Dan janganlah
sampai hati kalian mengeras, karena Allah akan memilih dan mengistimewakan dari
setiap apa yang telah dicipta-kanNya. Allah telah menamakannya sebagai amal
yang terpilih dan terbaik {Yaitu Allah telah menamakan dzikir dan tilawah
Al-Qur'an sebagai amal-amal pilihan yang terbaik, dalilnya firman Allah:
"Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya."
(Al-Qashash: 68)}
Dan mengistimewakan sebagian hambaNya {Yaitu Allah menamai sebagian hambaNya
dengan Mushthafa (hamba pilihan)}. Cintailah perkataan yang baik dan cintai
juga perkara halal dan haram yang telah ditetapkan bagi kalian. Sembahlah Allah
semata janganlah berbuat syirik kepada-Nya. Bertakwalah dengan sebenar-benar
takwa. Jujurlah karena Allah dalam bertutur kata. Dan hendaklah kalian saling
mencintai karena Allah. sesungguhnya Allah pasti marah bila perjanjianNya
dilanggar." Was salamu 'alaikum.
Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam menulis sebuah piagam buat kaum
Muhajirin dan Anshar berisi perjanjian damai dengan kaum Yahudi di Madinah,
Rasulullah membiarkan mereka tetap memeluk agama mereka dan tidak mengusik
harta benda mereka. Rasulullah menetapkan beberapa persyaratan kepada mereka,
beliau menulis sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim,
Ini adalah kitab yang ditulis oleh Muhammad Nabiyullah buat kaum mukminin
muslimin dari kalangan Quraisy dan Yatsrib, orang-orang yang mengikuti dan
menyertai mereka serta berjuang bersama mereka. Bahwa mereka adalah umat yang
satu. Kaum Muhajirin Quraisy tetap sebagaimana status mereka dahulu (Yakni
status sebelum masuk Islam), saling bantu-membantu dalam membayar diyat di
antara mereka serta menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang
ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin. Bani 'Auf juga sebagaimana status
mereka dahulu saling bantu memban-tu dalam membayar diyat sebagaimana dahulu,
setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf
dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani Sa'idah juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam
membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang
tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani Al-Harits juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu
dalam membayar diyat sebagai-mana dahulu, setiap kelompok menebus saudara
mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani Jusyam juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam
membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang
tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani An-Najjar juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu
dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka
yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani Amru bin 'Auf juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu
dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka
yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin. Bani
An-Nabiit juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam
membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang
tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin. Bani Al-Aus
juga sebagaimana status me-reka dahulu saling bantu membantu dalam membayar
diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan
dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Sesungguhnya kaum mukminin tidak membiarkan saudaranya terlilit utang dan
tanggungan yang berat dengan memberikan secara ma'ruf bantuan kepadanya dalam
membayar tebusan ataupun diyat. Dan tidak mengikat perjanjian dan transaksi
apapun terhadap budak saudaranya sesama mukmin tanpa sepengetahuannya.
Sesungguhnya kaum muk-minin mencegah saudaranya yang berbuat jahat atau hendak
berbuat zhalim, dosa, pelanggaran dan kerusakan di tengah mereka. Mereka semua
saling bahu-membahu dalam mengatasinya. Meskipun pelakunya adalah anak salah
seorang dari mereka. Seorang mukmin tidak boleh membunuh saudaranya sesama
mukmin karena tuntutan qishash orang kafir dan tidak boleh menolong orang kafir
atas kaum mukminin.
Sesungguhnya perlindungan Allah itu berlaku untuk semua lapisan kaum mukminin.
Allah melindungi orang yang dilindungi seorang muk-min walaupun derajatnya
rendah. Sesungguhnya kaum mukminin saling melindungi satu sama lainnya terhadap
orang lain. Dan bahwasanya siapa saja yang mengikuti kami dari kalangan Yahudi
maka ia berhak men-dapat pembelaan dan patut diteladani, tidak akan dizhalimi,
tidak akan dibiarkan kepada orang yang memerangi mereka. Dan sesungguhnya
per-damaian yang dilakukan oleh setiap kaum mukminin itu sama statusnya.
Seorang mukmin tidak boleh mengadakan perdamaian dengan orang kafir di medan
pertempuran fi sabilillah kecuali dengan persyaratan yang adil dan sama rata.
Setiap pejuang yang turut berperang bersama kaum muslimin harus saling bahu
membahu sesama mereka. Sesungguhnya setiap kaum mukminin harus menuntut balas
atas darah saudaranya yang ditumpahkan fi sabilillah. Sesungguhnya kaum
mukminin muttaqin berada di atas petunjuk yang terbaik dan paling lurus. Dan
sesungguhnya seorang musyrik tidak berhak melindungi harta dan jiwa kaum
Quraisy. Dan tidak dapat menghalangi kaum mukminin terhadapnya. Dan barangsiapa
membunuh seorang mukmin tanpa hak maka dia harus menanggung hukumannya (qishash
atau diyat) kecuali dimaafkan oleh wali yang terbunuh. Dan se-luruh kaum
mukminin harus menuntutnya dan tidak halal bagi mereka kecuali mengajukan
tuntutan.
Dan sesungguhnya tidak halal bagi setiap mukmin yang menyetujui perjanjian ini
dan beriman kepada Allah dan rasulNya serta hari Akhirat untuk membantu atau
melindungi pelaku bid'ah. Dan barangsiapa menolong atau melindunginya maka
atasnya laknat Allah dan kemurkaanNya pada hari Kiamat. Tidak akan diterima
tebusan atau ganti apapun darinya pada Hari Kiamat nanti. Dan apabila kalian
berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan RasulNya.
Sesungguhnya kaum Yahudi harus selalu memberikan bantuan materi kepada kaum
mukminin untuk berperang. Sesungguhnya Yahudi Bani 'Auf adalah umat yang satu
bersama kaum mukminin, kaum Yahudi bebas menjalankan agama mereka dan kaum
muslimin juga bebas menjalankan agama mereka, demikian pula dalam urusan budak
dan pribadi mereka. Kecuali orang-orang yang berbuat zhalim atau berbuat dosa
maka sesungguhnya ia hanyalah membinasakan diri dan hartanya sendiri. Demikian
pula perjanjian ini berlaku juga buat:
Yahudi Bani Najjar.
Yahudi Banil Harits.
Yahudi Bani Saa'idah.
Yahudi Bani Jusyam.
Yahudi Banil Aus.
Yahudi Bani Tsa'labah.
Kecuali
orang-orang yang berbuat zhalim atau berbuat dosa maka sesungguhnya ia hanyalah
membinasakan diri dan hartanya sendiri.
Dan sesungguhnya suku Jafnah adalah salah satu suku dari kabilah Tsa'labah sama
statusnya seperti mereka. Demikian pula Bani Asy-Syuthaibah statusnya sama
seperti Yahudi Bani 'Auf. Sesungguhnya kebaikan dan kesetiaan itu harus menjadi
penghalang berbuat dosa.
Dan sesungguhnya budak-budak Bani Tsa'labah sama statusnya dengan tuannya. Dan
bithanah (orang-orang dekat) Yahudi sama statusnya dengan mereka. Tidak ada
seorang pun yang terlepas dari perjanjian ini kecuali dengan seizin Muhammmad Shallallâhu
'alaihi Wa Sallam. Sesungguhnya tidak boleh meng-halangi tuntutan pembalasan
atas sebuah luka. Barangsiapa yang menye-rang sesungguhnya ia hanyalah
menyerang diri dan hartanya. Kecuali orang-orang yang berbuat zhalim.
Sesungguhnya Allah telah meridhai perjanjian ini.
Orang-orang Yahudi bebas mengurus nafkah mereka demikian pula kaum mukminin
bebas mengurus nafkah mereka. Sesungguhnya mereka harus saling tolong menolong
atas siapa saja yang menyerang pihak yang terikat dengan perjanjian ini. Dan
mereka harus saling menasehati, sesungguhnya kebaikan dan kesetiaan itu harus
menjadi penghalang ber-buat dosa. Sesungguhnya seseorang tiada berdosa karena
kejahatan orang yang dilindunginya. Dan sesungguhnya pertolongan itu wajib
diberikan kepada orang yang teraniaya. Sesungguhnya kaum Yahudi harus selalu
memberikan bantuan materi kepada kaum mukminin untuk berperang.( Hal ini
berlaku sebelum diwajibkannya jizyah ketika itu Islam masih lemah dan kaum
Yahudi ketika itu memiliki bagian dari harta rampasan perang apabila mereka
berperang bersama kaum muslimin, dalam perjanjian ini disyaratkan mereka harus
memberikan bantuan dalam peperangan)
Dan sesungguhnya kota Yatsrib (Madinah) ini adalah tanah haram bagi pihak-pihak
yang terikat dalam perjanjian ini. Sesungguhnya tetangga itu harus dihormati
seperti menghormati diri sendiri, janganlah merugikan tetangga dan janganlah
berbuat jahat terhadapnya. Janganlah melanggar batas-batas kecuali dengan izin
pemiliknya.
Sesungguhnya masalah atau pertikaian apapun yang terjadi di antara pihak-pihak
yang terikat perjanjian dan dikhawatirkan mengancam per-janjian ini maka harus
dikembalikan kepada Allah Ta'ala dan Muhammad Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa
Sallam. Sesungguhnya Allah memelihara isi perjanjian ini dan merestuinya.
Janganlah melindungi kaum musyrikin Quraisy dan jangan pula orang yang menolong
mereka.
Pihak-pihak yang terikat perjanjian harus saling membantu jika ada pihak luar
yang berusaha menyerang Madinah. Jika mereka diajak berdamai maka hendaklah diterima
ajakan damai tersebut. Jika mereka mengajak berdamai maka mereka memiliki hak
atas kaum mukminin. Kecuali bagi mereka yang memerangi agama. Tiap-tiap orang
berhak mendapat bagian sesuai dengan posisinya. Se-sungguhnya Yahudi Bani Aus,
budak-budak serta diri mereka juga terikat dengan perjanjian ini. Mereka berhak
mendapat perlakuan baik dari pihak-pihak yang terikat dengan perjanjian ini.
Sesungguhnya kebaikan dan kesetiaan itu harus menjadi penghalang berbuat dosa.
Setiap orang mempertanggung jawabkan perbuatannya masing-masing. Sesungguhnya
Allah membenarkan perjanjian ini dan merestuinya. Dan sesungguhnya perjanjian
ini tidaklah melindungi orang-orang zhalim atau jahat. Setiap orang bebas
keluar masuk Madinah kecuali orang-orang yang zhalim dan jahat. Sesungguhnya
Allah melindungi orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa.
Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar
Ibnu Ishaq berkata: "Rasulullah mempersaudarakan para sahabat beliau dari
kaum Muhajirin dan Anshar - aku berlindung kepada Allah dari mengatakan apa
yang tidak beliau ucapkan-:
"Saling bersaudaralah kalian karena Allah dengan berpasang-pasangan!"
Kemudian beliau mengambil tangan Ali bin Abi Thalib, lalu bersabda: "Ini
adalah saudaraku!"
Rasulullah, penghulu para nabi, imam orang-orang yang bertak-wa, utusan Rabb
semesta alam yang tiada suatu hamba pun yang menya-mainya, dengan Ali bin Abi
Thalib adalah dua bersaudara. Hamzah bin Abdul Muthalib singa Allah dan singa
rasulNya, paman Rasulullah dengan Zaid bin Haritsah Maula Rasulullah adalah dua
bersaudara. Dan kepadanyalah Hamzah memberikan wasiat pada hari perang Uhud
bila beliau gugur di medan perang. Ja'far bin Abi Thalib pemilik dua sayap dan
Muadz bin Jabal saudara Bani Salamah adalah dua bersaudara.
Abu Bakar Ash Shidiq bin Abi Quhafah dan Kharijah bin Zuhair adalah dua
bersaudara. Umar bin Khatthab dan 'Itban bin Malik adalah dua bersaudara. Abu
Ubaidah bin Al-Jarah dan Saad bin Muadz adalah dua bersaudara. Abdurrahman bin
'Auf dan Saad bin Ar Rabii' adalah dua bersaudara. Zubair bin Awwam dan Salamah
bin Salamah bin Waqqas adalah dua bersaudara. Utsman bin Affan dan Aus bin
Tsabit bin Al-Mundzir adalah dua bersaudara. Thalhah bin Abdullah dan Ka'ab bin
Malik adalah dua bersaudara. Said bin Zaid Bin 'Amru bin Nufail dan Abi Ibnu
Ka'ab adalah dua bersaudara. Mush'ab bin Umair dan Abu Ayyub Khaid bin Zaid
adalah dua bersaudara. Abu Hudzaifah bin 'Utbah dan 'Abbad bin Basyar adalah
dua bersaudara. 'Ammar bin Yasir dan Hudzaifah Ibnul Yaman adalah dua
bersaudara. Abu dzr Al-Ghifari dan Al-Mundzir bin 'Amru adalah dua bersaudara.
Hathib bin Abi Balta'ah dan 'Uwaim bin Sa'adah adalah dua bersaudara. Salman
Al-Farisy dan Abu Darda' adalah dua bersaudara. Bilal maula Abu Bakar dan Abu
Ruwaihah adalah dua bersaudara. Mereka itulah nama-nama yang dise-butkan
Rasulullah ketika beliau mempersaudarakan para sahabatnya.
Kisah Adzan
Ketika Rasulullah telah menetap dengan tenang di Madinah bersama para sahabat
dari kaum muhajirin dan Anshar, Dien Islam telah kokoh, shalat telah
ditegakkan, zakat dan puasa telah diwajibkan, hukum pidana telah diterapkan,
haram dan halal telah disyari'atkan, Islam telah tegak di tengah-tengah mereka
dan kaum Anshar telah menyerahkan tanah air mereka dan beriman kepada Allah dan
RasulNya. Awal mula ketika Rasulullah menetap di kota Madinah, kaum muslimin
mengerjakan shalat bersama Rasulullah apabila waktu shalat telah datang tanpa
ada panggilan atau seruan. Pada awalnya Rasulullah ingin menjadikan terompet
seperti yang digunakan orang-orang Yahudi untuk panggilan ibadah mereka. Akan
tetapi kemudian Rasulullah tidak menyukainya. Kemudian beliau memerintahkan
agar membuat lonceng yang dipukul untuk me-manggil kaum muslimin mengerjakan
shalat.
Dalam keadaan demikian, Abdullah bin Zaid bin Tsa'labah saudara Al-Hariits bin
Al-Khazraj mendengar seruan adzan dalam mimpinya. Ia datang menemui Rasulullah
dan berkata: 'Wahai Rasulullah, tadi malam aku bermimpi didatangi seseorang,
lalu seorang lelaki yang menge-nakan dua potong baju berwarna hijau lewat di
hadapanku. Ia membawa lonceng di tangannya. Saya berkata kepadanya: 'Wahai
hamba Allah, maukah engkau menjual lonceng itu?'
'Untuk apa?' tanyanya pula.
'Untuk kami jadikan alat memanggil kaum muslimin berkumpul mengerjakan shalat'
jawabku.
Lelaki itu berkata: 'Maukah engkau aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik
daripada itu?'
'Apa itu?' aku balik bertanya.
Dia menjawab: "Ucapkanlah:
Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar,
Asyhadu allaa ilaaha illallah, Asyhadu allaa ilaaha illallah,
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.,
Hayya 'alash shalah, Hayya 'alash shalah,
Hayya 'alal falaah, Hayya 'alal falaah,
Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Laailaaha illallah."
Ketika Abdullah mengabarkan mimpinya itu kepada Rasulullah, Beliau bersabda:
"Sesungguhnya itu adalah mimpi yang haq, pergilah dan temui Bilal, lalu
ajarkan lafazh itu agar dia mengumandangkannya. Karena suara Bilal lebih keras
daripada suaramu. Ketika Umar bin Khat-thab mendengar Bilal mengumandangkan
seruan adzan itu, dia keluar menemui Rasulullah lalu berkata: "Wahai
Nabiyullah, demi Allah yang telah mengutus engkau dengan haq, sungguh aku telah
mendengar seruan itu dalam mimpiku." Rasulullah bersabda: "Segala
puji bagi Allah atas semua itu."
Kisah Tentang Sejumlah Sahabat yang Tertimpa Penyakit
Diriwayatkan dari 'Aisyah radliyallâhu 'anha, dia berkata: "Ketika
Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam tiba di Madinah, kota itu adalah
sarang wabah penyakit demam. Banyak dari sahabat Rasulullah yang tertimpa wabah
itu. Namun Allah Ta'ala meng-hindarkan RasulNya dari penyakit itu. Ketika itu
Abu Bakar Ash-Shiddiq, Amir bin Fuhairah dan Bilal maula Abu Bakar tinggal
dalam satu rumah. Mereka semua terserang penyakit demam. Maka aku pun datang
untuk menjenguk mereka -peristiwa ini terjadi sebelum turunnya perintah hijab-.
Hanya Allah yang tahu tentang beratnya sakit yang mereka alami. Aku pun datang
menemui Abu Bakar dan menyapanya: "Bagaimana keadaanmu wahai ayahku?"
Abu Bakar menyahut:
"Setiap orang boleh bersenang-senang bersama keluarganya di waktu pagi
Padahal kematian itu lebih dekat dengannya daripada tali sandalnya."
Demi Allah Abu Bakar tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan. Kemudian aku
datang menemui 'Amir bin Fuhairah, dan bertanya kepa-danya: "Bagaimana keadaanmu
wahai 'Amir?"
Dia menyahut:
Sungguh aku telah merasakan kematian sebelum aku mengalaminya
Sesungguhnya seorang pengecut selalu berteriak dari atas
Setiap orang pasti berusaha sekuat tenaga
Seperti sapi yang melindungi kulitnya dengan tanduknya
Demi Allah 'Amir tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan. Sedang-kan Bilal
apabila telah terserang demam itu, ia berbaring di halaman rumah seraya
berseru:
"Duhai bisakah aku bermalam semalam saja di Fakh
Sementara di kanan kiriku terdapat idzkhir dan jalil
Duhai bisakah aku singgah di mata air Mijannah
Dan bisakah aku menatap sekali lagi bukit Syaamah dan Thafil."
[Fakh adalah nama sebuah tempat di luar kota Makkah ; Idzkhir dan Jalil
adalah nama sebuah tanaman yang harum baunya; Mijannah adalah nama sebuah pasar
di zaman jahiliyah di sebelah bawah kota Mekkah lebih kurang satu barid dari
Mekkah; Syaamah dan Thafil adalah nama dua buah gunung di Mekkah]
Kemudian aku menceritakan apa yang aku saksikan kepada Rasulullah. Kukatakan
kepada beliau: "Mereka tidak menyadari apa yang mereka ucapkan karena
parahnya demam yang menyerang."
Mendengar penuturanku itu Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam lantas
berdoa:
"Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai
Mekkah atau bahkan lebih dari itu. Berkahilah mud dan sha'nya (Yaitu
barang-barang yang ditimbang dengan mud dan sha'. Satu mud sama dengan dua
rithal bagi penduduk Iraq. Dan satu sepertiga rithal bagi penduduk Hijaz. Satu
sha' sama dengan empat mud bagi penduduk Hijaz) serta pindahkanlah wabah yang
menimpanya ke Mahya'ah. (Mahya'ah adalah Juhfah, yang merupakan miqat penduduk
Syam)
Tarikh Hijriyah
Rasulullah tiba di Madinah pada hari Senin, di waktu Dhuha saat matahari mulai
naik sepenggalahan (di tengah-tengah ufuk/langit). Yaitu pada tanggal dua belas
Rabi'ul Awal. Ketika itu Rasulullah menginjak usia lima puluh tiga tahun, yaitu
setelah tiga belas tahun beliau diangkat menjadi rasul oleh Allah Ta'ala.
Beliau menetap di sana mulai bulan Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal'
Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ra-madhan, Syawal, Dzulqa'dah, Dzulhijah dan
Muharam. (Dari Buku Tahdzib Sirah Ibn Hisyam karya 'Abdus Salam Harun)