Peringkat gagal tersebut di lansir oleh Dalam
kompilasi The Fund for Peace, sebuah lembaga nirlaba berkedudukan di Washington
DC, Amerika Serikat, sebenar nya apa yang mereka rilis ini cukup beralasan
karena indonesia memang gagal, gagal dalam mencetak manusia-manusia pilihan, Indeks Pembangunan Manusia ( IPM) Ada pada ranking 124 dari 187 negara, gagal
menjaga budaya, sehingga budaya-budaya indonesia sampai di maling oleh orang
lain bahkan sampai Cendol & Rendang Juga
ikut diakui negara jangan-jangan Sambal
trasi dan orek juga ikut ke gondol. Seperti dintopik Top News kegagalan
adalah langkah menuju kebangkitan namun jika melihat indonesia kegagalannya
adalah kegagalan yang lebih parah karena sebelum nya indonesia di urutan 64
negara teragagal sekarang ada di urutan 68 dari 178 negara,
Semoga kedepan
Indonesia bisa Bhaldatun toyyibatun wa rabbun ghofur,
Rasulullah
Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam memasuki kota Madinah pada bulan Rabi'ul Awal dan
menetap di sana. Kemudian pada bulan Shafar tahun berikut beliau mem-bangun
masjid dan tempat tinggal beliau. Lalu kaum Anshar yang merupakan penduduk asli
kota Madinah berbondong-bondong masuk Islam sehingga tidak tersisa satu rumah
pun melainkan penghuninya telah memeluk Islam. Kecuali beberapa kabilah seperti
Khatmah, Waqif, Wail dan Umayyah, mereka adalah kabilah dari suku Aus. Mereka
tetap bersikeras di atas kemusyrikan.
Khutbah pertama yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam
-menurut riwayat yang sampai kepadaku dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan aku
berlindung kepada Allah dari mengada-ada atas nama Rasulullah- adalah beliau
berdiri di hadapan mereka lalu mengucapkan hamdalah dan memuji Allah Ta'ala
kemudian berkata:
"Amma ba'du, wahai sekalian manusia, persiapkanlah bekal untuk dirimu
kelak. Demi Allah ketahuilah bahwa masing-masing kalian akan dikejutkan dengan
kematian hingga ia meninggalkan kambing-kambingnya tanpa penggembala. Kemudian
Allah akan berbicara kepadanya tanpa melalui penerjemah dan tanpa penghalang:
"Bukankah rasul-Ku telah datang kepadamu dan menyampaikannya kepadamu?
Bukankah Aku telah mencurahkan harta kepadamu dan Aku lebihkan bagimu? Lalu apa
yang telah engkau lakukan untuk bekal dirimu?" Ia menoleh ke kanan dan ke
kiri namun ia tidak melihat apapun. Lalu ia melihat ke depan namun yang
terlihat olehnya hanyalah Neraka jahannam. Maka barangsiapa dapat menjaga wajahnya
dari api Neraka meskipun dengan sebiji kurma hendaklah ia lakukan. Bagi yang
tidak punya maka cukup dengan perkataan yang elok. Karena setiap kebaikan akan
dilipatganda-kan pahalanya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali
lipat."
As-Salaamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Dalam kesempatan berikutnya Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam
berkhutbah:
"Segala puji hanyalah milik Allah semata, saya memujiNya, memohon
pertolongan kepadaNya dan berlindung kepadaNya dari keburukan diri kami dan
dari kejelekan amal kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah niscaya tidak
ada yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan olehNya niscaya
tidak ada satu pun yang dapat memberinya hidayah. Saya bersaksi bahwa tiada
Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata tiada sekutu
bagiNya. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sungguh
beruntunglah orang yang Allah hiasi hatinya dengan Kitabullah dan memasukkannya
ke dalam Islam setelah kekafirannya serta lebih memilih Kitabullah daripada
perkataan-perkataan manusia. Karena sesungguhnya Kitabullah adalah sebaik-baik
dan seindah-indah perkataan.
Cintailah apa yang dicintai Allah dan cintailah Allah dengan sepe-nuh hati
kalian, janganlah kalian bosan membaca Kalamullah dan dzikrullah. Dan janganlah
sampai hati kalian mengeras, karena Allah akan memilih dan mengistimewakan dari
setiap apa yang telah dicipta-kanNya. Allah telah menamakannya sebagai amal
yang terpilih dan terbaik {Yaitu Allah telah menamakan dzikir dan tilawah
Al-Qur'an sebagai amal-amal pilihan yang terbaik, dalilnya firman Allah:
"Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya."
(Al-Qashash: 68)}
Dan mengistimewakan sebagian hambaNya {Yaitu Allah menamai sebagian hambaNya
dengan Mushthafa (hamba pilihan)}. Cintailah perkataan yang baik dan cintai
juga perkara halal dan haram yang telah ditetapkan bagi kalian. Sembahlah Allah
semata janganlah berbuat syirik kepada-Nya. Bertakwalah dengan sebenar-benar
takwa. Jujurlah karena Allah dalam bertutur kata. Dan hendaklah kalian saling
mencintai karena Allah. sesungguhnya Allah pasti marah bila perjanjianNya
dilanggar." Was salamu 'alaikum.
Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam menulis sebuah piagam buat kaum
Muhajirin dan Anshar berisi perjanjian damai dengan kaum Yahudi di Madinah,
Rasulullah membiarkan mereka tetap memeluk agama mereka dan tidak mengusik
harta benda mereka. Rasulullah menetapkan beberapa persyaratan kepada mereka,
beliau menulis sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim,
Ini adalah kitab yang ditulis oleh Muhammad Nabiyullah buat kaum mukminin
muslimin dari kalangan Quraisy dan Yatsrib, orang-orang yang mengikuti dan
menyertai mereka serta berjuang bersama mereka. Bahwa mereka adalah umat yang
satu. Kaum Muhajirin Quraisy tetap sebagaimana status mereka dahulu (Yakni
status sebelum masuk Islam), saling bantu-membantu dalam membayar diyat di
antara mereka serta menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang
ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin. Bani 'Auf juga sebagaimana status
mereka dahulu saling bantu memban-tu dalam membayar diyat sebagaimana dahulu,
setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf
dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani Sa'idah juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam
membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang
tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani Al-Harits juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu
dalam membayar diyat sebagai-mana dahulu, setiap kelompok menebus saudara
mereka yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani Jusyam juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam
membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang
tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani An-Najjar juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu
dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka
yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Bani Amru bin 'Auf juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu
dalam membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka
yang tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin. Bani
An-Nabiit juga sebagaimana status mereka dahulu saling bantu membantu dalam
membayar diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang
tertawan dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin. Bani Al-Aus
juga sebagaimana status me-reka dahulu saling bantu membantu dalam membayar
diyat sebagaimana dahulu, setiap kelompok menebus saudara mereka yang tertawan
dengan cara yang ma'ruf dan adil terhadap kaum mukminin.
Sesungguhnya kaum mukminin tidak membiarkan saudaranya terlilit utang dan
tanggungan yang berat dengan memberikan secara ma'ruf bantuan kepadanya dalam
membayar tebusan ataupun diyat. Dan tidak mengikat perjanjian dan transaksi
apapun terhadap budak saudaranya sesama mukmin tanpa sepengetahuannya.
Sesungguhnya kaum muk-minin mencegah saudaranya yang berbuat jahat atau hendak
berbuat zhalim, dosa, pelanggaran dan kerusakan di tengah mereka. Mereka semua
saling bahu-membahu dalam mengatasinya. Meskipun pelakunya adalah anak salah
seorang dari mereka. Seorang mukmin tidak boleh membunuh saudaranya sesama
mukmin karena tuntutan qishash orang kafir dan tidak boleh menolong orang kafir
atas kaum mukminin.
Sesungguhnya perlindungan Allah itu berlaku untuk semua lapisan kaum mukminin.
Allah melindungi orang yang dilindungi seorang muk-min walaupun derajatnya
rendah. Sesungguhnya kaum mukminin saling melindungi satu sama lainnya terhadap
orang lain. Dan bahwasanya siapa saja yang mengikuti kami dari kalangan Yahudi
maka ia berhak men-dapat pembelaan dan patut diteladani, tidak akan dizhalimi,
tidak akan dibiarkan kepada orang yang memerangi mereka. Dan sesungguhnya
per-damaian yang dilakukan oleh setiap kaum mukminin itu sama statusnya.
Seorang mukmin tidak boleh mengadakan perdamaian dengan orang kafir di medan
pertempuran fi sabilillah kecuali dengan persyaratan yang adil dan sama rata.
Setiap pejuang yang turut berperang bersama kaum muslimin harus saling bahu
membahu sesama mereka. Sesungguhnya setiap kaum mukminin harus menuntut balas
atas darah saudaranya yang ditumpahkan fi sabilillah. Sesungguhnya kaum
mukminin muttaqin berada di atas petunjuk yang terbaik dan paling lurus. Dan
sesungguhnya seorang musyrik tidak berhak melindungi harta dan jiwa kaum
Quraisy. Dan tidak dapat menghalangi kaum mukminin terhadapnya. Dan barangsiapa
membunuh seorang mukmin tanpa hak maka dia harus menanggung hukumannya (qishash
atau diyat) kecuali dimaafkan oleh wali yang terbunuh. Dan se-luruh kaum
mukminin harus menuntutnya dan tidak halal bagi mereka kecuali mengajukan
tuntutan.
Dan sesungguhnya tidak halal bagi setiap mukmin yang menyetujui perjanjian ini
dan beriman kepada Allah dan rasulNya serta hari Akhirat untuk membantu atau
melindungi pelaku bid'ah. Dan barangsiapa menolong atau melindunginya maka
atasnya laknat Allah dan kemurkaanNya pada hari Kiamat. Tidak akan diterima
tebusan atau ganti apapun darinya pada Hari Kiamat nanti. Dan apabila kalian
berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah dan RasulNya.
Sesungguhnya kaum Yahudi harus selalu memberikan bantuan materi kepada kaum
mukminin untuk berperang. Sesungguhnya Yahudi Bani 'Auf adalah umat yang satu
bersama kaum mukminin, kaum Yahudi bebas menjalankan agama mereka dan kaum
muslimin juga bebas menjalankan agama mereka, demikian pula dalam urusan budak
dan pribadi mereka. Kecuali orang-orang yang berbuat zhalim atau berbuat dosa
maka sesungguhnya ia hanyalah membinasakan diri dan hartanya sendiri. Demikian
pula perjanjian ini berlaku juga buat:
Yahudi Bani Najjar.
Yahudi Banil Harits.
Yahudi Bani Saa'idah.
Yahudi Bani Jusyam.
Yahudi Banil Aus.
Yahudi Bani Tsa'labah.
Kecuali
orang-orang yang berbuat zhalim atau berbuat dosa maka sesungguhnya ia hanyalah
membinasakan diri dan hartanya sendiri.
Dan sesungguhnya suku Jafnah adalah salah satu suku dari kabilah Tsa'labah sama
statusnya seperti mereka. Demikian pula Bani Asy-Syuthaibah statusnya sama
seperti Yahudi Bani 'Auf. Sesungguhnya kebaikan dan kesetiaan itu harus menjadi
penghalang berbuat dosa.
Dan sesungguhnya budak-budak Bani Tsa'labah sama statusnya dengan tuannya. Dan
bithanah (orang-orang dekat) Yahudi sama statusnya dengan mereka. Tidak ada
seorang pun yang terlepas dari perjanjian ini kecuali dengan seizin Muhammmad Shallallâhu
'alaihi Wa Sallam. Sesungguhnya tidak boleh meng-halangi tuntutan pembalasan
atas sebuah luka. Barangsiapa yang menye-rang sesungguhnya ia hanyalah
menyerang diri dan hartanya. Kecuali orang-orang yang berbuat zhalim.
Sesungguhnya Allah telah meridhai perjanjian ini.
Orang-orang Yahudi bebas mengurus nafkah mereka demikian pula kaum mukminin
bebas mengurus nafkah mereka. Sesungguhnya mereka harus saling tolong menolong
atas siapa saja yang menyerang pihak yang terikat dengan perjanjian ini. Dan
mereka harus saling menasehati, sesungguhnya kebaikan dan kesetiaan itu harus
menjadi penghalang ber-buat dosa. Sesungguhnya seseorang tiada berdosa karena
kejahatan orang yang dilindunginya. Dan sesungguhnya pertolongan itu wajib
diberikan kepada orang yang teraniaya. Sesungguhnya kaum Yahudi harus selalu
memberikan bantuan materi kepada kaum mukminin untuk berperang.( Hal ini
berlaku sebelum diwajibkannya jizyah ketika itu Islam masih lemah dan kaum
Yahudi ketika itu memiliki bagian dari harta rampasan perang apabila mereka
berperang bersama kaum muslimin, dalam perjanjian ini disyaratkan mereka harus
memberikan bantuan dalam peperangan)
Dan sesungguhnya kota Yatsrib (Madinah) ini adalah tanah haram bagi pihak-pihak
yang terikat dalam perjanjian ini. Sesungguhnya tetangga itu harus dihormati
seperti menghormati diri sendiri, janganlah merugikan tetangga dan janganlah
berbuat jahat terhadapnya. Janganlah melanggar batas-batas kecuali dengan izin
pemiliknya.
Sesungguhnya masalah atau pertikaian apapun yang terjadi di antara pihak-pihak
yang terikat perjanjian dan dikhawatirkan mengancam per-janjian ini maka harus
dikembalikan kepada Allah Ta'ala dan Muhammad Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa
Sallam. Sesungguhnya Allah memelihara isi perjanjian ini dan merestuinya.
Janganlah melindungi kaum musyrikin Quraisy dan jangan pula orang yang menolong
mereka.
Pihak-pihak yang terikat perjanjian harus saling membantu jika ada pihak luar
yang berusaha menyerang Madinah. Jika mereka diajak berdamai maka hendaklah diterima
ajakan damai tersebut. Jika mereka mengajak berdamai maka mereka memiliki hak
atas kaum mukminin. Kecuali bagi mereka yang memerangi agama. Tiap-tiap orang
berhak mendapat bagian sesuai dengan posisinya. Se-sungguhnya Yahudi Bani Aus,
budak-budak serta diri mereka juga terikat dengan perjanjian ini. Mereka berhak
mendapat perlakuan baik dari pihak-pihak yang terikat dengan perjanjian ini.
Sesungguhnya kebaikan dan kesetiaan itu harus menjadi penghalang berbuat dosa.
Setiap orang mempertanggung jawabkan perbuatannya masing-masing. Sesungguhnya
Allah membenarkan perjanjian ini dan merestuinya. Dan sesungguhnya perjanjian
ini tidaklah melindungi orang-orang zhalim atau jahat. Setiap orang bebas
keluar masuk Madinah kecuali orang-orang yang zhalim dan jahat. Sesungguhnya
Allah melindungi orang-orang yang berbuat baik dan bertakwa.
Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar
Ibnu Ishaq berkata: "Rasulullah mempersaudarakan para sahabat beliau dari
kaum Muhajirin dan Anshar - aku berlindung kepada Allah dari mengatakan apa
yang tidak beliau ucapkan-:
"Saling bersaudaralah kalian karena Allah dengan berpasang-pasangan!"
Kemudian beliau mengambil tangan Ali bin Abi Thalib, lalu bersabda: "Ini
adalah saudaraku!"
Rasulullah, penghulu para nabi, imam orang-orang yang bertak-wa, utusan Rabb
semesta alam yang tiada suatu hamba pun yang menya-mainya, dengan Ali bin Abi
Thalib adalah dua bersaudara. Hamzah bin Abdul Muthalib singa Allah dan singa
rasulNya, paman Rasulullah dengan Zaid bin Haritsah Maula Rasulullah adalah dua
bersaudara. Dan kepadanyalah Hamzah memberikan wasiat pada hari perang Uhud
bila beliau gugur di medan perang. Ja'far bin Abi Thalib pemilik dua sayap dan
Muadz bin Jabal saudara Bani Salamah adalah dua bersaudara.
Abu Bakar Ash Shidiq bin Abi Quhafah dan Kharijah bin Zuhair adalah dua
bersaudara. Umar bin Khatthab dan 'Itban bin Malik adalah dua bersaudara. Abu
Ubaidah bin Al-Jarah dan Saad bin Muadz adalah dua bersaudara. Abdurrahman bin
'Auf dan Saad bin Ar Rabii' adalah dua bersaudara. Zubair bin Awwam dan Salamah
bin Salamah bin Waqqas adalah dua bersaudara. Utsman bin Affan dan Aus bin
Tsabit bin Al-Mundzir adalah dua bersaudara. Thalhah bin Abdullah dan Ka'ab bin
Malik adalah dua bersaudara. Said bin Zaid Bin 'Amru bin Nufail dan Abi Ibnu
Ka'ab adalah dua bersaudara. Mush'ab bin Umair dan Abu Ayyub Khaid bin Zaid
adalah dua bersaudara. Abu Hudzaifah bin 'Utbah dan 'Abbad bin Basyar adalah
dua bersaudara. 'Ammar bin Yasir dan Hudzaifah Ibnul Yaman adalah dua
bersaudara. Abu dzr Al-Ghifari dan Al-Mundzir bin 'Amru adalah dua bersaudara.
Hathib bin Abi Balta'ah dan 'Uwaim bin Sa'adah adalah dua bersaudara. Salman
Al-Farisy dan Abu Darda' adalah dua bersaudara. Bilal maula Abu Bakar dan Abu
Ruwaihah adalah dua bersaudara. Mereka itulah nama-nama yang dise-butkan
Rasulullah ketika beliau mempersaudarakan para sahabatnya.
Kisah Adzan
Ketika Rasulullah telah menetap dengan tenang di Madinah bersama para sahabat
dari kaum muhajirin dan Anshar, Dien Islam telah kokoh, shalat telah
ditegakkan, zakat dan puasa telah diwajibkan, hukum pidana telah diterapkan,
haram dan halal telah disyari'atkan, Islam telah tegak di tengah-tengah mereka
dan kaum Anshar telah menyerahkan tanah air mereka dan beriman kepada Allah dan
RasulNya. Awal mula ketika Rasulullah menetap di kota Madinah, kaum muslimin
mengerjakan shalat bersama Rasulullah apabila waktu shalat telah datang tanpa
ada panggilan atau seruan. Pada awalnya Rasulullah ingin menjadikan terompet
seperti yang digunakan orang-orang Yahudi untuk panggilan ibadah mereka. Akan
tetapi kemudian Rasulullah tidak menyukainya. Kemudian beliau memerintahkan
agar membuat lonceng yang dipukul untuk me-manggil kaum muslimin mengerjakan
shalat.
Dalam keadaan demikian, Abdullah bin Zaid bin Tsa'labah saudara Al-Hariits bin
Al-Khazraj mendengar seruan adzan dalam mimpinya. Ia datang menemui Rasulullah
dan berkata: 'Wahai Rasulullah, tadi malam aku bermimpi didatangi seseorang,
lalu seorang lelaki yang menge-nakan dua potong baju berwarna hijau lewat di
hadapanku. Ia membawa lonceng di tangannya. Saya berkata kepadanya: 'Wahai
hamba Allah, maukah engkau menjual lonceng itu?'
'Untuk apa?' tanyanya pula.
'Untuk kami jadikan alat memanggil kaum muslimin berkumpul mengerjakan shalat'
jawabku.
Lelaki itu berkata: 'Maukah engkau aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik
daripada itu?'
'Apa itu?' aku balik bertanya.
Dia menjawab: "Ucapkanlah:
Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar,
Asyhadu allaa ilaaha illallah, Asyhadu allaa ilaaha illallah,
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.,
Hayya 'alash shalah, Hayya 'alash shalah,
Hayya 'alal falaah, Hayya 'alal falaah,
Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Laailaaha illallah."
Ketika Abdullah mengabarkan mimpinya itu kepada Rasulullah, Beliau bersabda:
"Sesungguhnya itu adalah mimpi yang haq, pergilah dan temui Bilal, lalu
ajarkan lafazh itu agar dia mengumandangkannya. Karena suara Bilal lebih keras
daripada suaramu. Ketika Umar bin Khat-thab mendengar Bilal mengumandangkan
seruan adzan itu, dia keluar menemui Rasulullah lalu berkata: "Wahai
Nabiyullah, demi Allah yang telah mengutus engkau dengan haq, sungguh aku telah
mendengar seruan itu dalam mimpiku." Rasulullah bersabda: "Segala
puji bagi Allah atas semua itu."
Kisah Tentang Sejumlah Sahabat yang Tertimpa Penyakit
Diriwayatkan dari 'Aisyah radliyallâhu 'anha, dia berkata: "Ketika
Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam tiba di Madinah, kota itu adalah
sarang wabah penyakit demam. Banyak dari sahabat Rasulullah yang tertimpa wabah
itu. Namun Allah Ta'ala meng-hindarkan RasulNya dari penyakit itu. Ketika itu
Abu Bakar Ash-Shiddiq, Amir bin Fuhairah dan Bilal maula Abu Bakar tinggal
dalam satu rumah. Mereka semua terserang penyakit demam. Maka aku pun datang
untuk menjenguk mereka -peristiwa ini terjadi sebelum turunnya perintah hijab-.
Hanya Allah yang tahu tentang beratnya sakit yang mereka alami. Aku pun datang
menemui Abu Bakar dan menyapanya: "Bagaimana keadaanmu wahai ayahku?"
Abu Bakar menyahut:
"Setiap orang boleh bersenang-senang bersama keluarganya di waktu pagi
Padahal kematian itu lebih dekat dengannya daripada tali sandalnya."
Demi Allah Abu Bakar tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan. Kemudian aku
datang menemui 'Amir bin Fuhairah, dan bertanya kepa-danya: "Bagaimana keadaanmu
wahai 'Amir?"
Dia menyahut:
Sungguh aku telah merasakan kematian sebelum aku mengalaminya
Sesungguhnya seorang pengecut selalu berteriak dari atas
Setiap orang pasti berusaha sekuat tenaga
Seperti sapi yang melindungi kulitnya dengan tanduknya
Demi Allah 'Amir tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan. Sedang-kan Bilal
apabila telah terserang demam itu, ia berbaring di halaman rumah seraya
berseru:
"Duhai bisakah aku bermalam semalam saja di Fakh
Sementara di kanan kiriku terdapat idzkhir dan jalil
Duhai bisakah aku singgah di mata air Mijannah
Dan bisakah aku menatap sekali lagi bukit Syaamah dan Thafil."
[Fakh adalah nama sebuah tempat di luar kota Makkah ; Idzkhir dan Jalil
adalah nama sebuah tanaman yang harum baunya; Mijannah adalah nama sebuah pasar
di zaman jahiliyah di sebelah bawah kota Mekkah lebih kurang satu barid dari
Mekkah; Syaamah dan Thafil adalah nama dua buah gunung di Mekkah]
Kemudian aku menceritakan apa yang aku saksikan kepada Rasulullah. Kukatakan
kepada beliau: "Mereka tidak menyadari apa yang mereka ucapkan karena
parahnya demam yang menyerang."
Mendengar penuturanku itu Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam lantas
berdoa:
"Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai
Mekkah atau bahkan lebih dari itu. Berkahilah mud dan sha'nya (Yaitu
barang-barang yang ditimbang dengan mud dan sha'. Satu mud sama dengan dua
rithal bagi penduduk Iraq. Dan satu sepertiga rithal bagi penduduk Hijaz. Satu
sha' sama dengan empat mud bagi penduduk Hijaz) serta pindahkanlah wabah yang
menimpanya ke Mahya'ah. (Mahya'ah adalah Juhfah, yang merupakan miqat penduduk
Syam)
Tarikh Hijriyah
Rasulullah tiba di Madinah pada hari Senin, di waktu Dhuha saat matahari mulai
naik sepenggalahan (di tengah-tengah ufuk/langit). Yaitu pada tanggal dua belas
Rabi'ul Awal. Ketika itu Rasulullah menginjak usia lima puluh tiga tahun, yaitu
setelah tiga belas tahun beliau diangkat menjadi rasul oleh Allah Ta'ala.
Beliau menetap di sana mulai bulan Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal'
Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ra-madhan, Syawal, Dzulqa'dah, Dzulhijah dan
Muharam. (Dari Buku Tahdzib Sirah Ibn Hisyam karya 'Abdus Salam Harun)
Al-Ruwaibidoh adalah satu golongan yang
diberi amaran oleh Nabi s.a.w. akan kemunculannya menjelang kiamat. Sabda
baginda: “Sesungguhnya sebelum kedatangan dajjal-dalam riwayat yang lain:
sebelum kiamat- adanya tahun-tahun yang penuh tipu daya. Ketika itu didustakan
orang yang benar, dianggap benar orang yang dusta, dianggap khianat orang yang
amanah, dianggap amanah orang yang khianat, dan bercakap ketika itu
al-Ruwaibidoh. Para sahabat bertanya: “Siapakah al-Ruwaibidoh?” Sabda Nabi
s.a.w.: Orang lekeh yang berbicara mengenai urusan awam (orang ramai).” Hadith
ini diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad, Abu Ya’la, al-Bazzar, Ibnu Majah,
al-Kharaiti, dan al-Hakim. Al-Hakim menyatakan isnadnya sahih.dan ini disetujui
oleh Al-Zahabi. Demikian juga Ibn Hajar al-`Asqalani menyebut di dalam Fath
al-Bari :sanadnya baik. Al-Albani di dalam Silsilah al-Ahadith al-Sahihah juga menyatakan
ianya sahih
Isi kandungan hadith ini adalah amaran Nabi
s.a.w. kepada kita semua, bahawa akan muncul sebelum kiamat golongan manusia
yang lekeh dan tidak berkelayakan tetapi bercakap dalam urusan umat yang membabit
kepentingan umum dan ramai. Natijahnya, tentulah terjadinya porak peranda
pemikiran manusia, gawatlah kefahaman mereka dan hancur binaan ilmu yang
sebenar. Apa tidaknya, apabila yang lekeh menjadi pemimpin lalu bercakap dalam
urusan umat, yang jahil berlagak `alim, yang menghafal sepatah dua ayat
berlagak ulamak. Yang bukan ulama mengakui ulamak, yang hanya ada sepatah dua
ilmu agama ditabalkan menjadi ulamak. Inilah saat kehancuran. Justeru itu,
al-Imam Ibn Rajab al-Hambali dalam Jami’ al-`Ulum wa al-Hikam ketika
menghuraikan hadith tersebut menyatakan: “Maksud tanda kiamat yang disebut di
dalam hadith ini merujuk kepada persoalan “apabila urusan diserahkan kepada
bukan ahlinya” sepertimana yang disebut oleh Nabi s.a.w. kepada orang bertanya
baginda mengenai kiamat, maka kata baginda, “apabila urusan diserahkan kepada
bukan ahlinya maka tunggulah kiamat”.
Golongan al-Ruwaibidoh muncul di kalangan
masyarakat, mereka sebenarnya lekeh, tidak berkelayakan tetapi cuba menonjolkan
diri. Samada melalui pentas kepimpinan masyarakat, ataupun dalam gelanggang
ilmu. Inilah dua peluang besar untuk seseorang muncul dan dapat bercakap,
berbicara, memberikan pandangan mengenai urusan awam dan persoalan-persoalan
besar. Kadang-kala menerusi ucapan yang diperdengarkan, ataupun tulisan yang
dibaca. Bukannya kesalahan itu kerana mereka memberi pandangan, tetapi
kesalahannya kerana ketidaklayakan mereka, bekalan yang tidak cukup, berbicara
mengenai sesuatu yang bukan bidang mereka. Sebab itu, al-Imam al-Sayuti dalam Syarah
Sunan Ibn Majah menyatakan: “Al-Ruwaibidoh adalah orang yang lemah yang cuba
mencampuri perkara-perkara besar dan berusaha untuk memperolehinya”.
Inilah yang sedang kita saksikan di pentas
dunia kita. Apabila urusan politik umat cuba diuruskan oleh mereka yang tidak
mendalami ilmu al-siyasah al-syar`iyyah, lalu memberikan pandangan yang
bukan-bukan mengenai politik Islami maka kefahaman umat bawahan menjadi kelam
kabut. Umpamanya lihat lagak sebahagian orang-orang politik di negara ini. Yang
jahil tentang ilmu mustalah al-hadith, tidak pernah mempelajari ilmu sanad,
tidak mengetahui apa itu ilmu al-Rijal, apa itu ilmu al-Jarh wa al-Ta’dil, yang
menjadi asas pengetahuan dan kajian dalam hadith nabawi, berani bercakap
tentang hadith dan mencabarnya. Umpamanya lihatlah Kasim Ahmad!!!. Yang tidak
tahu bahasa arab, jahil kaedah dan cara istinbat (memetik) hukum, tidak
mendalami bab al-`Illah dalam Usul al-Fiqh, tidak mendalami Maqasid al-Syarak,
cuba menghuraikan dan mencabar beberapa ketetapan syarak. Umpamanya, lihatlah
gerakan sisters in Islam!!. Semua golongan ini bercakap apa sahaja yang mereka
mahu mengenai agama, apatah lagi bila diberi ruang di dalam akhbar dan media
massa. Hinggakan ada orang politik yang mengajak rakyat bersolat hajat untuk
menjadi tuan rumah sukan yang menyanggahi disiplin agama.
Sementara di kalangan yang cintakan Islam
pula, budaya ilmu belum begitu subur berkembang. Kuliah-kuliah agama di
sebahagian masjid dan surau, kurang membuahkan ilmu yang menimbulkan rasa takut
kepada Allah dan faham hukum-hakamnya. Peserta kuliah sebahagiannya lebih
meminati kuliah yang dipenuhi dengan lawak jenaka tanpa penekanan kepada ilmu.
Lebih mendukacitakan lagi apabila yang dijemput mengajar tidak memilik latar
belakang ilmu. Kata orang arab “orang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat
memberikan sesuatu”. Ada yang tidak pernah mempelajari Usul al-Fiqh tiba-tiba
memberi fatwa dalam hukum fikah. Bahkan sebahagiannya begitu jahil, misalnya,
sehingga ada yang tidak tahu apa yang dikatakan al-Ijmak atau ijmak ulamak,
lalu menafsirkannya sebagai pendapat tokoh-tokoh agama nusantara. Ada yang
tidak mengetahui bahasa arab melainkan sepatah dua, tidak pernah mempelajari
Usul al-Tafsir atau `Ulum al-Quran tiba-tiba mengajar kuliah tafsir.
Menghuraikan apa sahaja ayat yang dirasakan boleh menyeronokkan pendengar.
Pergantungannya hanya kepada apa yang dia faham dari al-Quran terjemahan samada
dalam bahasa Melayu, Indonesia ataupun Inggeris. Lalu qurannya adalah quran
menurut apa yang dia faham dari bahasa Melayu, atau Indonesia, atau Inggeris,
bukan daripada Bahasa `Arab yang nyata seperti yang disebut dalam al-Quran itu
sendiri. Malangnya dia berani menafsirkan untuk orang ramai sesedap lidahnya.
Maka terbitlah dari lidah yang tidak bertulang itu kesimpulan-kesimpulan yang
ganjil. Kalau Ibn `Abbas, Mujahid, al-Tabari, al-Qurtubi, Ibn al-`Arabi dan
para mufassirin yang lain masih hidup tentu mereka kehairanan mendengar tafsir
sedemikian pelik. Ada pula yang menganggap ilmu hadith itu hanyalah membaca
makna hadith dan menghuraikannya, tanpa perlu mengetahui bahasa `arab, tidak
mengetahui apa itu sanad, tidak pula mampu membeza antara hadith-hadith yang
thabit iaitu yang sahih dan hasan, dengan yang dhaif (lemah) atau dengan yang
maudu’ (palsu). Bahkan ada yang tidak mengetahui bahawa haramnya seorang muslim
membaca hadith palsu dihadapan khalayak tanpa diterangkan kepalsuannya. Tidak
mengetahui apakah disiplin al-Bukhari dalam sahihnya, apakah pula disiplin
Muslim, apakah pula disiplin Al-Tirmizi, Abu Daud, Ibn Majah, al-Nasai, Ahmad,
Ibn Hibban, al-Hakim, dan semua tokoh-tokoh hadith. Lalu mereka menganggap
semua hadith yang dibaca mertabatnya sama. Malangnya mereka yang seperti ini
juga cuba berfatwa mengenai hadith Nabi s.a.w.. Kalau Ibn al-Salah, al-Hafiz al-`Iraqi,
al-Balqini, al-Khatib al-Baghdadi, al-Ibn Hajar al-`Asqalani, al-Qasimi dan
seumpama mereka mendengarnya tentu akan terkejut kehairanan
Ini yang dinyatakan oleh Nabi s.a.w. dalam
sebuah hadith yang sanadnya sahih seperti yang sebut oleh Ibn Hajar al-`Asqalani
dalam Fath al-Bari: “Rosaknya agama apabila ilmu datang daripada yang kerdil,
yang dibantah oleh golongan yang `alim. Baiknya manusia apabila ilmu datang
dari golongan `alim dan diikuti oleh golongan kerdil”
Di sesetengah tempat, sekadar seseorang
pandai berceramah terus sahaja diberi lesen untuk bercakap mengenai agama.
Berbicara seolah-olah dia menguasai kesemua disiplin ilmu di dalam Islam.
Apatah lagi apabila ceramah boleh mendatang pendapatan yang lumayan, maka ramai
yang berusaha menjadi penceramah dengan menghafal sepatah ayat dan hadith lalu
menafsirkannya menurut apa yang digemari pendengar. Lalu dia menyangka dia
betul kerana orang awam suka mendengar apa dia ulas. Modalnya hanya dua, hentam
apa sahaja yang mendatangkan minat pendengar dan lawak yang boleh menyeronokan
pendengar. Mungkin juga akhirnya dia menyangka dirinya alim lantas semakin
hari, semakin berani memberi pandangan apa sahaja mengenai agama.
Saya masih teringat kepada al-Syeikh Dr.
Hasan Hitu, beliau adalah seorang tokoh ulamak semasa bermazhab al-Syafi’i dari
Syria, terkenal dengan karya-karyanya dalam fikah terutama dalam mazhab
al-Syafi`i.. Dalam ceramahnya kepada kami, beliau menyatakan bahawa ilmu-ilmu
Islamlah yang paling dizalimi. Sebabnya, seseorang tidak dibenarkan menjadi
doktor memeriksa dan memberi ubat kepada pesakit melainkan setelah dia lulus
dalam bidang perubatan dengan baik. Seseorang tidak dilulus untuk membina
bangunan yang tinggi melainkan setelah dia memiliki kelulusan dalam bidang
binaan. Begitu juga bidang-bidang yang lain. Namun, malang sekali apabila tiba
kepada persoalan ilmu Islam, semua lapisan diizinkan memberikan pendapat dalam
segala bidang yang ada di dalam agama. Samada dia pernah belajar atau tidak.
Sehingga artis yang tidak tahu hujung pangkal agama pun memberi pandangan
mengenai hukum-hakam syarak”.
Inilah yang sedang berlaku dalam masyarakat
Islam. Ilmu Islam dianggap begitu murah dan lekeh. Bidang-bidang lain, orang
tidak berani masuk campur melainkan jika memilki pengetahuan yang cukup
mengenainya. Ilmu Islam pula diperlakukan sebaliknya. Sehinggakan para artis
yang sedang aktif ataupun yang telah pencen, pun berfatwa tentang agama.
Sebenarnya, bukan kita halang mereka bercakap
atau cuba menyumbang untuk Islam, tetapi jangan mereka bercakap dalam apa yang
mereka tidak benar-benar memahaminya, kerana akhirnya umat akan tersasul dan
tersilap dalam memahami al-Din. Menyesatkan umat adalah suatu jenayah.
Sumbangan kepada umat dialu-alukan, namun biarlah ianya melalui cara yang
betul. Jika tidak mereka akan menjadi golongan al-Ruwaibidoh. Namun, apa yang
dapat kita katakan jika ianya adalah salah satu dari tanda kiamat yang
dikhabarkan iaitu munculnya golongan al-Ruwaibidoh. Kepada Allah kita pohon
agar kita tidak tergolong dalam golongan ini.
Orang cerdik akan
berusaha merubah kerugian menjadi keuntungan. Sedangkan orang bodoh akan membuat
suatu musibah menjadi bertumpuk dan berlipat ganda.
Ketika Rasulullah
s.a.w. diusir dari Makkah, beliau memutuskan untuk menetap di Madinah dan
kemudian berhasil membangunnya menjadi sebuah negara yang sangat akrab di
telinga dan mata sejarah.
Ahmad ibn Hanbal pernah
dipenjara dan dihukum dera, tetapi karenanya pula ia kemudian menjadi imam salah
satu madzhab. Ibnu Taimiyyah pernah di penjara, tetapi justru di penjara itulah
ia banyak melahirkan karya. As-Sarakhsi pernah dikurung di dasar sumur selama
bertahun-tahun, tetapi di tempat itulah ia berhasil mengarang buku sebanyak dua
puluh jilid. Ketika Ibnul-Atsir dipecat dari jabatannya, ia berhasil
menyelesaikan karya besarnya yang berjudul Jami'ul Ushul dan
an-Nihayah, salah satu buku paling terkenal dalam hadits. Demikian halnya
dengan Ibnul-Jawzy, ia pernah diasingkan dari Baghdad, dan karena itu ia
menguasai qiraah sab'ah. Malik ibn ar-Raib adalah penderita suatu
penyakit yang mematikan, namun ia mampu melahirkan syair-syair yang sangat indah
dan tak kalah dengan karya-karya para penyair besar zaman Abbasiyah. Lalu,
ketika semua anak Abi Dzuaib al-Hudzali mati meninggalkannya seorang diri, ia
justru mampu menciptakan nyanyiannyanyian puitis yang mampu membekam mulut
zaman, membuat setiap pendengarnya tersihir, memaksa sejarah untuk selalu
bertepuk tangan saat mendengarnya kembali.
Begitulah, ketika
tertimpa suatu musibah, Anda harus melihat sisi yang paling terang darinya.
Ketika seseorang memberi Anda segelas air lemon, Anda perlu menambah sesendok
gula ke dalamnya. Ketika mendapat hadiah seekor ular dari orang, ambil saja
kulitnya yang mahal dan tinggalkan bagian tubuhnya yang lain. Ketika disengat
kala jengking, ketahuilah bahwa sengatan itu sebenarnya memberikan kekebalan
pada tubuh Anda dari bahaya bisa ular.
Kendalikan diri Anda
dalam berbagai kesulitan yang Anda hadapi! Dengan begitu, Anda akan dapat
mempersembahkan bunga mawar dan melati yang harum kepada kami. Dan,
{Boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.} (QS. Al-Baqarah: 216)
Sebelum terjadi
revolusi besar di Perancis, konon negara itu pernah memenjara dua sastrawan
terkenalnya. Salah seorang dari keduanya sangat optimistis dan yang seorang lagi
pesimistis bahwa revolusi dan perubahan akan segera terjadi. Setiap hari
keduanya sama-sama melongokkan kepala melalui sela-sela jeruji penjara. Hanya
saja, sang sastrawan yang optimistis selalu memandang ke atas dan melihat
bintang-bintang yang gemerlap di langit. Dan karena itu ia selalu tersenyum
cerah. Adapun sastrawan yang pesimistis, ia selalu melihat ke arah bawah dan
hanya melihat tanah hitam di depan penjara, dan kemudian menangis sedih.
Begitulah, sebaiknya
Anda selalu melihat sisi lain dari kesedihan itu. Sebab, belum tentu semuanya
menyedihkan, pasti ada kebaikan, secercah harapan, jalan keluar serta pahala.
Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya'juj
wa-Ma'juj bukan saja disebutkan dalam Hadits, melainkan pula dalam Al-Qur'an.
Dan kemunculannya yang kedua kalinya ini dihubungkan dengan turunnya Al-Masih.
Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus
Lisanul-'Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut
suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi
kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi
dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi
manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka
bumi.
Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan
barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang
dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena
mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud
yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.
Kata Ya'juj dan Ma juj berasal
dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf'ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi
kata ajja berarti pula asra'a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang
tertera dalam kamus Lisanul-'Arab. Ya'juj wa-Ma'juj dapat pula diibaratkan
sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.
Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat
terakhir Surat Al-Kahfi
(Blessing News ) Kemenangan Muhammad
Mursi dalam pemilu mesir tak lepas dari peran ikhwanul muslimin, siapa
sebenarnya ikhwanul muslimin itu ? Ikhwanul Muslimin adalah organisasi yang
didirikan Oleh hasan Al-banna beserta 6 rekannya yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad
al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurrahman Hasbullah, Ismail Izz dan Zaki
al-Maghribi pada Maret 1928 di mesir.
Kondisi mesir pada waktu itu sama dengan kondisi arab pada
umumnya yaitu tunduk pada sekulerisme, mesir pada waktu itubisa di katakan dalam kondisi kedzaliman
politik dan keruntuhan Moral.
Ikhwanul muslimin yang lahir pada kondisitersebut berupaya keras mengembalikan kehidupan islami di mesir dengan
Motto :
Mati syahid
di jalan Allah cita-cita kami yang tertinggi (Syahid fiisabilillah asma
amanina)
Sedang Khitah perjuangan IM adalah untuk membina Pribadi Muslim, Membina Rumah Tangga Muslim, Masyarakat Muslim dan Akhirnya Membentuk Pemerintahan Muslim.
Waktu demi waktu gerakan ini banyak di minati oleh
kalangan muslim mesir Perkembangan
Kemudian pada tahun 1934, Ikhwanul
Muslimin membentuk divisi Persaudaraan Muslimah . Divisi ini ditujukan untuk
para wanita yang ingin bergabung ke Ikhwanul Muslimin. Walaupun begitu, pada
tahun 1941 gerakan Ikhwanul Muslimin masih beranggotakan 100 orang, hasil
seleksi dari Hassan al-Banna. Pada tahun 1948, Ikhwanul Muslimin turut serta
dalam perang melawan Israel di Palestina. Saat organisasi ini sedang berkembang
pesat, Ikhwanul Muslimin justru dibekukan oleh Muhammad Fahmi Naqrasyi, Perdana
Menteri Mesir tahun 1948. Berita penculikan Naqrasyi di media massa tak lama
setelah pembekuan Ikhwanul Muslimin membuat semua orang curiga pada gerakan
Ikhwanul Muslimin.
12 Februari 49hasan Albana di bunuh dengan cara di tembak
orang yang tak di kenal, Pasca wafatnya Al-banna Nahkoda Ikhwan di pimpin Oleh
Hasan Al-Hudaybi walau pada akhirnya hasan Alhuday pun di hukum Gantung oleh
raja Mesir pada waktu itu.
Setelah itunahkaoda ikhwan secara bertahap dipimpin oleh
Tentang perjalanan Mursyi sendiri menuju Istana dapatdilihat dari data berikut yang bersumber dari Web Ikhwanul Muslimin
Indonesia Al-ikhwan.net
30 April 2011: majelis syuro Ikhwan memilih Mursi sebagai ketua Partai
Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik Ikhwan. Disamping memilih Mursi,
majelis syuro Ikhwan juga memilih Esam Oryan menjadi wakil ketua FJP dan
Muhammad al-Katatni sebagai sekretaris jendral FJP.
Juni 2011: Mursi ikut dalam pendirian Aliansi Demokrasi untuk Mesir, yang
beranggotakan 40 partai politik untuk terjun dalam pemilu legislatif.
7 April 2012: FJP mengumumkan Mursi sebagai calon cadangan dalam pemilu
presiden untuk calon Ikhwan dan FJP yang sudah siap, Khaerat Syater. Syater
kemudian didiskualifikasi oleh KPU Mesir karena alasan hukum.
17 April 2012: pengumuman Ikhwan menjelaskan bahwa Mursi akan bertarung
dalam pilpres menggantikan Syater membawa program “kebangkitan”.
23-24 Mei 2012: putaran pertama pilpres dimulai.
28 Mei 2012: ketua KPU Mesir, Faruq Sultan mengumumkan perolehan suara
Muhamad Mursi sebanyak 5.764.952 suara dan Ahmad Syafiq memperoleh 5.505.327
suara. Dengan begitu harus dilakukan putaran kedua.
16-17 Juni 2012: putaran kedua pilpres dimulai dengan pertarungan sengit
antara Mursi dan Syafiq.
18 Juni 2012: tim kampanye Mursi mengumumkan kemenangan calonnya setelah
perhitungan di masing-masing tempat pemungutan suara direkap. Kemudian Mursi
berpidato dalam konfrensi pers yang isinya Mursi berjanji menjaga tujuan
revolusi.
24 Juni 2012: ketua KPU Mesir, Faruq Sultan mengumumkan kemenangan Mursi sebagai
presiden Mesir yang baru.
Apakah Ikhwanul Muslimin
dengan suksesnya menjadi pemimpin mesir berarti meraih cita-citanya dan bisa
mengembalikan Kejayaan Islam.. Kita tunggu saja nanti ( Red_dfa)
Dia adalah wanita china pertama yang
ikut penerbangan ke luar angkasa bersama pesawat Shenzhou-9, yang diluncurkan pada Sabtu (16/6/2012) bukan hanya bergender wanita namun ia adalah
anggota termuda yang ikut ke Luar
angkasa usia nya adalah 33 th berbeda
dengan kedua rekanya Jing Haipeng 45 th
dan Liu Wang 43 th
Filosofi Liu adalah_ siapa yang tekun
ia akan sukse_s, ia mengatakan “"Saya percaya pada ketekunan. Jika Anda
tekun, sukses berada di depan mata,"
China merupakan negara ke 3 setelah
USA dan UNI Soviet yang mengirimkan wanita ke Antariksa,setelah 13 belas hari
menuju keluar bumi akhirnya ke 3 awak
itu berhasil mendarat kebumi di sekitar
Mongolia pada pukul 10.05 pagi jumat 29 –
6-2012.