Harga Seorang Ibu

Apakah Seorang Ibu bisa Dihargai ?? Berapa Anda Mau Beli??

Kami Anak Rohis Masalah Buat Lo...;

Rohis Jadi sorotan Gara-Gara sering dituduh Sarang Teroris

Jadi Akhwat Kudu Kuat

Anda Kuat Dunia Kuat

Film Baru Hina Nabi

Muncul Lagi Maunya Apa Sih??

Negara-Negara Terkorup

9 Desember Adalah Hari Anti Korupsi Sedunia

Friday, 29 June 2012

Wanita China Pertama Yang Ke Luar Angkasa



WANITA CHINA PERTAMA KE LUAR ANGKASA

Dia adalah wanita china pertama yang ikut penerbangan ke luar angkasa bersama pesawat  Shenzhou-9, yang  diluncurkan pada Sabtu (16/6/2012)  bukan hanya bergender wanita namun ia adalah anggota  termuda yang ikut ke Luar angkasa  usia nya adalah 33 th berbeda dengan kedua rekanya  Jing Haipeng 45 th dan Liu Wang 43 th
Filosofi Liu adalah_ siapa yang tekun ia akan sukse_s, ia mengatakan “"Saya percaya pada ketekunan. Jika Anda tekun, sukses berada di depan mata,"
China merupakan negara ke 3 setelah USA dan UNI Soviet yang mengirimkan wanita ke Antariksa,setelah 13 belas hari menuju keluar bumi akhirnya  ke 3 awak itu berhasil  mendarat kebumi di sekitar Mongolia pada pukul 10.05 pagi  jumat 29 – 6-2012.   

Thursday, 28 June 2012

Sejarah Yang Disusun Penjajah Racun Bali Kita

oleh :  Prof A,Hasyimi

Bismillahir Rahmanir Rahim.
Telah berlalu masa dan kurun, dalam waktu mana kepada kita disodorkan buku-buku sejarah Islam, terutama sejarah Islam di Nusantara, yang dikarang oleh bangsa asing kaum penjajah yang bukan beragama Islam, bahkan sebagai penjajah mereka berusaha untuk menghancurkan Islam, sekurang-kurangnya untuk menyelewengkan atau mendangkalkan ajaran-ajaran Islam.
Salahsatu cara yang mereka tempuh untuk maksud-maksud kolonialisme tersebut, yaitu dengan memutarbalikkan sejarah Islam, bahkan mencampur-adukkan sejarah Islam dengan israeliat (dongeng-dongeng yang dimaksudkan orang-orang Yahudi ke dalam ajaran dan sejarah Islam).
Karena itu, adalah wajar kalau kemudian ada orang-orang Islam sendiri, terutama yang mendapat pendidikan di sekolah-sekolah kaum penjajah, membenci Islam, memusuhi Islam, mengatakan bahwa Islam menghambat kemajuan dan mempersubur perbudakan; mereka kemudian menjadi orang-orang sekuler yang memusuhi agamanya, Agama Islam, bahkan melawan Allah Yang Maha Esa.
Setelah apa yang dinamakan "Sejarah Islam" yang disusun oleh kaum penjajah itu atau oleh kaki-tangannya, meracuni jiwa dan semangat pemuda-pemuda Islam di tanah jajahan, maka barulah mereka menciptakan dongeng-dongeng sebagai ganti dari ajaran Islam yang sebenarnya, sehingga dengan mudah kaum penjajah menciptakan "agama baru" dalam bentuk aliran-aliran kebatinan, aliran-aliran kepercayaan, yang kadang-kadang menjelma menjadi tarekat-tarekat; bahkan mereka menciptakan nabi-nabi baru.
Maka mereka menampilkan para kaki-tangannya menjadi tokoh-tokoh "aliran kebatinan dan aliran kepercayaan" dengan tugas melemahkan bahkan menghancurkan ajaran Islam sejati; lahirlah ke arena dunia nabi-nabi kaum kolonial, seperti Mirza Gulam Ahmad dengan sejumlah khalifahnya, yang diciptakan oleh penjajah Inggeris dan didukung oleh penjajah Belanda, Perancis dan sebagainya.
Maka tidak heran kita, kalau kaki-tangan kaum penjajah menulis dalam apa yang dinamakan "buku sejarah Islam" bahwa Malikus Saleh, Raja Kerajaan Islam Samudra/Pasai yang terbesar, beliau makan "cacing", yang apabila hal demikian dibaca oleh pemuda-pemuda kita, jatuhlah martabat Malikus Saleh di mata mereka, padahal beliau adalah mujahid dan pahlawan yang terbesar pada zamannya.
Tokoh-tokoh penjajah terbesar, seperti Prof. Dr. Snouck Hourgrunye dan lain-lainnya, tanpa malu-malu menulis sejarah Islam di Indonesia dengan mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia dalam abad ke XIII M. dan Raja Islam pertama yaitu Malikus Saleh yang makan cacing itu. Dengan sengaja tokoh-tokoh utama kaum penjajah itu tidak mau mengakui bahwa Islam telah masuk ke Nusantara dalam abad pertama hijriyah dan Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara telah berdiri di Perlak pada awal abad ketiga hijriyah (abad ke IX M.). Pendapat dari tokoh-tokoh utama kaum penjajah itu diterima bulat-bulat oleh sementara kaum terpelajar di Nusantara, bahkan tulisan-tulisan otak kaum penjajah yang berlindung di bawah nama "orientalisten" dijadikan sumber sejarah Islam yang utama.
Mereka menolak, kalau kita ketengahkan kepada mereka naskah-naskah tua yang ditulis oleh para Ulama Nusantara sendiri sejak zaman dahulu, seumpama naskah Idharul Haqq Fi Mamlakat Ferlak karangan Abu Ishak Makarani, Tazkirah Tabakat Salatin yang ditulis oleh Said Abdullah, Keurukon Katibul Muluk (Sekretaris Negara) dari Kerajaan Aceh Darussalam, hanya karena naskah-naskah tersebut tidak pernah disebut-sebut oleh tokoh-tokoh utama kaum penjajah; Snouck tidak menyebutnya, kata mereka.
Mereka juga tidak akan percaya apa yang ditulis oleh. Sarjana Sejarah Pakistan, Dr. N.A. Baloch, karena Baloch tidak mendasarkan karangan pada sumber-sumber "Orientalisten Penjajah". Dalam bukunya, Advent of Islam in Indonesia, Br. N.A. Baloch antara lain menulis:
"There ia evidence to the effect that some of the scholarly nakhudas from Mekran (Buluchistan) had settled down in Sumatra at an early stage. To one of the settled families belonged the secholar historian Abu Ishaq al-Mekrani al-Fasi (i.e. whose family originally came from Mekran or Buluchistan but had settled down in Pasai in Sumatra) who wrote an important work on the dinastic history of the rulers of Perlak. This book entitled Kitab Idhar alHaqq fi Silsilat Raja Ferlak, Which was discovered more recently, shows that the first Muslem State in Perlak was founded as early as 225 H. (847 A.D.)
Maksudnya: Pada suatu waktu dahulu telah terjadi satu peristiwa yang menyebabkan sejumlah nakhoda terpelajar dari Mekran (Buluchistan) telah mendarat di Sumatera. Dalam satu rombongan keluarga yang mendarat itu, ikut seorang ahli sejarah yang bernama Abu Ishaq Al-Makarani AI-Pasi (Yaitu keluarganya berasal dari Mekran atau Buluchistan yang mendarat di Pasei Sumatera), beliau telah menulis satu karya yang amat penting tentang sejarah dinasti para penguasa Perlak. Buku ini dinamakan lahar Al-Haqq fi Silsilat Raja Perlak, dalam buku mana dicatat bahwa Kerajaan Islam pertama di Perlak didirikan dalam tahun 225 H. (847 M.)
(Dr. N.A. Baloch: Advent of Islam in Indonesia halaman 17).

Keadaan yang timpang ini, yang sangat merugikan Ummat Islam di Asia Tenggara, harus kita berantas, harus kita lawan, karena kalau kita biarkan, pasti ajaran sekularisme dan ajaran anti Tuhan (Atheisme) akan berkembang terus dan mengancam Islam, bahkan buat di Indonesia akan mengancam kemurnian dan keselamatan Pancasila.
Ahli-ahli sejarah Islam dari bangsa-bangsa Asia Tenggara sendiri harus menulis sejarahnya, harus meneliti masuk dan berkembangnya Islam di Asia Tenggara, kemudian menseminarkannya; kemudian menulis menjadi buku Sejarah Islam di Indonesia, Sejarah Islam di Malaysia, Sejarah Islam di Singapura, Sejarah Islam di Philipina, Sejarah Islam di Thailand, Sejarah Islam di Brunei dam sebagainya.
Menurut hemat saya, naskah-naskah tua masih cukup banyak asal kita mau mencari dan ia akan dapat membantu kita dalam usaha yang. besar itu. Sudah waktunya kita meninggalkan tulisan-tulisan kaum penjajah sebagai sumber utama sejarah Islam di Asia Tenggara, sudah masanya kita menggali sumber yang ada di bumi kita sendiri.
Ini adalah salahsatu tujuan dari Seminar ini; Seminar Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh dan Nusantara, disamping tujuan-tujuan yang lain.
Amatlah membesarkan hati kami, hati kita sekalian, bahwa seminar masuk dan berkembangnya Islam di Aceh -Nusantara, mendapat dukungan yang luas dari masyarakat mendapat partisipasi yang hangat dari para ulama, para ahli sejarah dan para sarjana terkemuka di Rantau Asia Tenggara ini, sehingga dengan demikian dapat diharapkan seminar ini akan memberi hasil yang memadai (sekurang-kurangnya).
Perhatian yang cukup besar dari Pemerintah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh, kesungguhan yang tiada bertara dari Pemerintah Daerah Tingkat II Aceh Timur dan segenap lapisan rakyatnya, bantuan serta dukungan yang berarti dari Perusahaan Negara PERTAMINA, dan sumbangan yang ikhlas dari para pengusaha, semua itu telah memberi makna yang sangat bernilai bagi pelaksanaan seminar ini.
Menjadi kewajiban kita sekalian untuk mensyukuri rahmat Allah yang berlimpahan itu.
Uraian singkat ini, hanya sekedar menjelaskan arti dan makna seminar, yang pada saat ini sedang berlangsung upacara pembukaannya.
WABILLAHIT TAUFIK WAL HIDAYAH !


Banda Aceh, September 1980.oleh

PENGARUH GERAKAN IKHWANUL MUSLIMIN by:Dr,Hafiz Al-Ja'bary

Pengaruh Gerakan di Mesir Dan Lain-Lainnya

Orang-orang yang terpengaruh oleh dakwah Imam Hasan Al-Bana melampaui jutaan. Daerah organisasinya meluas mencakup setiap jengkal negeri kaum Muslimin. Di kota-kota, di pusat-pusat kota, di desa-desa dan setiap tempat schingga menjadi suatu jama'ah yang memiliki kesiapan dan persiapan. Organisasi yang kuat dan sehat yang tidak dimiliki oleh sebagian pemerintahan yang berdaulat dan memiliki kekuatan material dan pengalaman politik.
Dan jama'ah itu di setiap tempat mempunyai suara tung-gal yang mengajak kepada satu sasaran, dan satu program di bawah bimbingan pimpinan organisasi. Diselenggarakan ha-laqoh-halaqoh pengajian mingguan, bulanan dan tahunan.
Oleh karena itu manusia terpengaruh olehnya. Hal itu ditunjang pula oleh ketenarannya yang baik di setiap tempat dan memantapkan posisinya di hati dan otak mereka.
Jama'ah ini juga memiliki kctekunan yang terpuji di berbagai lapangan dalam melayani manusia dan dalam bidang pcrtahanan agama.
Begitu pula pembahasan-pembahasan, makalah-makalah, dan kitab-kitab jama'ah ini telah memberikan sumbangan positif dari segi penambahan budaya manusia dengan ajaran-ajaran Islam dan keserasiannya bagi kelestarian dan pemerintah-an. Sebagaimana juga telah memberikan sumbangan dalam membangunkan generasi baru yang mencintai Islam dan ber-iman kepadanya sebagai agama yang sempuma bagi kehidupan dan menolak segala teori-teori palsu dan semboyan-semboyan cemerlang serta aliran-aliran yang menghancurkan.
Sesungguhnya Gerakan Al-Ikhwan tidak diragukan lagi merupakan gerakan Islam masa kini yang terbesar. Dan gerakan ini telah mcmberikan pengaruh besar kcpada urat-urat nadi pemuda, setelah runtuhnya Daulah Islamiyah dari jalan cabang-cabangnya yang banyak di setiap tempat yang mantap untuk bangkitnya kcsadaran Isiam dan seruan keagamaan terbesar.

Ibnu Taimyah

            

Biografi Ibnu Taimiyah

Silsilahnya

Syeikhul Islam Al Imam Abul ‘Abbas namanya adalah Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin ‘Abdullah bin Muhammad bin Khidir bin Muhammad bin Khidir bin ‘Ali bin ‘Abdullah bin Taimiyah Al Harani Ad-Dimasyqi.

Lahir dan pertumbuhannya

Ia lahir pada hari Senin 10 Rabi‘ul Awal di Haran tahun 661 Hijriah. Ketika umur 7 tahun dia bersama ayahnya pindah ke Damsyik karena melarikan diri dari serbuan tentara Tartar.
Ia tumbuh di lingkungan ilmu fiqh dan ilmu agama. Ayah, kakeknya dan saudaranya serta sebagian besar pamannya adalah ulama-ulama terkenal. Dalam lingkungan keluarga ilmiah yang shalih inilah Ibnu Taimiyah tumbuh dan berkembang. Ia mulai menuntut ilmu dari ayahnya dan ulamaulama Damsyik. Ia menghafal Al-Qur‘an saat masih kecil, mempelajari Hadits, fiqh, ushul (aqidah), dan tafsir. Ia sejak kecil dikenal cerdas, kuat hafalannya, dan cepat menerima ilmu. Kemudian ia memperluas pemahamannya dengan mempelajari berbagai ilmu, mendalaminya, dan menguasainya sehingga ia memiliki syarat-syarat untuk menjadi mujtahid. Sejak mudanya ia selalu menjadi imam. Ia dikenal mempunyai keluasan ilmu, akhlak yang terpuji, dan kepemimpinan sebelum ia mencapai umur 30 tahun.

Karya ilmiahnya

Dalam bidang penulisan dan karya ilmiah, Ibnu Taimiyah telah meninggalkan warisan yang sangat banyak dan berharga bagi umat Islam. Para ulama dan peneliti senantiasa menimba air yang bersih dari beliau. Di tengah umat Islam sekarang sangat banyak bertebaran karya-karya beliau berupa buku, risalah, fatwa, berbagai buletin dan lain sebagainya. Ini yang telah diterbitkan, sedangkan yang masih tetap tak dikenal dan tersimpan dalam manuscript masih sangat banyak.

Karakteristiknya

Di samping keilmuan dan kedalaman pengetahuan agama beliau, beliau dikenal sebagai orang yang suka melakukan amar ma‘ruf dan nahi mungkar. Allah mengaruniai beliau dengan sifat-sifat terpuji yang sangat dikenal di tengah masyarakat. Beliau seorang yang sangat dermawan sehingga lebih mendahulukan kepentingan orang yang mengalami kekurangan makan, pakaian, dan sebagainya daripada dirinya sendiri. Beliau sangat tekun beribadah, berdzikir, dan membaca Al-Qur‘an. Beliau hidup jauh dari kemewahan dan kesenangan dan hampir tidak mempunyai simpanan harta selain yang sangat dibutuhkan. Sifat-sifat seperti ini telah dikenal oleh orang-orang pada zamannya. Beliau sangat rendah hati dalam penampilan, pakaian, dan pergaulan dengan orang lain. Beliau tidak pernah mengenakan pakaian bagus atau pakaian yang sangat jelek dan beliau tidak pernah memberatkan orang-orang yang ditemuinya. Beliau terkenal berwibawa dan kuat dalam menegakkan kebenaran. Beliau sangat disegani oleh para penguasa, ulama dan masyarakat umum. Orang yang melihatnya merasa senang kepadanya, terpengaruh oleh kewibawannya dan menghormatinya, kecuali orang-orang yang dengki dari kalangan pendukung hawa nafsu. Ia dikenal sangat sabar, tabah memikul kesulitan dalam memperjuangkan agama Allah. Ia sangat terbuka, suka mendatangi undangan dan mempunyai keistimewaan atau karamah yang dapat disaksikan orang banyak. Semoga Allah memberinya rahmat dan melapangkan tempatnya di alam kubur dan juga tempatnya di surga.

Wafatnya

Syeikh Ibnu Taimiyah wafat dalam penjara sebagai seorang tahanan di penjara Qal‘ah di Damsyik. Beliau wafat pada malam Senin tanggal 20 Dzulqa‘dah tahun 728 Hijriyah. Penduduk Damsyik keluar meluber dan begitu pula dari kota-kota di sekitarnya untuk menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kuburan. Berbagai sumber menyebutkan bahwa ketika wafat, jenazahnya diantarkan oleh khalayak yang berjumlah sangat besar memenuhi kota. Semoga Allah memberinya rahmat dan memberikan balasan sebaik-baiknya atas pengabdiannya kepada Islam dan kaum musli

ila Online - Just For Fun
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Site Search